Pemerintahan
Bupati Rio Lantik Ahmad Yulianto sebagai Pj Sekda Kabupaten Situbondo

Memontum Situbondo – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, melantik Ahmad Yulianto sebagai Pejabat Sekertaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Situbondo. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini, dilaksanakan Pendopo Rakyat Situbondo, Sabtu (28 /02/2026) tadi.
Dalam momen yang sama itu, Bupati Situbondo juga melantik dan mengambil sumpah sejumlah Pejabat Fungsional di lingkungan Pemkab Situbondo. Ada sebanyak 20 pejabat fungsional, harus berpindah tugas di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sekedar diketahui, perpindahan ini merupakan bagian dari penataan dan penyesuaian kebutuhan birokrasi agar kinerja pemerintahan lebih efektif.
Selain itu, ada sebanyak tujuh pejabat fungsional baru, yang juga turut dilantik. Sementara melalui pelantikan ini, diharapkan mampu memperkuat pelayanan teknis serta mendukung percepatan pelaksanaan program-program strategis daerah.
Dalam sambutannya, bupati yang akrab disapa Mas Rio, itu menegaskan bahwa dinamika birokrasi merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Karenanya, setiap keputusan yang diambil merupakan hasil dari evaluasi berkelanjutan serta diskusi bersama berbagai pihak.
Baca juga :
“Dinamika birokrasi terus berjalan. Ini hasil evaluasi dan hasil diskusi dengan kawan-kawan,” kata Mas Rio.
Dirinya juga menjelaskan, bahwa dilantiknya Ahmad Yulianto sebagai Pj Sekretaris Daerah, sudah melalui pertimbangan yang matang. Nantinya, pejabat yang dilantik akan menjalankan tugas sebagai Pj Sekda Situbondo selama tiga bulan ke depan.
“Saya harap Pj Sekda mampu mengaplikasikan visi dan misi kepemimpinan saya dan Mbak Ulfi. Pj Sekda ini bertugas tiga bulan ke depan. Harapannya, tentu bisa lebih mampu mengharmonisasi program-program perioritas Pemkab Situbondo,” tegas Mas Rio.
Bupati Situbondo juga meminta kepada kepala-kepala OPD, untuk gerak cepat dalam mengeksekusi pekerjaan di dinasnya masing-masing. “Saya lebih suka kecepatan eksekusi program atau pekerjaan serta permasalahan yang dihadapi kepala-kepala OPD. Saya juga lebih menyukai pendekatan yang solutif dibandingkan sekadar menyampaikan keluhan tanpa tindakan nyata,” ujarnya.
Mas Rio juga mendorong seluruh jajaran birokrasi, agar berani mengambil langkah dan keputusan dalam proses kerja. Hal ini karena dalam keputusan kerja, itu masih bisa diperbaiki. “Lebih baik salah, dari pada kita tidak berbuat apa-apa. Salah itu masih bisa diperbaiki dari pada curang,” tegasnya. (her/gie)








