Pemerintahan

178.477 Warga Situbondo Dapat Bantuan Sosial

Diterbitkan

-

178.477 Warga Situbondo Dapat Bantuan Sosial

Memontum Situbondo – Warga Situbondo yang mendapatkan bantuan sosial Covid-19 seluruhnya berjumlah 178.477 orang. Dari total penerima itu, sumbernya berbeda-beda. Ada bantuan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan pemerintah desa.

Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto SH mengatakan, jumlah terbesar adalah bantuan dari pemerintah pusat. Dia mengatakan, warga Situbondo tercover dalam penerima bantuan itu sebesar 134.244 orang.

Dengan rincian, 63.435 Kepala Keluarga (KK) tercover di program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), 19.603 KK memperoleh BPNT perluasan, graduasi Program Kelurga Harapan sebanyak 80 KK, serta bantuan sosial tunai (BST) Kementerian Sosial diterima 48.527 ribu warga miskin. Sisanya, bantuan dari Pemprov Jatim dan Pemkab Situbondo.

Bupati H Dadang Wigiarto mengatakan, pekan ini sudah ada pencairan. Kepastian pencaiaran ini seiring dengan diterimanya usulan Pemkab Situbondo oleh Kemensos terkait tambahan penerima BST.

Advertisement

“Hari ini kita bisa tersenyum, karena usaha memperjuangkan tambahan sudah dikabulkan oleh Kemensos,” terangnya. Minggu (10/5/2020).

Dia mengaku, pemerintah mengusulkan sebanyak 9.513 masyarakat kategori sangat miskin sebagai penerima bantuan uang tunai Rp 600 ribu itu. Awalnya, penerima BST sebanyak 39.014 KK.

“Setelah ada tambahan, berarti 48.527 orang yang akan menerima BST,” katannya.

Dengan diterimanya usulan tersebut, pembagian memenuhi aspek keadilan. Sebab, masyarakat klaster sangat miskin mendapatkan bantuan lebih besar dari klaster miskin atau hampir miskin.

Advertisement

“Sebelumnya, kita terkunci dengan pembagian yang bervariasi itu. Misalnya, yang sangat miskin dapat Rp 200 ribu, sedangkan hampir miskin malah dapat Rp 600 ribu,” kata H Dadang.

Menurut Bupati yang sudah menjabat dua periode itu, saat ini sudah tidak ada masalah dengan data. Karena itu, pekan depan sejumlah bantuan sudah bisa dicairkan.

“Dulu kita minta desa menunggu (tidak langsung melakukan pencairan), supaya arahnya tepat. Kalau sekarang kita dorong untuk segera mencairkan,” ujarnya. (im/yan)

 

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas