Connect with us

Pemerintahan

Irwasda Polda Jatim Tinjau Lokasi Pengrusakan Rumah

Diterbitkan

||

Kombes Pol Drs Sungkono mengecek langsung kesiapan personil pengamanan, baik dari Polres maupun BKO Brimob dari Polda Jatim yang disiagakan dilokasi kejadian pengrusakan rumah warga oleh anggota PSHT
Kombes Pol Drs Sungkono mengecek langsung kesiapan personil pengamanan, baik dari Polres maupun BKO Brimob dari Polda Jatim yang disiagakan dilokasi kejadian pengrusakan rumah warga oleh anggota PSHT

Memontum Situbondo – Irwasda Polda Jatim, Kombes Pol Drs Sungkono didampingi Wakapolres Kompol Zein Mawardi Amd meninjau lokasi kejadian pengrusakan yang terjadi di desa Kayuputih, Kecamatan Panji dan desa Trebungan Kecamatan Mangaran, Rabu (12/08/2020) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Drs Sungkono mengecek langsung kesiapan personil pengamanan, baik dari Polres maupun BKO Brimob dari Polda Jatim yang disiagakan dilokasi kejadian pengrusakan rumah warga oleh anggota PSHT.

Kombes Pol Drs Sungkono menekankan agar semua personil tetap menjaga kesiapsiagaan dan terus mengikuti perkembangan situasi kamtibmas untuk mencegah insiden terjadinya kembali serta meningkatkan patroli dialogis kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat.

“ Polisi menyiagakan personil pengamanan baik dari Polres dan Brimob Polda Jatim untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif dan menjamin keamanan serta keselamatan warga,“ ujar Kombes Pol Drs Sungkono.

Selain itu, Irwasda Polda Jatim juga berdialog dengan warga korban pengrusakan rumah.

“Kami berharap kepada bapak ibu untuk mempercayakan proses hukum kepada Polri dan akan dilakukan proses secara professional hingga tuntas sampai permasalahan selesai,” pungkasnya. (her/mzm)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pemerintahan

Wabup Situbondo Gelar Gebyar Stunting Menuju SiBesti

Diterbitkan

||

oleh

Wabup Situbondo Gelar Gebyar Stunting Menuju SiBesti

Memontum Situbondo – Pemerintah Kabupaten Situbondo menggelar pencanangan Gebyar Stunting 2022, dengan tema ‘Percepatan Penurunan Stunting melalui Konvergensi dan Sinergitas Lintas Sektor di Kabupaten Situbondo menuju Situbondo Bebas Stunting (SiBesti)’. Gebyar Stunting ini berlangsung di Balai Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, Rabu (29/06/2022) tadi.

Dalam pencanangan itu, hadir langsung Wabup Situbondo, Hj Khoirani, Sekretaris Daerah, Syaifullah dan Forkopimda Situbondo, Forpimca Panarukan dan Kepala Kemenag Situbondo. Termasuk, dari unsur pemerintah, unsur swasta dan unsur masyarakat umum.

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, ini juga sebagai salah satu desa lokus stunting tahun 2022. Pencanangan Gebyar Stunting 2022, ini bertepatan dengan Harganas Ke-29 dan akan ditutup pada 23 juli 2022 atau pada peringatan Hari Anak Nasional.

Kepala DP3AP2KB yang diwakili oleh Sekretaris DP3AP2KB Situbondo, Mohamad Nur Hidayat, mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka percepatan penurunan stunting tahun 2022 di Kabupaten Situbondo. Yakni, mengacu pada Peraturan Presiden RI No 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting

Wabup Situbondo, Nyai Hj Khoirani, dalam sambutannya menjelaskan bahwa penanganan stunting dikelompokkan menjadi dua macam. Yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif. “Dalam pelaksanaan intervensi, disebutkan aksi konvergensi sangat dibutuhkan. Dimulai dari melakukan analisa situasi, identifikasi masalah, pelaksanaan rembuk stunting yang menghasilkan rekomendasi berisi rencana program kegiatan yang akan dilaksanakan guna menurunkan dan mencegah munculnya stunting,” bebernya.

Lebih lanjut Nyai Khoi-panggilan akrab Wabup Situbondo ini mengungkapkan, pada bulan timbang Agustus 2021, prevalensi stunting di Situbondo sebesar 33,94 persen dan bulan timbang Februari 2022, prevalensi stunting di Kabupaten Situbondo sebesar 34,88 persen.

Baca juga :

Ditegaskannya, pada Agustus 2021, Pemkab Situbondo telah menetapkan 10 desa lokus stunting di tahun 2022. Yakni Desa Bloro, Kecamata Besuki, Desa Buduan, Kecamatan Suboh, Desa Alasmalang, Desa Peleyan, Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, Desa Kembangsari, Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, Desa Gebangan, Desa Seletreng dan Desa Landangan, Kecamatan Kapongan.

“Dengan penetapan 10 desa tersebut, diharapkan aksi penurunanan dan pencegahan stunting bisa lebih terfokus namun tetap tidak mengabaikan desa-desa lainnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Dwi Herman Susilo, menambahkan beberapa hal terkait pelaksanaan Gebyar Pencegahan Anak Stunting dengan PMT di Kecamatan Panarukan, merupakan hasil dan analisis situasi program stunting di Desa Duwet salah satu desa lokus stunting. “Selain di balai desa Duwet, Gebyar Pencegahan Anak Stunting dengan PMT juga dilaksanakan di seluruh Posyandu di lima kecamatan yang desanya masuk di lokus stunting sesuai dengan jadwal masing-masing Posyandu,” terangnya.

Dwi Herman Susilo menjelaskan, stunting adalah permasalahan gizi anak yang menjadi fokus program pemerintah pusat. Karena anak-anak merupakan investasi/tabungan di hari tua. “Ketika kita memiliki anak-anak sehat, mereka bisa menjadi apapun yang mereka inginkan. Selain itu kalau anak kita sehat, kita tidak pusing memikirkan penyakit dan biaya perobatan. Sehingga ketika tua nanti, kita bisa fokus beribadah dan anak-anak kita bisa menjadi investasi dunia akhirat,” jelasnya.

Gambaran stunting di Kabupaten Situbondo, lanjut Dwi Herman, berdasarkan hasil timbang Agustus 2020 sebesar 12,5 persen dan hasil bulan timbang Agustus 2021 turun sebesar 9,28 persen dan bulan timbang Februari 2022 turun sebesar 8,03 persen. Hal ini, patut disyukuri dan bukan berarti upaya penurunan dan pencegahan stunting berhenti di sini. “Kita wajib terus meningkatkan komitmen dan bersama-sama mencegah dan terus menurunkan potensi terjadinya stunting demi masa depan anak-anak Situbondo yang lebih baik,” ujarnya.

Penurunan angka stunting bukan hanya peran pemerintah saja, sebab yang paling penting adalah peranan orang tua. Anak yang mengalami kekurangan gizi, disebutkan ada yang bawaan lahir. Kelainan sejak lahir bisa berpotensi mengalami stunting. Misalkan seorang anak mengalami kelainan jantung, tentunya akan berefek kepada penurunan gizi. Sebab anak mengalami kesulitan mencerna makanan dan asupan gizi terganggu.

Masih kata Dwi, masalah stunting juga terkait kemampuan finansial orang tua. Sehingga, orang tua harus bisa merencanakan jumlah anak. “Termasuk dalam menikahkan anak, harus bisa direncanakan,” ujarnya. (her/gie)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Serahkan SK 245 PPPK Guru, Wabup Situbondo Ingatkan Perilaku dan Contoh Sosok Guru

Diterbitkan

||

oleh

Serahkan SK 245 PPPK Guru, Wabup Situbondo Ingatkan Perilaku dan Contoh Sosok Guru
SK: Wabup Situbondo saat menyerahkan SK secara simbolis kepada 245 pegawai guru PPPK. (memontum.com/her)

Memontum Situbondo – Wakil Bupati (Wabup) Situbondo, Hj Khoirani, meminta agar guru memiliki kepribadian yang baik. Dengan alasan, karena perilaku dari peserta didik mencontoh dari perbuatan yang dilakukan oleh seorang guru.

Hal itu disampaikan Wabup, saat seusai menyerahkan SK Petikan Bupati Situbondo kepada 245 ASN PPPK, yang lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap kedua tahun 2021 di Halaman Kantor Pemkab Situbondo, Jumat (24/06/2022) tadi.

Dijelaskan Wabup Situbondo, setiap guru harus bisa menjadi tauladan dari setiap anak didik. Karena, setiap perbuatan yang dilakukan oleh guru, akan menjadi contoh. Karenanya, contoh yang diberikan itu haruslah perilaku atau contoh yang positif. “Seperti banyak orang bilang, bahwa guru itu maknanya digugu dan ditiru (dicontoh dan ditiru),” ujar Wabup Khoirani.

Perempuan yang akrab disapa Nyai Khoi itu menjelaskan, agar perbuatan seorang guru memiliki dampak yang positif, maka harus melakukan kegiatan yang sifatnya membangun. Seperti bersikap dan bertindak secara baik. “Guru harus mengutamakan kepribadian yang baik. Baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah,” ungkapnya.

Mantan anggota DPRD Situbondo ini meminta, kepada sejumlah guru yang sudah menerima SK petikan tersebut, untuk mampu bekerja dengan maksimal. Terutama, menyangkut tentang tugas yang dilaksanakan harus disiplin dan bertanggung jawab.

“Itulah pentingnya untuk terus meningkatkan kinerja. Maka untuk meningkatkan kinerja, itu harus selalu belajar dan melatih kemampuan diri,’’ harapnya.

Baca juga :

Ditambahkannya, setelah menerima SK pengangkatan ASN PPPK, semangat mengajar harus tetap maksimal. “Kalau ada yang tempat mengajarnya pindah, maka harus tetap maksimal dalam menjalankan tugas. Maka dari itu, harus cepat-cepat bisa menyesuaikan diri agar betah ditempat kerja yang baru,” imbuhnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Situbondo, Fathor Rakhman, menambahkan bahwa sejumlah guru PPPK yang sudah menerima SK petikan tahap satu dan tahap dua, harus menjaga kinerjanya dalam menjalankan tugas. Sebab, dalam pengangkatan ini kesejahteraan guru sudah meningkat.

“Gaji yang diterima itu tidak mengacu kepada UMK maupun UMR. Akan tetapi, cukup untuk mencukupi kebutuhan hidupnya di Situbondo,” ungkapnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) itu menuturkan, pemerintah akan menilai hasil kinerja guru saat melakukan tugasnya di sekolah. Karena BKPSDM sudah menyiapkan indikator penilaian yang digunakan tersebut. “Indikator itu terdiri dari kedisiplinan, hubungannya dengan masyarakat dan kehadirannya di sekolah,” kata Fathor.

Ketentuan indikator penilaian dilakukan, tambah Fathor, sebagai bahan pertimbangan oleh pemerintah mengenai kontrak kerja. Apabila hasilnya mumpuni untuk diperpanjang, maka kontrak kerjanya diperpanjang. “Kalau ada yang tidak memenuhi indikator ketentuan, maka BKPSDM akan mengirim surat peringatan kesatu terlebih dahulu,” imbuhnya. (her/gie)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Bidik Gelaran Porprov, Wabup Situbondo Gelar Gebyar UMKM

Diterbitkan

||

oleh

Bidik Gelaran Porprov, Wabup Situbondo Gelar Gebyar UMKM

Memontum Situbondo – Dalam rangka memeriahkan dan mendukung gelaran Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VII, Wakil Bupati Situbondo, Hj Khoirani, membuka acara Gebyar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kegiatan tersebut, digelar selama dua hari di Alun-Alun Situbondo.

Disampaikan Wabup Hj Khoirani, ada tiga capaian yang dibidik Pemkab Situbondo, dalam rangka Gebyar UMKM. Yakni, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses ekonomi. “Untuk menyukseskan ekonomi, maka harus melibatkan para pelaku UMKM,” ujar Khoirani dalam sambutannya, Selasa (21/06/2022) tadi.

Khoirani berharap, pemberdayaan UMKM lokal bisa dioptimalkan semaksimal mungkin dalam gelaran ini. Karenanya, setelah mengikuti gebyar ini, mereka akan disebar ke sembilan venue untuk memasarkan produknya.

“Pemerintah akan menata para pelaku UMKM ini dengan memberi tempat untuk berjualan di salah satu venue,” ucapnya.

Baca juga :

Sembilan venue yang disiapkan, ujarnya, yaitu di Jasalindo atau Pasir Putih Water Sport Desa atau Kecamatan Bungatan, Wisata Bahari Pasir Putih, Beach Forest Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Auditorium SMPN 1 Situbondo, Alun-Alun Kota Situbondo, Gedung PGRI, Gedung Situbondo Sport Center, GOR Baluran dan Stadion Muhammad Saleh.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo, Nugroho, mengaku bahwa gebyar UMKM ini sebagai upaya membangkitkan ekonomi masyarakat Situbondo. Ada sekitar 63 pelaku UMKM, yang dilibatkan dalam gebyar ini. Mulai dari penjual makanan dan minuman, kuliner, hingga kerajinan.

“Gebyar UMKM dimulai hari ini sampai Rabu (besok, red). Setelah itu, dilanjut berjualan ke masing-masing venue, mulai tanggal 25 Juni sampai 3 Juli 2022,” ujar Nugroho. (her/gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler