Connect with us

Pemerintahan

40% Data Penerima BST Satu Desa Sudah Meninggal

Diterbitkan

||

Faisol, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Situbondo. (im)
Faisol, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Situbondo. (im)

Memontum Situbondo – Komisi I DPRD Kabupaten Situbondo, menemukan banyak nama orang sudah meninggal dunia yang terdata sebagai penerima BST (Bantuan Sosial Tunai) yang disalurkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Situbondo.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Situbondo, Faisol mengatakan, saat melakukan kunjungan kerja ke beberapa desa, pihaknya menemukan sekitar 40 persen penerima BST Kabupaten di salah satu desa sudah meninggal dunia.

“Di salah satu desa itu yang menerima BST dari Kabupaten sebanyak 69 orang. Namun, dari jumlah tersebut, sebanyak 30 nama penerima ternyata sudah meninggal dunia,” kata Faisol, Rabu (05/08/2020).

Menurutnya, data orang meninggal penerima BST itu konon sudah berbasis DTD-AKP, yaitu data yang selalu disebut-disebut paling valid yang dimiliki Pemkab Situbondo. Data warga miskin informasinya selalu diperbarui setiap tahunnya.

“Ini yang jadi persoalan setelah kami turun ke lapangan, karena setiap tahunnya Pemkab meng-update DTD-AKP,” ujar Faisol.

Masalah lainnya, kata Faisol, Pemkab Situbondo menyalurkan BST setelah Pemerintah Desa menyalurkan BLT Desa. Seharusnya, kata dia, penyaluran bantuan sosial di masa pandemi itu dilakukan secara runut dan saling melengkapi.

“Saya tidak tahu kenapa Pemkab justru menyalurkan bantuan setelah Pemdes menyalurkan BLT Desa. Jadi Pemdes tak bisa back up warga miskin yang tidak masuk BST Pemkab,” katanya.

Faisol menegaskan, pihaknya ingin bertemu dengan Satgas untuk membahas masalah data penerima bantuan sosial akibat pandemi virus Corona. Sebab Pemdes sangat kebingungan harus menyandingkan data bantuan agar tak terjadi tumpang tindih.

“Ini masalah serius, sudah banyak Ketua RT mundur gara-gara bantuan sosial covid ini. Carut marutnya data penerima diperparah lagi dengan data DTD AKP yang juga dipertanyakan validitasnya,” pungkasnya. (im/mzm)

 

Pemerintahan

Pemkab Situbondo Distribusikan 2.842 Kartu KIS PBID

Diterbitkan

||

Memontum Situbondo – Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) peserta bantuan iuran daerah (PBID) di wilayah Kabupaten Situbondo, Senin (25/01) tadi.

Dalam pelaksanaan yang berlangsung di Ruang Graha Wiyata Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Situbondo, turut hadir Sekretaris Daerah, Drs. H.Syaifullah MM.

Sekda Situbondo, dalam kesempatan itu juga secara simbolis menyerahkan kartu Indonesia sehat (KIS) kepada empat orang perwakilan. Didampingi, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo dan Perwakilan BPJS Kesehatan cabang Situbondo.

Tampak hadir pula dalam pelaksanaan itu, Kabid SDK pada Dinas Kesehatan, Kepala OPD terkait, Kepala desa dan Lurah Se-Kab Situbondo, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Situbondo, serta undangan lain.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat miskin Kabupaten Situbondo. Melalui jaminan kesehatan nasional (JKN), dengan harapan Kabupaten Situbondo, dapat mencapai cita-cita besar yaitu seluruh warga Kabupaten Situbondo memiliki JKN,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo Bapak H. Imam Hidayat S.Kep.,M.Kes.Ners.

Penanggungjawab pelaksanaan kegiatan ini, tambahnya, adalah bidang pelayanan dan sumber daya kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo.

Sekretaris Daerah, Drs. H. Syaifullah MM, dalam sambutannya mengatakan bahwa kesehatan merupakan kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh seluruh masyarakat. Oleh karena itu, program kesehatan harus dilaksanakan dengan transparan dan jelas sehingga tidak timbul permasalahan bagi masyarakat miskin Kabupaten Situbondo.

Sekedar di ketahui, jumlah penduduk Kabupaten Situbondo yang didaftarkan ke BPJS Kesehatan oleh Pemkab Situbondo, pada akhir Desember 2020 sebanyak 20.980 orang. Kemudian, dilakukan penon-aktifan sejumlah 2.728 orang, dikarenakan ada peningkatan status kemiskinan dari status sebelumnya.

“Sangat miskin dan miskin dengan melakukan updating kepesertaan melalui sinkronisasi penetapan DTD AKP tahun 2020,” ujar Imam Hidayat.

Lebih lanjut Imam Hidayat menegaskan, penambahan kepesertaan dengan memasukkan penduduk dengan kriteria sangat miskin dan miskin penetapan AKP tahun 2020 sebanyak 2.842 orang. “Sehingga, total penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah per 1 januari 2021 sebanyak 21.125 orang,” imbuh Imam Hidayat.

Sedangkan PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah) dan BP (Bukan Pekerja) yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah, adalah istilah baru di tahun 2021 untuk mengganti PBI APBD, dengan tidak ada lagi istilah PBI APBD. PBI hanya digunakan untuk penduduk miskin yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Pusat.

Imam Hidayat berharap, agar desa bisa melakukan pendataan AKP dengan benar. Sehingga, tidak ada hak penduduk miskin yang dikorbankan. Misalnya, dengan di non-aktifkan kartu KISnya padahal statusnya masih miskin.

“Sehingga yang bersangkutan tidak memperoleh akses pelayanan kesehatan,” papar Imam Hidayat.

Pemerintah Kabupaten Situbondo, ujarnya, telah mendistribusikan 2.842 KIS PBID. Untuk saat ini (tahap 2), tentang pemberian jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin berupa KIS.

“Pemerintah Kabupaten Situbondo, telah mendaftarkan sejumlah 21.125 warga miskin per 1 januari 2021 ke BPJS Kesehatan. Namun, yang layak terbit dan didistribusikan saat ini baru 2.842 KIS,” paparnya. (her/ed2)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Jadikan Situbondo Pusat Budidaya Sorgum, Pemkab Gandeng PT Sorgum Koltim Sejahtera

Diterbitkan

||

Pemkab Situbondo saat teken MoU dengan PT. Sorgum Koltim Sejahtera di Kebun Bening Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.

Memontum Situbondo – Pemerintah Kabupaten Situbondo bertekad menjadikan Kota Bumi Sholawat, sebagai pusat budidaya tanaman sorgum di Indonesia.

Komitmen tersebut, dibuktikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Sorgum Koltim Sejahtera di Kebun Bening Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Kamis (21/01) tadi.

Hadir dalam acara tersebut, Plt. Bupati Situbondo Yoyok Mulyadi, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holticultura dan Perkebunan Sentot Sugiono, Kabag Humas Agung, Presiden PT Sorgum Koltim Sejahtera H. Mohammad Hendry Sultan Caniago dan petani Sorgum di Desa Gelung.

Plt. Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi, dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Pemkab Situbondo melalui Dinas Tanaman Pangan, Holticultura dan Perkebunan, melakukan uji coba penanaman sorgum di lahan yang kurang produktif.

Meski begitu, hasilnya terbilang menjanjikan yakni rata-rata dalam 1 hektar lahan menghasilkan 3 ton sorgum.

“Kita uji coba kok hasilnya memuaskan. Alhamdulillah, ketemu dengan Presiden PT. Sorgum Koltim Sejahtera dan mereka siap mendampingi dan membeli hasil panen petani,” kata Yoyok Mulyadi.

Yoyok menambahkan, keuntungan dari budidaya tanaman sorgum yaitu tidak mengurangi luas lahan subur.

Dirinya mengatakan, telah menginstruksikan kepada Dinas Tanaman Pangan, Holticultura dan Perkebunan, untuk mendata lahan-lahan yang tidak produktif untuk kemudian dilanjutkan dengan kontrak kerja dengan PT. Sorgum Koltim Sejahtera.

“Ini sudah ada MOU. Saya sudah utus Pak Kadis, untuk mendata lahan agar segera ada kerjasama,” terangnya.

Presiden PT. Sorgum Koltim Sejahtera, H. Mohammad Hendry Sultan Caniago, mengapresiasi langkah Pemkab Situbondo yang bertekad menjadikan Kabupaten Situbondo sebagai kota sorgum. “Alhamdulillah, kita sepakat semua mewujudkan cita-cita ini,” ucap Hendry.

Lebih lanjut Hendry menjelaskan, keuntungan bagi para petani yang menanam sorgum antara lain harga sorgum kering di pasar nasional mencapai 40 ribu perkilo.

Sehingga, bisa meningkatkan perekonomian. Selain itu, tanaman sorgum mudah tumbuh di wilayah tandus dan saat ini sorgum telah menjadi tanaman ketahanan pangan nasional.

“Keuntungan bagi petani banyak. Harga di pasar nasional Rp 40 ribu perkilo, mudah ditanam di lahan manapun, terakhir menjadi ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holticultura dan Perkebunan, Sentot Sugiono, mengatakan kalau saat ini total luas lahan marginal ada 31 ribuh hektar. Dari total luas lahan tersebut sekitar 15 ribuh hektar cocok untuk budidaya tanaman sorgum.

“Kita ada lahan marginal 31 ribuh hektar, kira-kira separuh itu cocok untuk sorgum,” kata Sentot.

Masih menurut Sentot, selama ini masalah yang dihadapi oleh Dinas Tanaman Pangan, Holticultura dan Perkebunan kesalahan dalam memilih lahan.

Berikutnya pemilihan varietas yang cocok belum sepenuhnya diketahui oleh Dinas. Terakhir masalah pemasaran sorgum yang masih sulit.

“Di awal, kendala yang kita dihadapi terkait lahan yang cocok ditanami sorgum ini kita belum tahu. Masalah varietas, itu ada enam varietas sorgum yang kita kembangkan. Ternyata, yang cocok varietas 1, terakhir pemasaran,” tegas Sentot. (her/ed2)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Peringati HSN ke-75, Gubernur Jatim Gowes Bareng Forkopimda Situbondo

Diterbitkan

||

Suasana pelepasan Gowes bareng Gubernur Jatim. (her)
Suasana pelepasan Gowes bareng Gubernur Jatim. (her)

Memontum Situbondo – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-75, Gubernur Jawa Timur Dra Hj Khofifah Indar Parawansa M.Si. bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Situbondo melaksanakan Gowes Bareng, Minggu (25/10/2020) pagi.

Gowes Bareng Gubernur Jatim tersebut, mengambil start dan finis di depan Pendopo Kabupaten Situbondo Jalan Kartini Situbondo dan menempuh jarak kurang lebih 7 kilo meter. Sebelum kegiatan gowes dilaksanakan, terlebih dahulu melaksanakan senam bersama Gubernur Jatim.

Rute gowes yang di lalui Gubernur Jatim bersama Forkopimda Situbondo start di depan pendopo Jalan Kartini Situbondo, melewati Jl Kyai As’ad Syamsul Arifin, Jl A. Yani, Jl Basuki Rahmad, Jl Irian Jaya. Di Jalan Irian Jaya, tepatnya di depan Pasar Mimbaan Baru, Gubernur Jatim bertemu dengan masyarakat dengan membagi-bagikan sembako.

Usai menemui masyarakat di Pasar Mimbaan Baru, rombongan gowes Gubernur Jatim tersebut, melanjutkan rute gowesnya melewati Jl Diponegoro, Jl A Jakfar, Jl Sucipto, Jl Wijaya Kusuma lalu mampir ke pengrajin Batik Rodiyah.

Selesai mengunjungi Batik Rodiyah, kembali rombongan gowes Gubernur Jatim melanjutkan rute gowesnya ke Radio Bhasa FM di Jl Anggrek untuk melaksanakan siaran live. Dan setelah melakukan siaran live di Radio Bhasa FM, rombongan gowes Gubernur Jatim menuju garis finis melewati Jl Anggrek, JL WR Supratman, Jl PB Sudirman dan finis di pendopo Jl Kartini Situbondo.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Heru Tjahjono MM, ketika melepas rombongan Gowes Gubernur Jatim dan Forkopimda Situbondo mengatakan, Goes bersama Gubernur Jawa Timur ini dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-75 dan sosialisasi tentang penggunaan masker serta penanganan ekonomi.

“Dengan Tema, Santri Sehat Indonesia kuat, mudah-mudahan Santri Milenial di jaman sekarang, bukan hanya santri yang pintar mengaji saja, namun santri yang bisa berkreasi dan berinovasi untuk kemajuan bangsa Indonesia,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Heru Tjahjono MM saat memberikan sambutan pada pelepasan Gowes Bareng Gubernur Jatim. (her/im/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler