Connect with us

Hukum & Kriminal

Kapolres: Pelaku Kerusuhan di Situbondo Disinyalir Ada Oknum Anggota PSHT dari Luar Kabupaten

Diterbitkan

||

Salah satu korban pengrusakan rumah menunjukkan batu bata yang dilemparkan oknum anggota PSHT pada kaca rumahnya. (im)
Salah satu korban pengrusakan rumah menunjukkan batu bata yang dilemparkan oknum anggota PSHT pada kaca rumahnya. (im)

Memontum Situbondo – Pelaku kerusuhan yang terjadi di dua Desa yang dilakukan oleh sekelompok perguruan pencak silat hingga ratusan orang tersebut diduga oknum anggota PSHT dengan membabi buta melakukan penyerangan pada warga sekitar diperkirakan ada dari luar kota, seperti ada yang datang dari PSHT Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Bondowoso, Selasa (11/08/2020).

Hal tersebut dikatakan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Situbondo, AKBP Sugandi SIK M Hum, pelaku kerusuhan dan pengrusakan rumah, kios, lapak pedagang dan pemecahan kaca mobil milik warga Desa Sekarputih, Kecamatan Panji dan warga Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo bukan hanya dilakukan oleh oknum anggota PSHT dari Situbondo saja, namun ada yang datang dari anggota PSHT Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Bondowoso.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Situbondo AKBP Sugandi SIK M Hum saat diwawancarai wartawan Memo X. (im)

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Situbondo AKBP Sugandi SIK M Hum saat diwawancarai wartawan Memo X. (im)

“Dari hasil pemeriksaan saksi korban dan anggota PSHT, ada informasi pelaku pengrusakan tersebut juga datang dari luar Kabupaten Situbondo, yakni Kabupaten Jember, Banyuwangi dan Bondowoso. Mereka ikut bergabung melakukan penyerangan ke Desa Kayuputih dan Trebungan,” jelas Kapolres Sugandi saat diwawancarai puluhan wartawan.

Sambung Kapolres Situbondo, dari pemeriksaan 21 saksi anggota PSHT, ada 6 orang pelaku yang akan ditingkatkan menjadi tersangka.

“Mereka akan kita tahan dan di jerat dengan pasal 170, pasal 160 KUHP dan pasal-pasal lainnya. Semua pelaku murni tindakan kriminalitas,” ujarnya.

Lebih lanjut Ajun Komisaris Besar Polisi Sugandi SIK M Hum menerangkan, dengan adanya 6 orang oknum anggota PSHT akan dijadikan tersangka pada hari ini, maka pihak Kepolisian Resort Situbondo akan terus melakukan pengembangan hingga semua para pelaku kerusuhan tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum.

“Para pelaku pengrusakan yang terjadi pada Senin (10/08/2020) dini hari akan dilakukan tindakan tegas dan mungkin saja akan ada tersangka-tersangka baru. Karena saat terjadi kerusuhan jumlah orang oknum anggota PSHT sangat banyak sekali,” pungkasnya. (im/mzm)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukum & Kriminal

62 Personil Kepolisian Polres Situbondo Naik Pangkat di Hari Bhayangkara

Diterbitkan

||

oleh

62 Personil Kepolisian Polres Situbondo Naik Pangkat di Hari Bhayangkara

Memontum Situbondo – Kapolres Situbondo, AKBP Andi Sinjaya, memimpin upacara korps kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi di Peringatan Hari Bhayangkara ke-76, Jumat (01/07/2022) tadi.

Kapolres Situbondo, AKBP Andi Sinjaya, mengatakan bahwa prosesi kenaikan pangkat bagi anggota Polres Situbondo, dikemas berbeda dengan kenaikan pangkat pada umumnya. “Kenaikan pangkat kali ini, kita rangkai dengan acara tradisi yang melibatkan istri dan anak anggota yang naik pangkat. Ini baru pertama kali dilaksanakan di Polres Situbondo,” tutur Kapolers Situbondo.

Kenaikan pangkat ini, tambah Kapolres, merupakan penghargaan atas prestasi yang dihasilkan oleh personel dalam melaksanakan tugas dan kewajiban yang telah dibebankan kepadanya. “Kenaikan pangkat ini bukan datang secara tiba-tiba. Namun, harus diraih dengan perjuangan yang sungguh-sungguh,” kata AKBP Andi Sinjaya.

Disamping itu, kata Kapolres, kenaikan pangkat tersebut juga berkat dukungan doa dari keluarga. Maka dari itu, dalam prosesi kenaikan pangkat ini pihaknya melibatkan istri dan anak anggota yang naik pangkat.

Baca juga :

“Kami berharap kenaikan pangkat akan lebih memotivasi personel dalam melaksanakan tugas dan meningkatkan kualitas kerja dalam melayanan masyarakat. Lebih profesional menjadi Polri Presisi dengan tetap berpegang teguh kepada aturan dan ketentuan hukum yang berlaku serta menjadi pelayanan, pelindung dan pengayom masyarakat profesional sehingga Polri semakin dicintai masyarakat,” jelas AKBP Andi.

Pihaknya juga berharap, kepada anggotanya yang naik pangkat sebagai pemicu semangat untuk mencapai prestasi dengan selalu meningkatkan kualitas kerja, pengetahuan dan keterampilan individu untuk menunjang pelaksanaan tugas Kepolisian sehari-hari. Adapun personel yang dinaikkan pangkat setingkat lebih tinggi sebanyak 63 personel, diantaranya Iptu ke AKP sebanyak 1 personel, AKP ke Kompol 1 personel, Aipda ke Aiptu 5 personel, Brigadir ke Bripka 1 personel, dan Bripda ke Briptu 30 personel.

Selesai upacara korps rapor dilanjutkan dengan tradisi penyiraman air kepada personel yang naik pangkat menggunkan mobil water canon oleh Kapolres Situbondo.

Sementara itu, dalam serangkaian peringatan HUT Bhayangkara, Forkopimda Situbondo pun juga menggelar kegiatan secara khusus. Yakni, mendatangi Mapolres secara bersama-sama seraya memberikan ucapan semangat dan motivasi. (her/gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Tim Opsnal Polres Situbondo Amankan 24 Kardus Kosmetik Diduga Ilegal

Diterbitkan

||

oleh

Tim Opsnal Polres Situbondo Amankan 24 Kardus Kosmetik Diduga Ilegal

Memontum Situbondo – Tim opsnal wilayah barat Polres Situbondo berhasil mengungkap dan mengamankan sebanyak 24 kardus kosmetik atau skincare yang diduga ilegal, Kamis (30/06/2022). Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan reseller dan agen berbagai produk kecantikan yang diduga tanpa dilengkapi dengan izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Mereka yang diamankan, berinisial S (24) dan SA (33), warga Desa Sumberpinang, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo. Keduanya, diketahui berperan sebagai reseller dan agen kosmetik, yang diduga ilegal tersebut.

Diperoleh keterangan, terungkapnya kedua terduga pelaku yang menjual produk kosmetik diduga ilegal, dengan modus mengganti logo kosmetik merk lain. Tim opsnal wilayah barat Polres Situbondo yang mendapat informasi itu, langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan keduanya.

Baca juga:

Kasi Humas Polres Situbondo, Iptu Achmad Sutrisno, membenarkan adanya pengungkapan agen kosmetik yang diduga ilegal. Selain menangkap kedua terduga, juga mengamankan 24 kardus kosmetik yang diduga ilegal.

“Untuk pengembangan penyelidikan, keduanya masih diminta keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Situbondo,” kata Iptu Achmad Sutrisno.

Menurut Iptu Achmad Sutrisno.

Ditambahkannya, jika keduanya terbukti, maka bisa dijerat dengan Pasal 197 Juncto pasal 106 Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. (her/gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Diduga Hubungan Arus Pendek, Dua Rumah Warga di Situbondo Terbakar

Diterbitkan

||

oleh

Diduga Hubungan Arus Pendek, Dua Rumah Warga di Situbondo Terbakar

Memontum Situbondo – Dua rumah yang diketahui milik Ahmad Jumali (50), warga Jalan Bekisar, Lingkungan DAM, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo, ludes dilahap si jago merah, Rabu (29/06/2022) tadi. Kuat dugaan, peristiwa itu terjadi akibat korsleting listrik dari salah satu ruangan.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00. “Saat kebakaran korban sedang berada di dalam rumah. Kemudian dia bangun tidur untuk menunaikan Salat Subuh,” ucapnya.

Tiba-tiba korban melihat kobaran api disertai kepulan asap hitam di atas atap rumahnya. Sontak ia langsung berteriak minta tolong. “Mendengar teriakkan tersebut, warga sekitar bersama-sama mendatangi lokasi kejadian. Dengan peralatan seadanya, meraka bahu-membahu memadamkan api dan menghubungi petugas Damkar,” ujar Puriyono.

Baca juga :

Selang beberapa menit kemudian, dua unit mobil Damkar milik Pemkab Situbondo tiba di lokasi kejadian. “Petugas Damkar langsung melakukan pemadaman dan pembasahan di TKP, dengan cepat kebakaran berhasil dipadamkan,” tuturnya.

Sekitar pukul 05.50, kobaran api berhasil dipadamkan. “Alhamdulillah kurang dari dua jam si jago merah berhasil dijinakkan. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kejadian tersebut. Namun akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian materil hingga Rp100 juta. Untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian,” jelas Puriyono. (her/gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler