Pemerintahan

Peringatan Hari Bumi Sedunia, Bupati Situbondo dan Masyarakat Tanam 20 Ribu Pohon

Diterbitkan

-

TANAM: Bupati Situbondo saat melakukan penanaman pohon. (memontum.com/her)

Memontum Situbondo – Peringati Hari Bumi Sedunia, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, DPRD, Kajari, Dandim 0823, Pengadilan Negeri, PLN, Bank Jatim Situbondo, bersama seluruh lapisan masyarakat, melaksanakan penanaman 20 ribu pohon secara massal di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Rabu (22/04/2026) tadi. Kegiatan ini dilakukan, menjadi wujud nyata kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Situbondo dan seluruh lapisan masyarakat terhadap kelestarian lingkungan serta upaya menjaga keseimbangan alam agar lingkungan tetap lestari.

Dalam momen itu, ratusan warga dari berbagai kalangan seperti lembaga pendidikan, akademisi, lembaga pemerhati lingkungan, swasta, pemerintah desa dan kecamatan, kepala OPD Pemkab Situbondo, turut hadir dan berpartisipasi menanam pohon di lahan kritis di Desa Semambung ini. Suasana penuh semangat dan gotong royong, pun terlihat jelas dalam kegiatan itu.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan bahwa penanaman pohon ini bukan hanya kegiatan seremonial. Namun, juga bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi agar tetap hijau dan lestari.

“Untuk itu, saya juga mengajak masyarakat bukan hanya untuk menanam, tetapi harus terus merawat pohon yang telah ditanam agar memberikan manfaat jangka panjang,” kata Mas Rio-sapaan akrab Bupati Situbondo.

Advertisement

Melalui momentum Hari Bumi ini, Mas Rio-sapaan Bupati Situbondo, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan. “Menanam pohon hari ini adalah investasi untuk masa depan anak cucu kita. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama berinvestasi menanam pohon dan merawatnya,” ujarnya.

Baca juga :

Mas Rio juga menegaskan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat menjaga bumi semakin meningkat. Sehingga, tercipta lingkungan yang sehat, asri dan berkelanjutan bisa terwujud dengan baik.

“Peringatan Hari Bumi tidak hanya sekadar seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan hidup. Menanam pohon adalah langkah kecil dengan dampak besar. Ini bukan soal siapa yang memimpin. Ini soal komitmen kita terhadap alam yang rusak dan perlu diperbaiki,” ujar Mas Rio.

Menurut Mas Rio, kerusakan alam hutan yang semakin meluas menjadi faktor meningkatnya risiko banjir. Oleh karena itu, upaya rehabilitasi melalui penanaman pohon harus dilakukan secara bersama-sama. “Jika hutan gundul, dampaknya cukup jelas. Seperti banjir terjadi berulang di Kabupaten Situbondo dan daerah lain di Indonesia. Untuk itu, kita tidak bisa tinggal diam. Kita harus melakukan gerakan bersama memperbaiki bumi yang semakin rusak dengan cara melakukan penanaman dan merawat pohon,” katanya.

Advertisement

Mas Rio berharap, gerakan ini tidak berhenti pada masa kepemimpinannya saja. Namun dirinya ingin kesadaran masyarakat dalam merawat, sekaligus menjaga lingkungan berlanjut kepada pemimpin berikutnya.

“Kita ingin gerakan bersama ini menjadi gerakan yang hidup di alam bawah sadar seluruh masyarakat Situbondo. Ada atau tidak ada kebijakan pemerintah, masyarakat harus tetap bergerak menjaga kelestarian lingkungan,” imbuhnya. (her/gie)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

    Lewat ke baris perkakas