Connect with us

Hukum & Kriminal

Cegah Gangguan Kamtibmas Malam Hari Raya Idul Adha, Polres Situbondo Razia Miras

Diterbitkan

||

Patroli Satsabhara Polres Situbondo saat melaksanakan razia minuman keras. (im)
Patroli Satsabhara Polres Situbondo saat melaksanakan razia minuman keras. (im)

Memontum Situbondo – Untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif jelang pengamanan malam hari raya Idul Adha 1441 H, Patroli Satsabhara Polres Situbondo melaksanakan razia minuman keras, Kamis (30/07/2020) pukul 14.15 wib.

Regu Patroli Satsabhara awalnya mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya warung yang diduga menjual minuman keras di jalan Sucipto Situbondo. Menerima laporan tersebut, petugas langsung menuju lokasi melakukan razia disebuah rumah warga dan menemukan miras jenis arak sebanyak 5 botol kecil dan 2 botol besar.

Kasat Sabhara Polres Situbondo AKP Mohammad Hasanudin SH menjelaskan kegiatan razia miras untuk mencegah gangguan kamtibmas dan kriminalitas pada malam Hari Raya Idul Adha 1441 H.

“ Razia dilakukan untuk mencegah gangguan kamtibmas pada malam hari raya Idul Adha, setelah dilakukan pendataan kemudian barang bukti miras disita dan kepada penjual miras dikenakan sangsi berupa tipiring, “ pungkasnya. (im/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Kapolres: Pelaku Kerusuhan di Situbondo Disinyalir Ada Oknum Anggota PSHT dari Luar Kabupaten

Diterbitkan

||

oleh

Salah satu korban pengrusakan rumah menunjukkan batu bata yang dilemparkan oknum anggota PSHT pada kaca rumahnya. (im)
Salah satu korban pengrusakan rumah menunjukkan batu bata yang dilemparkan oknum anggota PSHT pada kaca rumahnya. (im)

Memontum Situbondo – Pelaku kerusuhan yang terjadi di dua Desa yang dilakukan oleh sekelompok perguruan pencak silat hingga ratusan orang tersebut diduga oknum anggota PSHT dengan membabi buta melakukan penyerangan pada warga sekitar diperkirakan ada dari luar kota, seperti ada yang datang dari PSHT Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Bondowoso, Selasa (11/08/2020).

Hal tersebut dikatakan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Situbondo, AKBP Sugandi SIK M Hum, pelaku kerusuhan dan pengrusakan rumah, kios, lapak pedagang dan pemecahan kaca mobil milik warga Desa Sekarputih, Kecamatan Panji dan warga Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo bukan hanya dilakukan oleh oknum anggota PSHT dari Situbondo saja, namun ada yang datang dari anggota PSHT Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Bondowoso.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Situbondo AKBP Sugandi SIK M Hum saat diwawancarai wartawan Memo X. (im)

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Situbondo AKBP Sugandi SIK M Hum saat diwawancarai wartawan Memo X. (im)

“Dari hasil pemeriksaan saksi korban dan anggota PSHT, ada informasi pelaku pengrusakan tersebut juga datang dari luar Kabupaten Situbondo, yakni Kabupaten Jember, Banyuwangi dan Bondowoso. Mereka ikut bergabung melakukan penyerangan ke Desa Kayuputih dan Trebungan,” jelas Kapolres Sugandi saat diwawancarai puluhan wartawan.

Sambung Kapolres Situbondo, dari pemeriksaan 21 saksi anggota PSHT, ada 6 orang pelaku yang akan ditingkatkan menjadi tersangka.

“Mereka akan kita tahan dan di jerat dengan pasal 170, pasal 160 KUHP dan pasal-pasal lainnya. Semua pelaku murni tindakan kriminalitas,” ujarnya.

Lebih lanjut Ajun Komisaris Besar Polisi Sugandi SIK M Hum menerangkan, dengan adanya 6 orang oknum anggota PSHT akan dijadikan tersangka pada hari ini, maka pihak Kepolisian Resort Situbondo akan terus melakukan pengembangan hingga semua para pelaku kerusuhan tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum.

“Para pelaku pengrusakan yang terjadi pada Senin (10/08/2020) dini hari akan dilakukan tindakan tegas dan mungkin saja akan ada tersangka-tersangka baru. Karena saat terjadi kerusuhan jumlah orang oknum anggota PSHT sangat banyak sekali,” pungkasnya. (im/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Ditinggal Kerja, Rumah dan Kandang Sapi di Situbondo Ludes Dilalap Api

Diterbitkan

||

oleh

Rumah semi permanen milik Sugiyanto (60) tampak ludes terbakar. (her)
Rumah semi permanen milik Sugiyanto (60) tampak ludes terbakar. (her)

Memontum Situbondo – Ditinggal bekerja mencari pasir di sungai, rumah semi permanen milik Sugiyanto (60), warga Dusun Kotakan Tengah, Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo Kota, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur hangus dilalap si jago merah atau terbakar, Senin (10/8/2020) siang.

Selain itu, kandang sapi milik korban juga ikut hangus terbakar dilalap si jago merah. Rumah semi permanen dari papan kayu dan kandang sapinya, kondisinya rata dengan tanah. Selain itu, seluruh perabot rumah tangga milik korban juga menjadi arang.

Kerugian materi akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp.30 juta lebih. Tidak ada korban luka dalam peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Sebab, saat kejadian rumah dalam kondisi kosong, Sugiyanto selaku pemilik sedang bekerja mencari pasir di sungai, sedangkan istrinya sedang berjualan jihu didepan SMP Negeri 2 Situbondo.

Diperoleh keterangan, pertama kali, kebakaran rumah dan kandang sapi tersebut diketahui oleh tetangga dekatnya, bernama Maryanto. Begitu mengetahui rumah tetangganya terbakar, bapak satu anak ini berteriak histeris meminta tolong. Hanya dalam hitungan menit, puluhan warga mendatangi lokasi kejadian, mereka berupaya memadamkan kobaran api dengan menggunakan alat seadanya.

Namun, kobaran api yang membakar rumah dan kandang sapi milik korban berhasil dipadamkan, satu jam setelah kejadian. Itu pun setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemkab Situbondo datang ke lokasi kejadian.

“Begitu mengetahui rumah Pak Sugiyanto terbakar, saya dan puluhan warga memadamkan kobaran api menggunakan alat seadanya. Karena jika tidak segera dipadamkan, kebakaran itu akan merembet ke rumah yang lain,” kata Maryanto.

Puryono koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo membenarkan peristiwa kebakaran rumah dan kandang sapi milik korban Sugiyanto. Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti, penyebab kebakaran.

“Kerugian materi akibat kebakaran rumah dan kandang diperkirakan mencapai Rp 30 jutaan,” ujar Puryono. (her/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Ratusan Orang Diduga Anggota PSHT Kembali Serang Warga Desa Kayuputih

Diterbitkan

||

oleh

Rumah warga yang dirusak ratusan orang diduga dari anggota PSHT. (im)
Rumah warga yang dirusak ratusan orang diduga dari anggota PSHT. (im)

Memontum Situbondo – Pasca insiden bentrok antara gerombolan orang yang diduga dari perguruan pencak silat PSHT kontra warga Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang terjadi pada hari Minggu (09/08/2020) sore. Pada Senin (10/08/2020) sekitar pukul 03.00 pagi, ratusan orang diduga anggota PSHT kembali melakukan penyerangan terhadap warga Desa Kayuputih.

Dalam penyerangan kali kedua itu, ratusan orang yang diduga dari perguruan PSHT tersebut merusak sejumlah mobil dan memporak porandakan puluhan rumah dengan cara dilempari batu. Tidak hanya itu, ratusan orang itu yang menurut keterangan warga setempat membawa berbagai macam senjata tajam (sajam), juga membakar kios bensin dan merusak empat mobil yang sedang diparkir dihalaman rumah warga.

“Kejadiannya sekitar pukul 03.00 pagi. Ratusan orang yang datang kesini itu membabi buta dengan melempari rumah dan mobil saya hingga kacanya pecah. Mereka juga membawa sajam,” kata Subairi (50) warga Dusun/Desa Kayuputih RT 02 RW 02 Kecamatan Panji, Senin (10/8/2020) pagi.

Menurut Subairi, saat terjadi penyerangan dirinya bersama keluarga lebih memilih tetap tinggal di dalam rumah meskipun mobil dan rumahnya dilempari batu. Sebab, kalau nekat keluar rumah tidak menutup kemungkinan dirinya dan keluarganya akan menjadi korban.

“Terus terang, gerombolan orang yang membuat anarkis, membuat saya dan keluarga ketakutan dan memilih diam di dalam rumah. Setelah mereka pergi, saya lihat kaca rumah dan dua mobil sudah pecah berantakan. Saya berharap ada penjagaan yang ketat dari aparat TNI khususnya Kodim Situbondo, Polres dan pihak terkait agar tidak terulang kembali,” imbuhnya.

Baca : 5 Warga Kayuputih Terluka Bentrok dengan Konvoi PSHT

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Situbondo, AKBP Sugandi SIK M Hum yang turun langsung ke TKP mengatakan, dengan adanya insiden tersebut, aparat kepolisian dari Polres Situbondo sedang melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap ratusan orang diduga dari perguruan silat yang diduga melakukan tindak anarkis terhadap warga.

“Saat ini kita masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku dan mengumpulkan sejumlah barang buktinya. Sebab tidak dibenarkan, adanya perbuatan anarkis yang meresahkan warga dan akan diproses secara hukum,” pungkasnya. (im/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler