Connect with us

Hukum & Kriminal

Rampok Handphone Diberangus Reskrim Polres Situbondo

Diterbitkan

||

DIKELER: Pelaku dan barang bukti HP saat digelandang Petugas ke Mapolres Situbondo. (imam)
DIKELER: Pelaku dan barang bukti HP saat digelandang Petugas ke Mapolres Situbondo. (imam)

Memontum Situbondo – Satreskrim Polres Situbondo berhasil mengungkap kasus perampokan atau curas Handphone yang terjadi di jalan sebelah barat RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo Jalan anggrek Kelurahan patokan, Kecamatan Situbondo kota. Senin (7/10/2019) pagi.

Keterangan yang berhasil dihimpun Wartawan Media online ini, bahwa kejadian tersebut dilaporkan ke SPKT Polres Situbondo pada tanggal 28 September 2019, dimana korban menerangkan bahwa membeli makan warung depan sebelah selatan RSUD dr Abdoer Rahem setelah membeli makan korban hendak kembali ke kost, akan tetapi setibanya di TKP datang laki-laki dari arah belakang pelapor dan langsung mencuri ponsel milik pelapor yang pada saat itu sedang membalas WhatsApp temannya.

Kemudian korban mencoba untuk mempertahankan handphone hingga terjadi tarik menarik dan terlapor membekap korban serta terlapor langsung lari ke arah sawah dengan membawa ponsel pelapor dan sempat dilakukan pengejaran oleh warga setempat. Namun terlapor tidak ditemukan.

Berdasarkan keterangan korban dan saksi, Tim resmob dipimpin Aiptu I Wayan Parka, SH langsung melakukan penyelidikan, selanjutnya sekitar pukul 11.00 WIB pelaku berikut penadahnya berhasil diamankan ke Mapolres Situbondo.

Pelaku berinisial AF (19) warga dusun / Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan berhasil ditangkap setelah sebelumnya Tim Resmob menagamankan penadah SK (23) warga dusun Krajan, Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan berikut barang bukti 1 unit HP Samsung type A20 Black 32 GB.

Kasubbag Humas Polres Situbondo Iptu H Nuri menjelaskan bahwa kasus curas atau perampasan Hp yang terjadi bulan September 2019 berhasil diungkap oleh Tim Resmob Satreskrim, dari pengungkapan tersebut diamankan 2 orang tersangka berikut barang bukti HP.

“ kedua pelaku sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan di Polres Situbondo, “ ucap Iptu H Nuri. (im/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Laka Tunggal di Jalan Baluran, Sopir Tewas Tergencet Body Mobil

Diterbitkan

||

Kondisi truk yang ringsek setelah oleng dan menabrak pohon di pinggir jalan. 
Kondisi truk yang ringsek setelah oleng dan menabrak pohon di pinggir jalan. 

Memontum Situbondo – Nasib naas pada insiden kecelakaan mengenaskan dialami Moch Hadjir (56), asal Kelurahan Kedurus Gg. 3/ 30 RT 02, RW 02 Kota Surabaya, meninggal dunia dilokasi kejadian dengan kondisi tergencet body mobil, Sabtu (24/10/2020) malam.

Kejadian laka lantas tunggal tersebut terjadi di jalur Pantura Hutan Baluran Situbondo KM 250 ke arah Surabaya pada pukul 19.00 WIB. Keterangan yang berhasil dihimpun dilokasi, kendaraan Truk Fuso dengan No Pol : N-9710-UR yang dikemudikan korban (Moch Hadjir) semula melaju dengan kecepatan sedang dari arah Banyuwangi ke arah Situbondo. Mendadak sampai dilokasi kejadian, truk Fuso yang dikemudikannya oleng dan menabrak pohon dipinggir jalan.

Petugas Lantas 90.5 Baluran Situbondo bersama anggota Polsek Banyuputih, mendatangi TKP langsung melakukan evakuasi korban MD. (tik)

Petugas Lantas 90.5 Baluran Situbondo bersama anggota Polsek Banyuputih, mendatangi TKP langsung melakukan evakuasi korban MD. (tik)

Dari sejumlah keterangan di lokasi menyebutkan, sopir berada dibawah bak truk yang dikemudikannya. Diduga saat kondisi truk oleng dan menabrak pohon sopir meloncat dari kabin mobil, korban (sopir) mengalami luka serius dibagian tubuhnya, dan mengalami patah tulang sehingga meninggal dunia dilokasi kejadian, proses evakuasi berjalan dramatis.

Lantas 90.5 Baluran Polres Situbondo dikonfirmasi melalui Kapolsek Banyuputih, AKP Heru Purwanto mengatakan, petugas Lantas Baluran bersama anggota Polsek Banyuputih mendatangi TKP langsung melakukan evakuasi korban ke Rumah Sakit (RS) terdekat, untuk barang bukti satu unit kendaraan sudah diamankan ke Pos Lantas Baluran Situbondo.

“Diduga sebelum terjadi kercelakaan, sopir atau korban meloncat dari mobil, satu orang meninggal dunia dalam kejadian itu, untuk kerugian materi sekitar 5 juta rupiah,” kata Kapolsek Banyuputih AKP Heru, Minggu (25/10/2020) pagi. (tik/mzm)

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Telusuri Postingan di FB Polres Amankan 47 Botol Miras

Diterbitkan

||

47 botol Miras jenis arak yang diamankan Polisi. (im)
47 botol Miras jenis arak yang diamankan Polisi. (im)

Memontum Situbondo – Berawal dari postingan di media sosial facebook, Patroli Sabhara bersama Unit Opsnal Intelkam Polres Situbondo mengamankan puluhan botol minuman keras (Miras) jenis arak, Sabtu (17/10/2020) malam.

Regu patroli Sabhara Polres Situbondo dipimpin Brigadir Ari Satriya menerima laporan masyarakat terkait adanya postingan di facebook grup Jual Beli Situbondo oleh akun I Dewa Santika “Ready Stock arak asli karangasem ….. “. Setelah menelusuri postingan tersebut, regu patroli Sabhara Polres Situbondo melakukan kontak dan langsung menyaru sebagai pembeli.

Kemudian, petugas regu patroli sekitar pukul 22.30 WIB melakukan transaksi di jalan Wijaya Kusuma (stadion). Setelah bertemu dengan penjual yang berinisial NF (40), warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, petugas patroli mengamankan penjual berikut barang bukti minuman keras jenis arak sebanyak 47 botol kemasan 600 ml.

Kasat Sabhara Polres Situbondo AKP Lukman Hadi SH mengatakan, penjual minuman keras sudah diamankan ke Mapolres Situbondo berikut barang bukti 47 botol miras yang kemudian terhadap penjual dikenakan sanksi Tipiring. “Kita lakukan pembinaan, pendataan dan diproses Tipiring,“ kata AKP Lukman. (im/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca

Bondowoso

Mayat Memakai Kateter Ditemukan Membusuk di Selokan Air

Diterbitkan

||

Petugas mengevakuasi mayat.
Petugas mengevakuasi mayat.

Memontum Situbondo – Mayat Mattasan (80), asal RT. 02, RW. 02, Desa Wringin anom, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Ditemukan membusuk di saluran air, tepatnya di pinggir jalan Pantura sepanjang jalan raya Banyuputih, Kamis (15/10/2020).

Temuan mayat bernama Mattasan pertama kali diketahui oleh Wahyudi (40), ia curiga dengan bau busuk menyengat dari sebrang jalan rumahnya.

Saat dikroscek sumber bau tersebut oleh Wahyudi, asal Desa Banyuputih, ternyata jasad itu adalah Mattasan, dengan kondisi memprihatinkan, posisi terletang diselokan berbau busuk penuh belatung, lebih ironis korban masih menggunakan Kateter (biasa digunakan pasien untuk membantu mengosongkan kandung kemih), pada alat kelaminnya.

Keterangan Deny ketua RT Desa Setempat, Mattasan memiliki penyakit pada saluran kencing, korban dikerahui saat berjalan selalu menggunakan Kateter dan timba.

“Ini sudah kurang lebih tiga hari tidak diketahui mondar mandir, saya mendapat informasi dari warga kalo Mattasan sudah meninggal, ada kemungkinan ia terjatuh ke selokan tidak diketahui warga dan meninggal,” ungkap Deny.

Korban sebelumnya menempati rumah gubuk di jalan Pantura Banyuputih seorang diri, selama hidupnya sering dibantu warga sekitar dan keluarganya, korban memili menetap dirumah gubuk dipinggir jalan daripada berkumpul dengan keluarganya di Desa Wringin Anom Kecamatan asembagus.

Dari penemuan mayat tersebut, Kapolsek Banyuputih bersama anggota, serta Komandan koramil Banyuputih bersama Babinsa mendatangi lokasi kejadian dan langsung mengevakuasi korban ke ruang Jenasah RSUD Asembagus. Menggunakan ambulance RS Asembagus.

Kapolsek Banyuputih. AKP. Heru Purwanto. SH, membenarkan temuan mayat tersebut. “Sudah kami tangani dan saat ini sudah dievakuasi ke rumah sakit dan keluarga sudah mengetahui kejadian itu, korban meninggal diduga terjatuh ke parit di pinggir jalan Pantura Banyuputih,” kata Kapolsek Banyuputih. (tik/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler