Connect with us

Kabar Desa

Pemdes Seletreng, Sambut Kedatangan Mahasiswa UMM

Diterbitkan

||

Pemdes Seletreng, Sambut Kedatangan Mahasiswa UMM

Memontum Situbondo – Pemerintah Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyambut sejumlah Mahasiswa dari berbagai program study Universitas Muhammadiyah (UMM) Malang, di Aula Kantor Desa Seletreng, Senin (20/07/2020) pagi. Kehadiran para Mahasiswa ini dalam rangka Melaksanakan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang akan berlangsung selama kurang lebih 30 hari kedepan atau satu bulan.

Kegiatan KKN yang dilaksanakan mulai dari tanggal 20 Juli sampai selesai, dimana nantinya para Mahasiswa akan memberikan pelatihan yang erat kaitannya dengan Kesehatan dan Pendidikan serta sesuai dengan tema yang diusung “Pemberdayaan Masyarakat Desa Dalam Menjaga Kelangsungan Hidup Selama Pandemi Covid-19”.

Selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan diri satu persatu dari belasan orang yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Seletreng tersebut.

Sementara itu, penyambutan para Mahasiswa ini disambut hangat oleh Bapak Taufik Hidayat selaku Kepala Desa beserta jajaran Pemerintah Desa.

 Taufik Hidayat, Kepala Desa Seletreng saat foto bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah (UMM) Malang. (im)

Taufik Hidayat, Kepala Desa Seletreng saat foto bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah (UMM) Malang. (im)

“Selamat Datang di Desa Seletreng, kami mengapresiasi atas masih dipercayanya kegiatan KKN di Desa Seletreng dan Semoga bisa bersinergi dengan Pemdes, Karang Taruna dan masyarakat,”ucapnya.

Taufik Hidayat dalam sambutannya menambahkan, adik-adik Mahasiswa UMM yang melaksanakan KKN ini semoga memberikan hal yang baik khususnya di bidang kesehatan, ekonomi dan sebagainya. Sehingga terbentuklah sumber daya manusia yang lebih tangguh baik di bidang kesehatan dan perekonomian. Juga yang bagus diterapkan dan yang jelek jangan terapkan.

“Pemdes siap membantu dan mendukung apa yang diperlukan oleh adik-adik Mahasiswa-mahasiswa KKN kalau butuh apa-apa tinggal koordinasi sama Kasi Kesra Desa,” katanya. (im/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Desa

Sublok Diduga Pilih Kasih, Petani di Kecamatan Arjasa Situbondo Mengeluh

Diterbitkan

||

oleh

Sublok Diduga Pilih Kasih, Petani di Kecamatan Arjasa Situbondo Mengeluh

Memontum Situbondo – Warga petani Dusun timur Curah, Krajan Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mengeluh tidak mendapatkan aliran air sawah, Senin (10/08/2020).

Seperti yang disampaikan oleh Sujibno (56), salah satu petani di Dusun Krajan mengatakan, ia tidak mendapatkan air kurang lebih sebulan yang lalu, padahal hampir setiap waktu ia melaporkannya ke petugas Sublok, agar lahan yang ditanami jagung (jagung merpati) sudah waktunya untuk dialiri air sawah.

Lahan di Dusun timur Curah, Krajan Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo

Lahan di Dusun timur Curah, Krajan Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo

“Sempat satu petak dialiri air saat itu, itupun air sisa. Saya berharap keesokan harinya dilanjutkan, namun dibiarkan sampai sekarang, jagung saya mulai mengering tanahnya sudah pecah pecah, tapi kenapa lahan tebu yang baru saja ditebang dialiri air, ini sebagai perbandingan saja,” ungkap Sujibno.

Ini bukan dialami Sujibno, masih banyak keluhan petani yang lainnya, namun tidak berani mengatakan khawatir lahan pertaniannya tidak mendapatkan air kalau melapor. Dan petani termasuk Sujibno khawatir gagal panen, dari penghasilan sebelumnya sekitar 7 juta rupiah, akan merosot bahkan rugi akibat kekurangan air.

Pantauan wartawan, Senin pukul 08.20 WIB, di lokasi mendapati lahan jagung mulai mengering serta kondisi tanahnya mulai pecah-pecah dan mengering. Kebutuhan air pertanian di Desa Kedungdowo, khususnya di Dusun Krajan, dari 36 Ha lahan pertanian, membutuhkan air irigasi.

Sementara air untuk pertanian dimusim kemarau mulai berkurang untuk memenuhi permintaan petani. Hingga berita ini ditulis, belum bisa menemui Himpunan Petani Paemakai Air (HIPPA) serta Sublok dan Kepala Desa di Desa Kedungdowo, terkait dengan keluhan petani tersebut.

Ditemui di kantor Desa, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Sayadi membantah di Desanya sejauh ini belum ada petani gagal panen, selama ini belum ada laporan untuk itu.

“Untuk air, itu sudah ada tugasnya masing masing melalui Sublok, kebutuhan air untuk saat ini semua petani akan merasakan hal yang sama, karena dari 36 hektar lahan pertanian yang semuanya membutuhkan air, namun bisa dibayangkan, satu minggunya hanya bisa mengairi sebanyak 3 hektar lahan, untuk mencukupi itu secara tidak langsung harus bergantian, itupun sudah dibantu progam bantuan Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT),” pungkasnya. (tik/im/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

Pertemuan Rutin BPD Desa Paowan, Wahana Komunikasi dan Penyatuan Visi

Diterbitkan

||

oleh

Pertemuan rutin BPD Desa Paowan wadah silaturahmi antar anggota agar terjalin Komunikasi yang baik dan juga sebagai forum untuk membahas aspirasi masyarakat desa Paowan. (her)
Pertemuan rutin BPD Desa Paowan wadah silaturahmi antar anggota agar terjalin Komunikasi yang baik dan juga sebagai forum untuk membahas aspirasi masyarakat desa Paowan. (her)

Memontum Memontum – Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya di singkat (BPD) adalah lembaga Implementasi Demokrasi dalam pemerintahan Desa berdasarkan Fungsi, bisa disebut sebagai Lembaga kemasyarakatan.

Menurut Undang-Undang Desa No.06 Tahun 2014 Bagian Ketujuh Tentang BPD dan juga SK Bupati Situbondo No 188/307/P/004.2/ Tahun 2019 mengatakan bahwa Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau yang disebut nama lain adalah lembaga yang melakukan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis.

Badan permusyawaratan ini merupakan wahana untuk melaksanakan demokrasi berdasarkan Pancasila dan berkedudukan sejajar dengan Kepala Desa serta menjadi mitra dari pemerintah desa yang turut membahas dan menyepakati berbagai kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

Dalam upaya meningkatkan kinerja kelembagaan di tingkat desa, BPD memperkuat kebersamaan serta meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Desa dan atau BPD memfasilitasi penyelenggaraan musyawarah desa.

Sebagai mitra kerja pemerintah desa, di desa Paowan, Kecamatan Panarukan, BPD berjumlah 9 orang anggota (dua diantaranya adalah perempuan) selalu melaksanakan pertemuan rutin di setiap bulannya yaitu tiap tanggal muda yang tempatnya selalu bergantian dari rumah anggota yang satu ke rumah anggota yang lain (anjangsana) di tiap pertemuannya.

Ketua BPD Desa Paowan, Lutfi Zainullah SH mengatakan, pertemuan rutin ini adalah sebagai wadah silaturahmi antar anggota agar terjalin komunikasi yang baik dan juga sebagai forum untuk membahas aspirasi masyarakat desa Paowan.

“BPD dan Pemerintah Desa adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Keduanya saling mengisi dan saling melengkapi satu sama lain. Kunci sukses dan keberhasilan pemerintahan desa itu simpel yakni keduanya saling bersinergi dan bekerjasama. Saya yakin itu akan mudah, bisa dibuktikan,” jelasnya.

Sambung Lutfi Zainullah, tidak sedikit desa yang tidak harmonis dengan BPD sehingga timbul permasalahan yang seharusnya tidak terjadi hanya karena kurangnya komunikasi dan sinergitas antara keduanya.

“Komunikasi yang berjalan kurang baik antara PEMDES dan BPD seringkali akan menimbulkan masalah di desa yang ujung-ujungnya akan meresahkan masyarakat kita juga. Selain itu juga akan menghambat jalannya pembangunan di desa. Tetapi komunikasi itu tentunya juga harus berjalan proporsional dan profesional. BPD jangan terlalu dekat dengan Pemdes karena akan muncul rasa sungkan untuk mengingatkan apabila ada satu hal yang kurang pas. Begitu juga jangan terlalu jauh atau bahkan bermusuhan dengan Pemdes karena itu akan menyulitkan kita juga dalam menjalankan tugas-tugas kita,” terangnya.

Lutfi menjelaskan, BPD adalah lembaga yang menyetujui atau membuat aturan seperti Peraturan Desa (Perdes) dalam mendukung program kepala desa atau pemerintahan desa selama 6 tahun kedepan.

“Alhamdulillah untuk Desa Paowan sampai saat ini komunukasi kami berjalan sangat baik dan bisa bersinergi satu sama lain, terbukti dengan lancarnya jalannya pembangunan dan Insyaallah hasilnya juga sudah dirasakan masyarakat. Sinergi seperti ini akan terus kita tingkatkan tentunya sesuai dengan tupoksi masing-masing seperti apa yang telah diamanatkan peraturan perundang undangan yang berlaku,” pungkasnya. (her/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

PPDP Desa Kotakan Resmi Dilantik, Diambil Sumpahnya

Diterbitkan

||

oleh

Prosesi Sumpah Janji dan Pelantikan PPDP Desa Kotakan. (her)
Prosesi Sumpah Janji dan Pelantikan PPDP Desa Kotakan. (her)

Memontum Situbondo – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo kota menggelar kegiatan sumpah janji dan pelantikan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang dilaksanakan pada selasa, tanggal 14 Juli 2020 yang bertempat di Balai Desa Kotakan.

Pada prosesi sumpah janji dan pelantikan PPDP Desa Kotakan dihadiri oleh Kepala Desa Kotakan Suriwan, Kepala KUA Kecamatan Situbondo, Drs H Kaspon M HI selaku Rohaniawan dalam pelantikan PPDP serta perwakilan PPK Kecamatan Mery Anggraini, Babinkamtibmas dan Babinsa Kotakan serta Ketua PPS desa Kotakan Anas Wijaya S Pd.

Kepala Desa Kotakan Suriwan mengatakan, bahwa anggota Petugas Pemuktahiran Data Pemilih adalah sebagai penyelenggara Pemilu tetap mengikuti aturan-aturan yang telah dibuat oleh KPU Pusat ataupun Provinsi dan KPU Daerah.

Sambung Suriwan, maka kami menghimbau kepada PPDP Desa Kotakan yang baru dilantik ini untuk tetap bekerja secara profesional serta kompak dan semangat untuk bekerja.

” Karena PPDP merupakan awal dari tahapan Pemilu yang bertugas untuk mencoklit data pemilih di 4 dusun dan 11 TPS di Desa Kotakan, ” jelasnya.

Menurut Kades Suriwan sukses dan tidaknya jalannya Pilbup Situbondo di Desa Kotakan, tergantung dari kinerja PPDP Desa Kotakan yang baru saja diambil sumpah janjinya dan baru saja dilantik oleh Ketua PPS Kotakan.

” Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Situbondo tahun 2020 di Desa Kotakan ada sebanyak 4.860 peserta pemilih untuk Pilkada mendatang dengan 11 TPS, “ungkapnya.

Sementara perwakilan PPK Kecamatan Situbondo Mery Anggraini menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada PPDP Desa Kotakan yang baru dilantik, selamat bekerja dan serta tetap menjaga kesehatan selama bekerja, serta patuhi protokol kesehatan selama bekerja, karena kesehatan para PPDP serta pemilih adalah yang paling utama.

” Dalam mendata pemilih secara teliti dan cermat ada 3 prinsip yang harus dimiliki oleh petugas PPDP. Yang pertama harus konfrehensif artinya petugas PPDP harus melaksanakan tugas sesuai tupoksinya secara menyeluruh dan sesuai regulasinya, “ucapnya

Menurutnya, dalam pemilihan umum serentak ditengah pandemi virus Corona atau Covid-19 yang luar biasa harus mengikuti aturan protokol kesehatan dalam melaksanakan tugas PPDP.

” Para petugas PPDP diharapkan untuk memakai Alat Pelindung diri (APD) yang telah disediakan oleh KPU, agar tetap digunakan atau dipakai saat bertugas mencoklit data peserta pemilih pada Pilkada serentak ini, ” ujarnya.

Sementara menurut Ketua PPS Desa Kotakan Anas Wijaya S Pd mengatakan, bahwa dirinya berharap kepada petugas PPDP untuk mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan oleh KPU Pusat maupun dari Provinsi karena petugas PPDP ini merupakan tugas awal dari tahapan sebagai penyelenggara Pemilu.

Sambung Anas Wijaya, karena pada tanggal 15 Juli akan diadakan gerakan klik serentak seluruh Indonesia yang melaksanakan Pemilukada maupun Pilgub. Petugas PPDP sudah disumpah dan janji yang bertanggung jawab kepada negara, kepada masyarakat dan dihadapan Allah SWT.

” Oleh karena itu saya mengharap kepada petugas PPDP untuk bekerja secara teliti, karena jika salah mendata maka nasib hak suaranya seseorang pemilih akan hilang, ” katanya.

Ditegaskan dia, maka dari itu ikuti petunjuk buku kerja yang sudah ada, jika ada masalah segera berkoordinasi dengan PPS. Karena ini berkaitan dengan kevalidan data. Data valid dan tidaknya itu tergantung dari petugas PPDP, tetap mengikuti protokol kesehatan karena ini sudah resiko, kita melaksanakan Pemilukada ditengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

” Bahwa seluruh penyelenggara Pemilu itu adalah pejuang demokrasi, ” ungkapnya.

Lebih lanjut Anas Wijaya menegaskan, sukses tidaknya Pemilukada dan valid tidaknya data itu tergantung dari kinerja petugas PPDP.

” Mari kita bersama-sama apapun yang terjadi dan ada kendala-kendala dilapangan tolong berkoordinasi dengan PPS, maka nanti PPS juga akan ikut membantu menyelesaikan, ” tukasnya

Ditambahkan Anas Wijaya, bahwa PPDP ditetapkan dan dilantik sebelum melaksanakan tugas mencoklit data. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya dan ditegaskan, bahwa pelantikan ini bukan opsional tetapi rangkaian tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Situbondo tahun 2020.

“ Pelantikan ini penting dilaksanakan untuk legalitas PPDP, yang produknya nanti mendata pemilih. PPDP adalah salah satu pilar untuk menyatakan produk pemilih legal atau tidak. Jadi, pelantikan ini wajib hukumnya untuk dilaksanakan apapun kendalanya, ” pungkas Anas Wijaya.

Pada acara pelantikan petugas PPDP Desa Kotakan dalam Pemilihan Serentak Lanjutan Tahun 2020 ini dilaksanakan dari pukul 19.00 WIB serta berakhir sampai pukul 22.00 WIB. (her/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler