Connect with us

Politik

PKS Situbondo Usung Paslon Cabup Yoyok Mulyadi – Abu Bakar Abdi

Diterbitkan

||

PKS Situbondo Usung Paslon Cabup Yoyok Mulyadi - Abu Bakar Abdi

Memontum Situbondo – Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 yang sebentar lagi akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember mendatang, membuat beberapa partai besar sudah mulai menentukan dukungan pada pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Situbondo.

Para pasangan calon saat ini sudah mulai bergerak, tidak terkecuali dengan pasangan calon (Paslon) calon bupati dan calon wakil bupati Situbondo periode 2021-2025, Ir H Yoyok Mulyadi M Si – Drs H Abu Bakar Abdi Apt M Si. Pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Situbondo tersebut telah resmi didukung serta diusung oleh sejumlah partai besar seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Calon Bupati Situbondo periode 2021 - 2025, Ir H Yoyok Mulyadi M Si saat diapit oleh Ketua DPD PKS Situbondo. (her/im)

Calon Bupati Situbondo periode 2021 – 2025, Ir H Yoyok Mulyadi M Si saat diapit oleh Ketua DPD PKS Situbondo. (her/im)

Menurut Deni Triono, selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Situbondo, saat ditemui sejumlah wartawan. Minggu (19/7/2020) siang, mengatakan, bahwa selain telah resmi mendukung dan mengusung Paslon Cabup dan Cawabup H Yoyok Mulyadi – H Abu Bakar Abdi pada pekan depan PKS Situbondo juga akan mendeklarasikan hal tersebut.

“Ini sudah keputusan dari DPP, DPW dan DPD sudah singkron untuk mengusung nama-nama ini mengikuti para masyayikh di Situbondo yang telah merestui Cabup dan Cawabup terbaik di Kabupaten Situbondo dan insyaallah Minggu depan kami akan mendeklarasikan, semoga keputusan ini bermanfaat, barokah menuju Situbondo yang mantap dan bermartabat, Amiiiiiinnnnnn…, “pungkasnya. (her/im/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Politik

Libatkan 40 Peserta dari Empat Desa, DPC PDI-Perjuangan Situbondo Gandeng Disnaker Gelar Diklat

Diterbitkan

||

oleh

Libatkan 40 Peserta dari Empat Desa, DPC PDI-Perjuangan Situbondo Gandeng Disnaker Gelar Diklat

Memontum Situbondo – DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Situbondo, menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) pembuatan kue kepada sekitar 40 peserta yang berasal dari Desa Kalimas, Desa Jetis, Desa Bloro dan Desa Widorapayung di Kecamatan Besuki-Situbondo, Senin (27/06/2022) tadi. Turut hadir dalam Diklat itu, Dinas Tenaga Kerja Situbondo, Kepala BLK Situbondo, Pujiarto, perwakilan Bank Jatim Situbondo, Camat Besuki dan Pengurus DPC.

Ketua DPC PDI-Perjuangan Situbondo, Andi Handoko, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program jaring aspirasinya yang dilaksanakan pada tahun 2022. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta untuk kedepannya mampu menjadi wirausaha yang handal, tangguh dan mandiri.

Selain itu, sambung Andi Handoko, melalui pelatihan tersebut bisa untuk memberikan ilmu tambahan di bidang pembuatan kue. “Banyak sekali manfaatnya dari kegiatan diklat yang direncanakan berjalan selama 10 hari tersebut,” imbuh Andi Handoko.

Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Situbondo, Ali Munir, menambahkan jika kegiatan Diklat keterampilan prosesing pemuatan kue ini untuk memberikan pemahaman tentang tupoksi Dinas Ketenakerjaan, pemahaman tentang dunia usaha serta untuk memberikan bekal ilmu kepada peserta pelatihan. “Sehingga, semua peserta menjadi tenaga kerja yang kompeten serta sanggup menjadi wirausaha baru,” terang Ali Munir.

Baca juga :

Dijelaskannya, dalam diklat ini ada sesi pemberian teori yang dikupas oleh pakar kompeten selama 20 jam pelajaran. Serta, materi praktik selama 100 jam lamanya. Untuk pelajaran teori dikupas tentang beberapa hal penting, salah satu diantaranya seputar kondisi ketenagakerjaan di Situbondo.

“Sisanya, mereka juga menerima ilmu tentang perencanaan tenaga kerja makro, kewirausahaan, pembukuan usaha, serta tentang pelaku usaha. Terakhir para peserta menerima materi tentang bahan olahan kue berikut roti,” beber Ali Munir.

Kasi Pelatihan Kerja dan Produktifitas, Prima Raditya, menjelaskan beberapa jenis kue yang dipraktikan oleh peserta Diklat, diantaranya jenis hamburger, donat, sosis, pic buah dan pic susu. Adapun semua ketentuan untuk peserta, harus menyelesaikan prosesing pembuatan kue dengan beberapa indikator penilaian yang sudah disampaikan panitia diklat. “Yakni, keterampilan, etika, sikap serta kedisiplinan,” papar Prima. (her/gie)

Lanjutkan Membaca

Politik

Anggota FPDI-Perjuangan Kolaborasi DP3AP2KB Situbondo Gelar Pelatihan Masak Bahan Olahan Ikan

Diterbitkan

||

oleh

Anggota FPDI-Perjuangan Kolaborasi DP3AP2KB Situbondo Gelar Pelatihan Masak Bahan Olahan Ikan

Memontum Situbondo – Anggota DPRD Kabupaten Situbondo dari Fraksi PDI-Perjuangan, Riskiyah Nurfadila, menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Kabupaten Situbondo, menggelar kegiatan pelatihan keterampilan memasak dan pengembangan usaha ekonomi produktif untuk perempuan. Kegiatan yang digelar selama dua hari atau hingga Minggu (19/06/2022) besok, diharapkan bisa menjadikan peserta sebagai usahawan yang cerdas dan kompeten demi terwujudnya perempuan berkualitas produktif.

Riskiyah Nurfadila dalam sambutannya mengatakan bahwa salah satu tugasnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Situbondo, khususnya kaum perempuan. Karenanya, melalui program-program kerja yang telah disusunnya, baik Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD dan juga melalui reses, tentunya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui Pokir ini, saya membuat pelatihan ketrampilan memasak untuk ibu-ibu,” ucapnya.

Dengan cara ini, tambahnya, ibu-ibu bisa lebih mandiri dan bisa meningkatkan perekonomian keluarga serta untuk masyarakat banyak. “Inikan pemulihan ekonomi kita paska pandemi Covid-19. Saya inginnya, ibu-ibu itu bangkit dan jangan mau kalah sama Covid. Ayo kita keluarkan kemampuan kita, supaya perekonomian negara kita bisa membaik seperti sedia kala,” ujarnya.

Baca juga :

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Kabupaten Situbondo, H Moh Imam Darmaji, mengatakan kegiatan pelatihan ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya. Karena keterbatasan anggaran dan masih banyaknya masyarakat yang belum mendapatkan pelatihan, hingga akhirnya melalui Pokir anggota DPRD Situbondo, kegiatan ini bisa terlaksana.

“Pelatihan kali ini diikuti sebanyak 30 ibu-ibu dari Kecamatan Mangaran. Agar pelatihan ini maksimal, kami juga menghadirkan nara sumber yang berkompeten dibidangnya yang memberikan lima jenis masak olahan ikan. Yakni pembuatan abon ikan tongkol, pastel abon mini, sambal petis tuna, strimp roll dan nuget,” jelasnya.

Pihaknya berharap, kepada seluruh peserta agar selama proses pelatihan, lebih serius dalam mengikuti. Sehingga, ilmu yang akan didapat nantinya bisa langsung dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. (her/gie)

Lanjutkan Membaca

Politik

Gelar Hearing Kulit dan Kepala Udang, Komisi III Situbondo Ancam Tutup Pelanggar Kesepakatan

Diterbitkan

||

oleh

Gelar Hearing Kulit dan Kepala Udang, Komisi III Situbondo Ancam Tutup Pelanggar Kesepakatan

Memontum Situbondo – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Situbondo melakukan hearing dengan Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpada Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Satpol PP, Camat Kapongan, Kades Saletreng, PT PMMP Landangan, pengusaha dan perwakilan tokoh masyarakat (Tomas) Desa Saletreng, Kamis (16/06/2022) tadi. Hearing tersebut sengaja dilakukan, untuk menindaklanjuti hasil pertemuan DLH dengan pihak PT PMMP, dalam mencari solusi pemecahan masalah penjemuran kulit udang di Desa Sletreng, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo.

Ketua Komisi III DPRD Situbondo, Arifin, menjelaskan bahwa limbah kepala dan kulit udang tersebut ada dari dua daerah. Yakni, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi.

“Jadi, untuk meminimalisir aroma bau kurang enak itu, kami menyarankan dan mengintruksikan bahwa dari luar daerah untuk sementara di stop pengiriman limbahnya. Kecuali, kalau nantinya pengusaha membeli alat pengeringan seperti drayer atau oven. Baru, silahkan masuk kembali,” kata Arifin.

Selain itu, Arifin juga menjelaskan, bahwa limbah yang boleh dijemur di daerah tersebut adalah limbah berupa kulit udang. Sedangkan untuk limbah kepala udang, supaya dikirim ke luar daerah Situbondo.

“Artinya, tidak boleh melakukan penjemuran kepala udang di daerah tersebut. Proses penjemuran ini harus memakai oven, yang suhunya 60 persen tingkat kekeringannya. Setelah itu, tidak masalah melakukan penjemuran secara manual,” jelasnya.

Baca juga :

Arifin menambahkan, Komisi III DPRD Situbondo sudah memberikan ruang agar masyarakat bisa mengawasi para pengusaha yang masih belum mempunyai oven atau drayer, dilarang melakukan aktifitas penjemuran. “Apabila pengusaha tidak punya oven atau drayer, maka dilarang melakukan aktifitas penjemuran limbah kepala dan kulit udang tersebut,” tegasnya.

Apabila para pengusaha masih ada yang melanggar ketentuan tersebut, ujar Arifin, Komisi III DPRD Situbondo sudah merekomendasikan pada Kasatpol Pamong Praja (PP) untuk menindak tegas kepada pelanggar. Termasuk, hingga penutupan usaha.

Seorang pengusaha, Hadi Prianto, merespon hal itu menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan hearing dengan Komisi III DPRD. “Saya sebagai pengusaha, mengapresiasi langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha,” kata Hadi.

Pihaknya, pun sudah mencoba pengasapan dengan oven dan hasilnya sangat baik. “Untuk mengurangi dampak bau, kami sudah melakukan trailer pengoperasian pengasapan oven yang sudah dilakukan. Ini tentunya akan menjadi solusi bagi pengusaha pengusaha yang lainnya,” kata Hadi Prianto. (her/gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler