Kabar Desa
Mobil Ambulance Pasien Covid-19 Mogok, Usai Turunkan Jenazah

Memontum Situbondo – Usai menurunkan peti jenazah pasien Covid-19 di pemakaman umum Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, mobil ambulance milik Rumah Sakit Abdoer Rahem (RSAR) Situbondo, mogok, Kamis (05/08).
Walaupun sempat di dorong-dorong hingga berulang kali oleh tim pemulasaran jenazah Covid-19, namun mobil tua tersebut tetap saja mesinnya tidak mau hidup. Mobil ambulance yang rapuh termakan usia tersebut, bisa hidup kembali ketika diperbaiki oleh koordinator mobil ambulance RSAR Situbondo, Shadik.
Baca Juga:
Keterangan yang disampaikan Kordinator Mobil Ambulance RSAR Situbondo, mengatakan sebenarnya mobil ambulance yang sehari-hari membawa jenazah pasien Covid-19 itu, sudah tidak layak pakai atau jalan. “Faktor utamanya mobil sudah tua dan sering mogok. Padahal, mobil ambulance ini juga sudah pernah turun mesin, tapi masih saja tetap rewel,” jelas Shadik.
Kemacetan mobil ambulance pembawa jenazah pasien Covid-19 ini, sambung Shadik, bukan hanya sekali dua kali, tapi sudah berulang ulang kali. “Mengingat kondisi mobil ambulance ini sudah tua, maka saya berharap ada peremajaan mobil ambulance milik RSAR Situbondo, karena pada saat ini banyak pasien Covid-19 yang meninggal dunia,” harapnya.
Selain itu, Mobil Suzuki Carry milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Situbondo yang digunakan untuk membawa tim pemulasaran jenazah Covid-19 juga sudah tidak layak pakai, namun tetap digunakan. “Kondisi mobil Suzuki Carry itu, sebenarnya tidak layak untuk mengiringi mobil ambulance yang membawa jenazah pasien Covid. Namun, apa boleh buat mobil tersebut harus kita pakai,” cletuk salah satu relawan pemulasaran jenazah Covid-19. (her/ed2)

Kabar Desa4 mingguPeringatan Muharram, PC Fatayat NU Situbondo Bagikan Bingkisan untuk Pasien RSAR
SEKITAR KITA2 mingguWabup Situbondo Apresiasi Pelaksanaan Khitanan Massal Jangkar
Politik3 mingguDPRD Situbondo Paripurna LKPJ APBD 2025 dan Persetujuan Tiga Raperda Inisiatif
Politik12 jamDPRD Situbondo Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 Jadi Perda







