Connect with us

Pemerintahan

Pemanfaatan Teknologi Silase pada Hijauan Tanaman Sorgum

Diterbitkan

||

DIGILING: Tanaman Sorgum. (her/im)
DIGILING: Tanaman Sorgum. (her/im)

Memontum Situbondo – Tanaman sorgum yang terdiri dari biji sorgum dan hijauan sorgum berpotensi sebagai pakan ternak. Sorgum merupakan tanaman serealia yang berpotensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Situbondo, karena toleran terhadap kekeringan dan genangan air dapat berproduksi pada lahan marjinal, serta relatif tahan terhadap gangguan hama atau penyakit.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Situbondo Drh Moh Syaifudin Riwansyah mengatakan, bahwa melalui teknologi silase ini yang merupakan teknologi yang sudah cukup tua yang kita punyai, artinya teknologi yang sudah cukup tua tersebut kita insyaallah sudah paham betul.

” Jadi proses silase adalah proses ketika kita panen hijauan yang cukup banyak itu nanti bisa kita simpan, diawetkan tapi tanpa pengawet lho, ini proses pengawetan alami, ” katanya, Selasa (21/07/2020).

Menurutnya, diawetkan sampai dengan ketika dibutuhkan pakan tersebut, baru kita gunakan dalam kondisi yang nutrisinya oke. Kemudian daya cerna apalagi lebih baik.

” Kemudian nilai kesukaan (palatabilitas, atau bahasa peternakannya, red) lebih baik dan meningkat, sehingga akan terjadi peningkatan produktifitas ternak yang bagus, “tuturnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Kepala DPKH yang akrab dipanggil Pak Udin itu, dengan cara pemakaiannya tentu setelah kita buka dan kita angin-anginkan dahulu selama 10 menit. Namun jangan setelah dibuka kemudian langsung diberikan.

” Dan itu aman untuk ternak kita, produksifitasnya sangat baik, ” jelasnya.

Sambung Pak Udin, oleh karena itu sebenarnya kalau kita manfaatkan semuanya ya,, itu niranya harus diambil dahulu supaya manfaatnya berganda. Kalau niranya kita ikutkan dengan pakan ternak memang kualitas nutrisinya akan tambah bagus bagi ternak, itu tidak ada persoalan.

” Kita sudah lakukan uji coba dengan yang utuh juga (maksud utuh tanpa diperas niranya, red) bahkan yang diperas niranya juga sudah, ” ucapnya.

Lanjut Pak Udin, nah.. sementara yang sudah diperas niranya itu sudah memenuhi untuk kebutuhan nutrisi yang berkualitas dan itu masih murah, apalagi kalau ditambah niranya tidak diperas misalnya, itu nutrisinya tentu lebih bagus.

” Hanya saja memang kadang-kadang perlakuan ini kan masing-masing yang sudah punya jam terbang dan yang coba-coba ini kadang-kadang berbeda, “tukasnya.

Lebih jauh disebutkan Pak Udin, justru melalui proses silase ini mengamankan dari bakteri pencernaan ternak. Maka jauh lebih aman dari pada saat memberikan dalam bentuk hijauan segar yang tanpa perlakuan silase.

” Masa proses silase ini harus juga kita perhatikan. Sehingga jangan sampai baru seminggu, baru 4 hari ini langsung diberikan akan jadi persoalan baru sesuai SOP nya dan kita masih baru mengawali serta dalam tahap belajar sambil lalu kita mempersiapkan hal-hal tehnis, “ujarnya.

Menurutnya, hasil proses teknik silase pada hijauan sorgum ini mempunyai nilai ekonomis tinggi, harga silase sorgum bisa mencapai 650 rupiah/kg nya.

” Kemudian juga daya pengembangan sorgum untuk pakan ternak masih sangat dibutuhkan, karena adanya populasi ternak di Kabupaten Situbondo yang sangat banyak, “ungkapnya.

Ditambahkan Pak Udin, salah satu kendala penyediaan hijauan pakan di Situbondo adalah penyediaan sepanjang tahun yang tidak kontinyu, pada musim penghujan produksi hijauan melebihi kebutuhan dan pada musim kemarau produksi hijauan kurang dari kebutuhan.

” Kendala tersebut dapat diatasi melalui usaha-usaha pengawetan hijauan pakan pada saat produksinya melimpah dengan penerapan teknologi fermentasi berupa teknologi silase. Kajian pertama untuk menguji kualitas nutirisi tanaman sorgum serta menguji efektivitas penambahan sorgum yang difermentasi, “imbuhnya.

Tidak hanya itu saja yang disampaikan Pak Udin, namun dia juga menjelaskan, hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman sorgum memiliki kualitas sama. Baik yang dihasilkan dari tanaman sorgum waktu fermentasi dan umur panen terhadap kualitas silase tanaman sorgum.

” Hasil yang didapatkan kualitas silase yang lebih baik diantara waktu fermentasi lainnya. Umur panen terbaik untuk menghasilkan silase yang berkualitas, “pungkasnya. (her/im/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Peringati HSN ke-75, Gubernur Jatim Gowes Bareng Forkopimda Situbondo

Diterbitkan

||

Suasana pelepasan Gowes bareng Gubernur Jatim. (her)
Suasana pelepasan Gowes bareng Gubernur Jatim. (her)

Memontum Situbondo – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-75, Gubernur Jawa Timur Dra Hj Khofifah Indar Parawansa M.Si. bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Situbondo melaksanakan Gowes Bareng, Minggu (25/10/2020) pagi.

Gowes Bareng Gubernur Jatim tersebut, mengambil start dan finis di depan Pendopo Kabupaten Situbondo Jalan Kartini Situbondo dan menempuh jarak kurang lebih 7 kilo meter. Sebelum kegiatan gowes dilaksanakan, terlebih dahulu melaksanakan senam bersama Gubernur Jatim.

Rute gowes yang di lalui Gubernur Jatim bersama Forkopimda Situbondo start di depan pendopo Jalan Kartini Situbondo, melewati Jl Kyai As’ad Syamsul Arifin, Jl A. Yani, Jl Basuki Rahmad, Jl Irian Jaya. Di Jalan Irian Jaya, tepatnya di depan Pasar Mimbaan Baru, Gubernur Jatim bertemu dengan masyarakat dengan membagi-bagikan sembako.

Usai menemui masyarakat di Pasar Mimbaan Baru, rombongan gowes Gubernur Jatim tersebut, melanjutkan rute gowesnya melewati Jl Diponegoro, Jl A Jakfar, Jl Sucipto, Jl Wijaya Kusuma lalu mampir ke pengrajin Batik Rodiyah.

Selesai mengunjungi Batik Rodiyah, kembali rombongan gowes Gubernur Jatim melanjutkan rute gowesnya ke Radio Bhasa FM di Jl Anggrek untuk melaksanakan siaran live. Dan setelah melakukan siaran live di Radio Bhasa FM, rombongan gowes Gubernur Jatim menuju garis finis melewati Jl Anggrek, JL WR Supratman, Jl PB Sudirman dan finis di pendopo Jl Kartini Situbondo.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Heru Tjahjono MM, ketika melepas rombongan Gowes Gubernur Jatim dan Forkopimda Situbondo mengatakan, Goes bersama Gubernur Jawa Timur ini dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-75 dan sosialisasi tentang penggunaan masker serta penanganan ekonomi.

“Dengan Tema, Santri Sehat Indonesia kuat, mudah-mudahan Santri Milenial di jaman sekarang, bukan hanya santri yang pintar mengaji saja, namun santri yang bisa berkreasi dan berinovasi untuk kemajuan bangsa Indonesia,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Heru Tjahjono MM saat memberikan sambutan pada pelepasan Gowes Bareng Gubernur Jatim. (her/im/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pemkab Deklarasi Tolak Kekerasan Anarkis dan Berita Hoax

Diterbitkan

||

Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH saat memberikan sambutan. (im)
Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH saat memberikan sambutan. (im)

Memontum Situbondo – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Situbondo, AKBP Achmad Imam Rifai SH SIK M PICT M ISS menghadiri Deklarasi dan pernyataan sikap menolak kekerasan anarkis dan berita hoax di Kabupaten Situbondo, Jum’at (16/10/2020).

Kegiatan Deklarasi yang digelar di pendopo Kabupaten Situbondo dihadiri oleh Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto SH, Dandim 0823, Letkol Inf Neggy Kuntagina SIP, Ketua PN Situbondo, I Ketut Suarta SH MH, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Situbondo, Bebry SH,

Ketua MUI KH Syaiful Muhyi, Ketua FKUB, H Yusron Sahrowi, Wakil Ketua SPSI, Kabid PPD HMI, Kasubid Lembaga Politik Bakesbangpol, Sekretaris FSPSI, Ketua ITI Disnaker, perwakilan sekolah SMA, SMK dan SMP serta Pramuka di Kabupaten Situbondo.

Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH dalam sambutannya mengatakan, deklarasi bersama menolak kekerasan anarkis dan berita hoax menyikapi situasi kamtibmas khususnya di Kabupaten Situbondo agar seluruh masyarakat mewaspadai berita atau informasi hoax yang dapat menimbulkan situasi tidak kondusif.

“Pemerintah tidak melarang penyampaian pendapat, namun hendaknya dilakukan sesuai prosedur dan tidak anarkis,” katanya.

Acara ditutup dengan penandatanganan deklarasi dan pernyataan sikap menolak kekerasan anarkis dan berita hoax oleh Forkopimda dan peserta yang hadir. (im/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

DPUPR Situbondo Belum Tentukan Realisasi Terkait Jembatan Ambrol Desa Seletreng

Diterbitkan

||

Jembatan akses jalan penghubung di Desa Sletreng Kecamatan Kapongan.
Jembatan akses jalan penghubung di Desa Sletreng Kecamatan Kapongan.

Situbondo Memontum – Setelah menunggu perbaikan selama kurang lebih dua bulanan belum ada perbaikan, akibat ambrolnya akses jalan penghubung di Desa Sletreng Kecamatan Kapongan. Diketahui jalan tersebut bukan kewenangan Desa, namun kewenangan Kabupaten Situbondo.

Upaya yang dilakukan Kepala Desa Seletreng, Taufik Hidayat menyampaikan kepada kepala Dinas PUPR sudah dilakukan dan sudah menemukan titik terang, Dinas PUPR Situbondo sudah melakukan survei lokasi, sekalipun realisasinya belum jelas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Situbondo Gatot Siswoyo mengatakan, sudah disurve pada hari Senin. “Yang jelas sudah diperhatikan, untuk realisasinya belum kami tentukan yang jelas kami upayakan segera,” kata Kadis PUPR Situbondo, Selasa (13/10/2020).

Belum diketahui pasti penyebab ambrolnya jalan penghubung tersebut, kerusakan atau jalan ambrol dibagian gorong-gorong jembatan. Sambil menunggu perbaikan agar para pengguna jalan lebih berhati hati. (tik/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler