Pemerintahan
Hadirkan 20 Masjid Ramah Pemudik di Jalur Pantura, Pemkab Situbondo Siapkan Layanan Gratis dan UMKM

Memontum Situbondo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menghadirkan terobosan baru dengan menyediakan 20 Masjid Ramah Pemudik di Jalur Pantura Situbondo. Program ini, bertujuan untuk memastikan agar para pemudik mendapatkan tempat istirahat yang nyaman, aman serta layanan tambahan secara gratis. Mulai dari tempat ibadah, fasilitas istirahat, pelayanan kesehatan gratis hingga pijat refleksi, yang semuanya disediakan untuk pemudik yang singgah di masjid-masjid yang telah disediakan.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan bahwa program ini adalah salah satu upaya Pemkab Situbondo untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Terutama, saat menjelang berlangsungnya arus Mudik Lebaran, seperti tahun ini.
“Kami ingin para pemudik yang melewati Jalur Pantura Situbondo, itu merasa nyaman dan aman. Oleh karena itu, kami menyediakan 20 Masjid Ramah Pemudik yang tersebar dari ujung Barat hingga Timur Situbondo. Selain bisa digunakan untuk ibadah, masjid ini juga menjadi tempat istirahat, juga tersedia pelayanan kesehatan gratis, pijat refleksi gratis, serta stand UMKM yang menjajakan berbagai produk khas Situbondo,” kata Bupati Situbondo, yang akrab disapa Mas Rio, Jumat (21/03/2025) tadi.
Para pemudik yang merasa lelah setelah menempuh perjalanan panjang, tambahnya, bisa mampir ke salah satu masjid yang sudah disediakan untuk beristirahat. Masjid-masjid tersebut, telah dilengkapi dengan ruang istirahat nyaman, tempat wudlu yang bersih hingga toilet yang terawat.
Selain itu, tersedia pula pelayanan kesehatan gratis bagi pemudik yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan ringan, seperti pengecekan tekanan darah dan pemberian obat dasar. Bahkan bagi pemudik yang mengalami pegal-pegal akibat duduk terlalu lama di kendaraan, Pemkab Situbondo juga menyediakan layanan pijat refleksi gratis di beberapa masjid. Dengan demikian, pemudik bisa kembali melanjutkan perjalanan dengan tubuh yang lebih segar dan bugar.
“Kami memahami bahwa perjalanan panjang, terutama saat mudik, bisa sangat melelahkan. Oleh karena itu, kami berusaha memberikan layanan terbaik agar para pemudik merasa nyaman dan tetap sehat selama perjalanan,” tambah Mas Rio.
Kabupaten Situbondo sendiri merupakan salah satu wilayah dengan jalur utama yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali, NTB hingga NTT. Jalur Pantura di daerah ini, membentang sepanjang 150 kilometer dan menjadi salah satu titik padat arus mudik yang sering dilewati kendaraan dari berbagai daerah.
Baca juga :
“Karena posisi Situbondo yang strategis, Program Masjid Ramah Pemudik ini sangat penting. Kami berharap pemudik yang singgah bisa menikmati fasilitas yang ada dan beristirahat dengan tenang serta tetap bisa menjalankan ibadah dengan nyaman di sepanjang perjalanan mudik,” jelas Mas Rio.
Selain menjadi tempat istirahat dan ibadah, tambahnya, masjid-masjid ini juga menjadi titik promosi produk-produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Situbondo. Para pemudik bisa membeli oleh-oleh khas Situbondo, mulai dari makanan ringan, produk kerajinan tangan, hingga hasil olahan perikanan dan pertanian lokal.
“Ini juga kesempatan bagi UMKM lokal untuk memperkenalkan produknya kepada para pemudik dari berbagai daerah. Dengan adanya stand UMKM di masjid-masjid ini, diharapkan perekonomian masyarakat Situbondo semakin berkembang,” tambahnya.
Bagi pemudik yang melintasi Jalur Pantura Situbondo, berikut adalah daftar 20 Masjid Ramah Pemudik yang bisa disinggahi. Masjid-masjid itu, yakni Masjid Besar Babul Jannah Kecamatan Banyuglugur, Masjid Nurut Taufik Desa Kalianget, Banyuglugur, Masjid Nurul Huda Desa Buduan, Kecamatan Suboh, Masjid Al Ikhlas Mlandingan Kulon, Masjid Al Iman Mlandingan Kulon, Masjid Annur Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Masjid Nurur Rahmah Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan.
Selanjutnya, Masjid Al Bayan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Masjid Rahmad Kembangsambi, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Masjid Al-Amin Kampung Krajan, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Masjid Nurul Abror Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Masjid Agung Al Abror Alun-Alun Situbondo, Masjid Al Mukhtar Kecamatan Panji, Masjid Sirojul Fatah di Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Masjid Darul Istiqomah Desa Setonggek, Kecamatan Kapongan. Kemudian, Masjid Mizbahul Yaqin Kecamatan Arjasa, Masjid Darussalan Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Masjid Miftahul Jannah Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Masjid Ibrahimy 2 Congap Desa Sukorejo, Kecamatan Banyuputih dan Masjid Nurul Muttaqin Kecamatan Banyuputih.
Mas Rio berharap, melalui program ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang sedang menempuh perjalanan mudik. Dengan adanya Masjid Ramah Pemudik, para pemudik bisa beristirahat dengan nyaman, mendapatkan layanan kesehatan gratis serta berkontribusi dalam mendukung ekonomi lokal melalui pembelian produk UMKM.
“Insyaallah, dengan adanya Masjid Ramah Pemudik, Kabupaten Situbondo akan semakin dikenal oleh masyarakat luas sebagai daerah yang ramah dan peduli terhadap pemudik. Kami ingin memastikan bahwa para pemudik yang melewati Situbondo bisa menjalani perjalanan dengan lebih nyaman dan aman,” tambahnya.
Bagi yang berencana melakukan perjalanan mudik melalui Jalur Pantura Situbondo, imbuhnya, jangan ragu untuk singgah di salah satu Masjid Ramah Pemudik ini. Termasuk, menikmati layanan yang tersedia, istirahat dengan nyaman dan jangan lupa membawa oleh-oleh khas Situbondo sebelum melanjutkan perjalanan. (her/gie/adv)








