Kabar Desa
Peringati HUT, LBH Mitra Santri Situbondo Gelar Ngaji Hukum Bareng Kiai dan Kejati

Memontum Situbondo – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mitra Santri Situbondo, mengadakan kegiatan Ngaji Hukum, Kamis (03/11/2022) tadi. Pelaksanaan yang digelar dalam rangka memperingati HUT Ke-1 LBH Mitra Santri, berlangsung di Aula Barokah Park Asembagus, Kabupaten Situbondo.
Bertemakan Peran Santri Dalam Pusaran Penegakkan Hukum (Santrigakum), ini menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah-Safiiyah Sukorejo, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy dan Jaksa Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur, Rochman.
Pembina LBH Mitra Santri, Abd Rahman Saleh, menyampaikan bahwa lahirnya LBH Mitra Santri karena melihat adanya potensi mahasiswa di Universitas Ibrahimimy (Unib) yang mempunyai cikal bakal peran dalam penegakan hukum dan kemahiran dalam hukum. “Tidak terasa, ini sudah 1 tahun. Perlu saya sampaikan, lahirnya LBH Mitra Santri adalah dalam rangka penelaah bagi diri saya sendiri. Melihat potensi akademik yang ada di Unib, ada potensi sebagai cikal bakal peran penegak hukum. Ada kemahiran hukum yang saya lihat di mahasiswa Unib,” ucap Rahman Saleh.
Baca Juga :
- DPRD Situbondo Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 Jadi Perda
- Wabup Situbondo Apresiasi Pelaksanaan Khitanan Massal Jangkar
- DPRD Situbondo Paripurna LKPJ APBD 2025 dan Persetujuan Tiga Raperda Inisiatif
- Peringatan Muharram, PC Fatayat NU Situbondo Bagikan Bingkisan untuk Pasien RSAR
- DPRD Situbondo Setujui Raperda Penataan Desa dan Kawasan Tanpa Rokok
Selain itu, Rahman juga menyampaikan bahwa ada perbedaan antara ahli hukum dan mahir hukum. Dirinya menegaskan, bahwa ahli hukum sangat banyak sekali berbeda dengan mahir hukum yang sangat sedikit sekali.
“Ahli hukum sangat banyak sekali. Sementara yang mahir hukum, sedikit dan sangat sedikit sekali. Ahli hukum rata-rata adalah dari kaum intelektual murni, sedangkan mahir hukum adalah murni segala-galanya. Baik keahlian hukum maupun praktik-praktik hukumnya,” urainya.
Sementara itu, Rahman juga mengakui bahwa LBH Mitra Santri lahir karena dasar ruh Ponpes Salafiyah-Safiiyah Sukorejo. “Tentu, ruh dasarnya LBH Mitra Santri adalah di Ponpes Salafiyah-Safiiyah Sukorejo,” tegasnya.
Dalam gelaran itu, juga hadir Forkopimda Kabupaten Situbondo, advokat, lembaga kemasyarakatan hingga alumni Ponpes Salafiyah-Safiiyah Sukorejo, yang tergabung dalam wadah IKSASS. (her/gie)

Kabar Desa4 mingguPeringatan Muharram, PC Fatayat NU Situbondo Bagikan Bingkisan untuk Pasien RSAR
SEKITAR KITA2 mingguWabup Situbondo Apresiasi Pelaksanaan Khitanan Massal Jangkar
Politik3 mingguDPRD Situbondo Paripurna LKPJ APBD 2025 dan Persetujuan Tiga Raperda Inisiatif
Politik11 jamDPRD Situbondo Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 Jadi Perda







