Connect with us

Hukum & Kriminal

Mantan Kades Trebungan Situbondo Dilaporkan Polisi, Diduga Pungli PRONA

Diterbitkan

||

Pelapor Abdul Wafa (68) didampingi Direktur LSM-PEKA Situbondo saat melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Situbondo. (im)
Pelapor Abdul Wafa (68) didampingi Direktur LSM-PEKA Situbondo saat melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Situbondo. (im)

Memontum Situbondo – Diduga melakukan pungutan liar (pungli) sertipikat tanah program PRONA dan dugaan penipuan terhadap beberapa warga petani, beberapa warga asal Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo melaporkan (NH) mantan oknum Kepala Desa (Kades) dan (AH) Sekretaris Desa (Sekdes) ke pihak yang berwajib. Minggu (03/11/2019) siang.

Salah seorang warga Desa Trebungan, Abdul Wafa (68), yang juga pemohon pembuatan sertipikat tanah melalui program PRONA itu mengatakan, oknum mantan kepala desa berinisial (NH) ditengarai melakukan pungli karena telah meminta dana dari masyarakat.

” Dana yang diminta oleh oknum Sekdes (AH) berkisar antara Rp 2 juta untuk setiap sertipikat. Saya sudah memberikan uang kepada oknum mantan kepala desa tersebut dengan total sebesar Rp 4,8 juta karena tanah saya akan di Sertipikatkan, ” ujarnya.

Sambung dia, Saya juga menambah untuk uang transport mereka. Bahkan dari beberapa warga ada juga yang memberikan sama harga nominalnya dengan saya.

” Waktu itu saya tidak mengetahui bahwa program ini adalah program gratis, “kata Abdul Wafa.

Menurutnya, proses pendaftaran Sertipikat Tanah milik saya itu dilakukan sejak Tahun 2014 lalu, Kemudian Sertipikat Nomor 01327 atas nama Abdul Wafa dengan luas 1 595 M2 yang terletak di Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo baru saya terima sekitar bulan 7 Tahun 2019. Sedangkan Sertipikat yang dibuat tanggal 26 bulan 7 Tahun 2017 lalu melalui proses program PRONA yang ditanggung pemerintah biayanya.

” Sudah beberapa kali kami meminta kepada mereka (red-kades dan sekdes) sewaktu masih menjabat pada saat itu. Mereka hanya menjawab akan segera keluar, sudah kurang lebih 6 tahunan kami tunggu-tunggu akhirnya bulan Juli kemarin baru selesai, ” keluhnya.

Kata dia, tepat hari Minggu, (03/11/2019) kami bersama keluarga sepakat mendatangi Kantor Kepolisian Resort (Polres) Situbondo, untuk melaporkan oknum mantan Kades berinisial (NH) dan oknum sekretaris desa (AH) terkait pungutan liar uang biaya pengurusan yang sudah kami serahkan sepenuhnya dengan dibuktikan kwitansi dan ber stempel Desa.

” Kami sudah cukup sabar menunggu dan hari ini kami sepakat melaporkan adanya pungutan liar (Pungli) untuk biaya proses pembuatan Sertipikat yang didaftarkan pada program PRONA Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, ” ujarnya.

Ditambahkan Abdul Wafa, dari peristiwa tersebut ada beberapa hal saya laporkan dan saya terangkan pada petugas SPKT Polres Situbondo.

” Saya merasa dirugikan karena proses Sertipikat Tanah tersebut yang biasanya tanpa biaya (Gratis) ternyata saya dipungut uang sebesar Rp 4,8 Juta dan Proses Sertipikat Tanah tersebut terlalu lama. Maka saya merasa tertipu atas perbuatan oknum Sekdes (AH) dan oknum mantan Kades Trebungan berinisial (NH), ”

” Karena tidak ada jalan keluarnya akhirnya kami laporkan masalah dugaan pungli oknum mantan kades dan sekdes ini ke pihak yang berwajib. hari ini kita datang ke kantor SPKT Polres Situbondo ini dengan didampingi oleh Sdr Sayudi (Bang Cihoy) selaku Direktur LSM PEKA Situbondo. Kami sangat kecewa atas kejadian ini. Aparat desa tidak melayani masyarakatnya dengan baik, ” pungkasnya.

Sejak berita ini ditulis pihak Desa Trebungan dan Camat Mangaran saat dihubungi Wartawan Memontum.com melalui telepon selulernya sedang tidak aktif semuanya. (im/yan)

 

Hukum & Kriminal

Tiga Motor Tabrakan Maut di Baluran Situbondo, Seorang Tewas

Diterbitkan

||

KORBAN TEWAS: Akibat tabrakan beruntun yang melibatkan 3 (tiga) pemotor yang terjadi di Kilometer 232,7 arah Surabaya. (tik/im)
KORBAN TEWAS: Akibat tabrakan beruntun yang melibatkan 3 (tiga) pemotor yang terjadi di Kilometer 232,7 arah Surabaya. (tik/im)

Memontum Situbondo – Kecelakaan beruntun yang diduga melibatkan tiga pemotor kembali terjadi di Kabupaten Situbondo, Rabu (01/7/2020) pagi. Kali ini kejadiannya terjadi di jalan raya Baluran – Situbondo, sekitar KM 232,7 arah menuju Surabaya.

Insiden kecelakaan beruntun di jalur pantura di area hutan Baluran Situbondo tersebut, mengakibatkan satu orang asal kota Denpasar Bali tewas. Laka Lantas yang terjadi pada pukul 06.45 WIB. Tepatnya di kawasan jalan raya hutan Baluran Situbondo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Masing – masing kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun itu. Antara sepeda motor nomor Polisi AE 4714 NB, dikemudikan (korban meninggal dunia) diketahui identitasnya Alex Kristiya VingQi (22) asal Jl.Trengguli No.32 GG.V kota Denpasar-Bali. Terlibat kecelakaan dengan kendaraan sepeda motor dengan Nomor Polisi DK 2081 DY yang dikemudikan oleh Marjan (32), asal Dusun Pakel, RT 08, RW 04, Desa Plaosa, Kabupaten Magetan. Dan sepeda motor Nomor Polisi. AE 5514 FA yang dikemudikan Ahmad Da’im (32) asal Dusun Sedoro, Tanjung Rejo, Kabupaten Magetan.

Dari kejadian itu satu orang meninggal dunia, atas nama Alex Kristiya VingQi (22) asal jalan Trengguli No.32 GG V kota Denpasar- Bali, diduga akibat terjadi benturan keras. Sehingga korban mengalami luka serius pada bagian kepalanya, membuat nyawa korban tidak bisa tertolong saat petugas Lantas 90.5 Baluran berupaya bersama warga membawanya ke RSUD Asembagus-Situbondo.

Kejadian tersebut berawal dari ketiga pemotor melintasi jalur pantura Baluran melaju dari arah yang sama dari arah Banyuwangi menuju arah Surabaya, dengan kecepatan sedang. Hingga di lokasi kejadian, sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) pada KM 232.7 arah Surabaya, kendaraan sepeda motor bernopol DK 2081 DY hendak mendahului Truck didepannya.

Kemudian diikuti oleh sepeda motor bernomor Polisi AE 4714 NB, pada saat bersamaan ternyata kendaraan truck yang tidak diketahui identitasnya juga mendahului kendaraan lain didepannya dan jarak keduanya sangat dekat sekali akhirnya terjadi kontra dari arah belakang yakni arah yang sama.

Kanit Lantas 90.5 Baluran Banyuputih Polres Situbondo Aipda Erfan Kristanto saat dikonfirmasi wartawan membenarkan, telah terjadi insiden kecelakaan beruntun di jalur pantura tepatnya di kawasan hutan Baluran Situbondo.

” Korban meninggal dunia dan yang luka-luka ringan sudah kami evakuasi ke RSUD Asembagus dengan menggunakan mobil Ambulance milik Puskesmas Banyuputih, saat ini masih kami tangani, ” tegas Kanit Lantas 90.5. (tik/im/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Patroli Polres Situbondo Gerebek Sabung Ayam, 8 Motor Ditinggal Kabur

Diterbitkan

||

Polisi obrak-abrik arena sabung ayam di Kecamatan Kendit. (im)
Polisi obrak-abrik arena sabung ayam di Kecamatan Kendit. (im)

Memontum Situbondo – Regu patroli Sabhara Polres Situbondo menindak lanjuti laporan masyarakat terkait adanya aktifitas pejudian sabung ayam di dusun desa Alas Sumur Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu (21/6/2020) siang.

Sekitar pukul 12.30 wib, regu Patroli Sabhara yang dipimpin oleh Aipda Mohammad Dewarzen melakukan penggerebekan dilokasi sabung ayam yang diduga ada unsur perjudian, 2 regu patroli yang dikerahkan mendapati tempat tersebut sudah sepi. Namun dilokasi masih ada sisa aktifitas alat – alat untuk perjudian sabung ayam.

Barang bukti yang diamankan petugas berupa 15 buah kurungan ayam, kain galangan tempat aduan ayam dan 8 unit sepeda motor yang ditinggal pemiliknya. Semua barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Situbondo.

Kasat Sabhara Polres Situbondo AKP H Mohammad Hasanudin SH menerangkan anggota Patroli Sabhara menerima laporan dari masyarakat yang resah dengan adanya sabung ayam sekaligus untuk ajang perjudian.

“Ada laporan dari warga langsung ditindak lanjuti namun saat tiba dilokasi sudah sepi, petugas hanya mengamankan barang bukti, ” terangnya.  (im/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Buntut Cuitan di Facebook, Kuasa Hukum ‘Tekos Sosial’ Siapkan Mediasi

Diterbitkan

||

Direktur Marlena Law Office & Partners, Hendriansyah.(im)
Direktur Marlena Law Office & Partners, Hendriansyah.(im)

Memontum Situbondo – Upaya mediasi akan menjadi langkah awal untuk menyelesaikan seteru antara akun anonim facebook ‘Tekos Sosial’ dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Demikian seperti disampaikan Hendriansyah, selaku kuasa hukum akun anonim ‘Tekos Sosial’. Akan tetapi, hingga kini belum melakukan langkah apapun, karena memang belum mendapatkan surat panggilan dari pihak kepolisian.

” Iya menunjuk kami sebagai kuasa hukum, tetapi kami juga belum melakukan upaya apapun. Karena memang belum dapat panggilan (dari kepolisian). Upaya awal yang akan kami tempuh ya.. mediasi terlebih dahulu, ” jelas Hendriansyah saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (16/0l6/2020).

Masih menurut Hendri, kendati upaya mediasi itu gagal, pihaknya tetap siap untuk melakukan pembelaan terhadap ‘Tekos Sosial’ ketika persoalan itu harus bergulir hingga ke ranah hukum.

“Kami akan lakukan pendampingan hukum hingga tuntas. Karena jujur kami bergerak juga atas dasar kemanusiaan dan keberadaan kami murni untuk membantu tidak untuk memperoleh materi apapun, ” tutup Direktur Marlena Law Office & Partners ini.

Sementara itu, Kepala BPBD Priyo Handoko, membenarkan jika pihaknya sudah secara resmi meminta LBPH NU Situbondo, untuk menjadi pendamping hukum. Pihaknya mengaku, langkah itu dilakukan lantaran BPBD juga memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan.

“Bahasa kami bukan menunjuk LPBH NU ya, tetapi meminta untuk mendampingi kami terkait persoalan ini. Karena kalau kami sendiri yang mengurusi, kami khawatir urusan lain yang sedang kami emban di BPBD justru akan terbengkalai, ” jelas Priyo.

Diketahui, akun anonim ‘Tekos Sosial’ harus berurusan dengan aparat penegak hukum, lantaran unggahannya di media sosial facebook diadukan ke Polres Situbondo. Meski kemudian, unggahan yang dinilai berisi ujaran kebencian itu sudah dihapus oleh pemilik akun tersebut. (im/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler