Connect with us

Hukum & Kriminal

Jalur Pantura Hutan Baluran Situbondo Kembali Makan Korban

Diterbitkan

||

Polisi saat mengevakuasi korban MD akibat kecelakaan tunggal dari dalam jurang Baluran Situbondo. (tik/im)
Polisi saat mengevakuasi korban MD akibat kecelakaan tunggal dari dalam jurang Baluran Situbondo. (tik/im)

Memontum Situbondo – Naas dialami Nanti Hariningsih (52), asal Dusun Cotek Sidodadi RT 01, RW 01, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Mengalami kecelakaan tunggal di jalan raya Baluran Situbondo tepatnya di KM 237.700 arah Surabaya , Selasa (28/07/2020) pagi.

Keterangan yang berhasil dihimpun wartawan Memo X di lokasi, kejadian kecelakaan naas itu terjadi korban saat usai mengantar putranya ke Kabupaten Banyuwangi dengan mengendarai sepeda motor bernomor Polisi, P 4421 FQ, hingga di lokasi kejadian tepatnya di KM 237.700 arah Surabaya, korban mengalami selip pada saat kondisi jalan menikung dan menghantam pembatas jalan. Hingga terlempar kejurang sebelah kiri.

Kemudian, Kanit lantas 90.5 Baluran Polres Situbondo bersama anggota dan relawan Baluran, langsung mengevakuasi korban ke RSUD Asembagus menggunakan mobil ambulance milik Puskesmas Banyuputih, sementara satu unit sepeda motor diamankan di Poslantas Baluran, Polsek Banyuputih.

Kanit Lantas 90.5 Baluran Polres Situbondo Erfan Kristanto saat dikonfirmasi wartawan Memo X terkait kecelakaan tersebut, membenarkan adanya kecelakaan tunggal yang mengalami selip dan menabrak pembatas jalan sebelah kiri. Korbannya langsung meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

“Korban mengalami selip menabrak pembatas jalan sebelah kiri dan masih kami tangani, korban meninggal dunia akibat luka berat di bagian kepala dan pinggangnya, “pungkasnya. (tik/im/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Laka Tunggal di Jalan Baluran, Sopir Tewas Tergencet Body Mobil

Diterbitkan

||

Kondisi truk yang ringsek setelah oleng dan menabrak pohon di pinggir jalan. 
Kondisi truk yang ringsek setelah oleng dan menabrak pohon di pinggir jalan. 

Memontum Situbondo – Nasib naas pada insiden kecelakaan mengenaskan dialami Moch Hadjir (56), asal Kelurahan Kedurus Gg. 3/ 30 RT 02, RW 02 Kota Surabaya, meninggal dunia dilokasi kejadian dengan kondisi tergencet body mobil, Sabtu (24/10/2020) malam.

Kejadian laka lantas tunggal tersebut terjadi di jalur Pantura Hutan Baluran Situbondo KM 250 ke arah Surabaya pada pukul 19.00 WIB. Keterangan yang berhasil dihimpun dilokasi, kendaraan Truk Fuso dengan No Pol : N-9710-UR yang dikemudikan korban (Moch Hadjir) semula melaju dengan kecepatan sedang dari arah Banyuwangi ke arah Situbondo. Mendadak sampai dilokasi kejadian, truk Fuso yang dikemudikannya oleng dan menabrak pohon dipinggir jalan.

Petugas Lantas 90.5 Baluran Situbondo bersama anggota Polsek Banyuputih, mendatangi TKP langsung melakukan evakuasi korban MD. (tik)

Petugas Lantas 90.5 Baluran Situbondo bersama anggota Polsek Banyuputih, mendatangi TKP langsung melakukan evakuasi korban MD. (tik)

Dari sejumlah keterangan di lokasi menyebutkan, sopir berada dibawah bak truk yang dikemudikannya. Diduga saat kondisi truk oleng dan menabrak pohon sopir meloncat dari kabin mobil, korban (sopir) mengalami luka serius dibagian tubuhnya, dan mengalami patah tulang sehingga meninggal dunia dilokasi kejadian, proses evakuasi berjalan dramatis.

Lantas 90.5 Baluran Polres Situbondo dikonfirmasi melalui Kapolsek Banyuputih, AKP Heru Purwanto mengatakan, petugas Lantas Baluran bersama anggota Polsek Banyuputih mendatangi TKP langsung melakukan evakuasi korban ke Rumah Sakit (RS) terdekat, untuk barang bukti satu unit kendaraan sudah diamankan ke Pos Lantas Baluran Situbondo.

“Diduga sebelum terjadi kercelakaan, sopir atau korban meloncat dari mobil, satu orang meninggal dunia dalam kejadian itu, untuk kerugian materi sekitar 5 juta rupiah,” kata Kapolsek Banyuputih AKP Heru, Minggu (25/10/2020) pagi. (tik/mzm)

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Telusuri Postingan di FB Polres Amankan 47 Botol Miras

Diterbitkan

||

47 botol Miras jenis arak yang diamankan Polisi. (im)
47 botol Miras jenis arak yang diamankan Polisi. (im)

Memontum Situbondo – Berawal dari postingan di media sosial facebook, Patroli Sabhara bersama Unit Opsnal Intelkam Polres Situbondo mengamankan puluhan botol minuman keras (Miras) jenis arak, Sabtu (17/10/2020) malam.

Regu patroli Sabhara Polres Situbondo dipimpin Brigadir Ari Satriya menerima laporan masyarakat terkait adanya postingan di facebook grup Jual Beli Situbondo oleh akun I Dewa Santika “Ready Stock arak asli karangasem ….. “. Setelah menelusuri postingan tersebut, regu patroli Sabhara Polres Situbondo melakukan kontak dan langsung menyaru sebagai pembeli.

Kemudian, petugas regu patroli sekitar pukul 22.30 WIB melakukan transaksi di jalan Wijaya Kusuma (stadion). Setelah bertemu dengan penjual yang berinisial NF (40), warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, petugas patroli mengamankan penjual berikut barang bukti minuman keras jenis arak sebanyak 47 botol kemasan 600 ml.

Kasat Sabhara Polres Situbondo AKP Lukman Hadi SH mengatakan, penjual minuman keras sudah diamankan ke Mapolres Situbondo berikut barang bukti 47 botol miras yang kemudian terhadap penjual dikenakan sanksi Tipiring. “Kita lakukan pembinaan, pendataan dan diproses Tipiring,“ kata AKP Lukman. (im/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca

Bondowoso

Mayat Memakai Kateter Ditemukan Membusuk di Selokan Air

Diterbitkan

||

Petugas mengevakuasi mayat.
Petugas mengevakuasi mayat.

Memontum Situbondo – Mayat Mattasan (80), asal RT. 02, RW. 02, Desa Wringin anom, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Ditemukan membusuk di saluran air, tepatnya di pinggir jalan Pantura sepanjang jalan raya Banyuputih, Kamis (15/10/2020).

Temuan mayat bernama Mattasan pertama kali diketahui oleh Wahyudi (40), ia curiga dengan bau busuk menyengat dari sebrang jalan rumahnya.

Saat dikroscek sumber bau tersebut oleh Wahyudi, asal Desa Banyuputih, ternyata jasad itu adalah Mattasan, dengan kondisi memprihatinkan, posisi terletang diselokan berbau busuk penuh belatung, lebih ironis korban masih menggunakan Kateter (biasa digunakan pasien untuk membantu mengosongkan kandung kemih), pada alat kelaminnya.

Keterangan Deny ketua RT Desa Setempat, Mattasan memiliki penyakit pada saluran kencing, korban dikerahui saat berjalan selalu menggunakan Kateter dan timba.

“Ini sudah kurang lebih tiga hari tidak diketahui mondar mandir, saya mendapat informasi dari warga kalo Mattasan sudah meninggal, ada kemungkinan ia terjatuh ke selokan tidak diketahui warga dan meninggal,” ungkap Deny.

Korban sebelumnya menempati rumah gubuk di jalan Pantura Banyuputih seorang diri, selama hidupnya sering dibantu warga sekitar dan keluarganya, korban memili menetap dirumah gubuk dipinggir jalan daripada berkumpul dengan keluarganya di Desa Wringin Anom Kecamatan asembagus.

Dari penemuan mayat tersebut, Kapolsek Banyuputih bersama anggota, serta Komandan koramil Banyuputih bersama Babinsa mendatangi lokasi kejadian dan langsung mengevakuasi korban ke ruang Jenasah RSUD Asembagus. Menggunakan ambulance RS Asembagus.

Kapolsek Banyuputih. AKP. Heru Purwanto. SH, membenarkan temuan mayat tersebut. “Sudah kami tangani dan saat ini sudah dievakuasi ke rumah sakit dan keluarga sudah mengetahui kejadian itu, korban meninggal diduga terjatuh ke parit di pinggir jalan Pantura Banyuputih,” kata Kapolsek Banyuputih. (tik/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler