Connect with us

Pemerintahan

Tunjangan Nakes Situbondo yang Tangani Covid-19 Segera Cair

Diterbitkan

||

Drs H Akhmad Yulianto M Si, Plt Kadinkes Kabupaten Situbondo. (her)
Drs H Akhmad Yulianto M Si, Plt Kadinkes Kabupaten Situbondo. (her)

Memontum Situbondo – Para Nakes (Tenaga Kesehatan) yang telibat dalam penanganan pasien virus Corona atau Covid-19 akhirnya akan mendapatkan tunjangan tambahan seperti yang di Janjikan pemerintah. Hal ini menyusul adanya kelengkapan pencairan yang diminta oleh BPPKAD sudah dipenuhi oleh para Nakes.

Menurut Drs H Ahkmad Yulianto M Si selaku Plt Kadinkes Kabupaten Situbondo mengatakan, sudah di informasikan terkait pencairannya dari BPPKAD sudah bisa cair pada hari Senin atau Selasa mendatang.

” Pada hari Senin atau Selasa mendatang mulai pencairan dana tunjangan tersebut oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo untuk Nakes yang menangani Covid-19,” katanya.

Sambung Akhmad Yulianto, bahwa jumlah Nakes yang mendapatkan tunjangan sebanyak 576 tenaga kesehatan dari Dinkes itu bervariasi. Tergantung dari jumlah tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di rumah sakit dan puskesmas setempat.

“Sementara besaran maksimal jumlah tunjangan mencapai Rp 15 juta untuk dokter spesialis, Rp 10 juta untuk dokter umum dan perawat Rp 7,5 juta. Sedangkan, untuk tenaga kesehatan lainnya jumlah tunjangan yang diberikan maksimal Rp 5 juta, ” tegasnya.

Dijelaskan Akhmad Yulianto, sesuai Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/392/2020, nantinya semua Nakes yang menangani Covid-19 bisa mengajukan insentif kepada pemerintah pusat. Sebelumnya, Pememerintah Kabupaten Situbondo sudah menetapkan 2 rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19.

“Peraturan Menteri Kesehatan baru sekarang tidak harus rumah sakit rujukan, tetapi semua rumah sakit yang melayani Covid-19 bisa mengusulkan. Ada rumusnya semua pasien dan berapa dokter nanti ada rumusnya. Jadi tidak semua dibebankan,” jelasnya.

Lebih lanjut Akhmad Yulianto menerangkan, pencairan tahap selanjutnya diprediksi akan berjalan lebih cepat. Pasalnya, berkas yang sudah diverifikasi oleh Pemerintah daerah tidak harus dikirimkan ke pemerintah pusat, dan bisa disetorkan langsung ke BPKAD. Selanjutnya, pihak Dinkes melalui BPPKAD bisa langsung membayarkan kepada masing-masing rumah sakit dan puskesmas.

“Kami mengimbau kepada teman-teman tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di Kabupaten Situbondo, diharapkan untuk menjaga kesehatan, jaga protokol kesehatan, agar selalu tetap menjaga stamina kemudian tetap bersabar dalam melayani dan meningkatkan kinerjanya serta tetap semangat terus,” imbuhnya.

Sementara Kepala BPPKAD Kabupaten Situbondo Drs H Haryadi Tedjo Laksono M Si membenarkan bahwa Insentif tenaga kesehatan itu sudah masuk ke APBD dua tahap yang terakhir masuk ke Kasda pada tanggal 10 Juli, kemudian tidak diikuti dengan petunjuk tekhnis (juknis) dari Kementerian Kesehatan, bagaimana dan sebagainya.

“Juknis tentang tata cara pencairan dan penggunaannya itu baru ada pada tanggal 14 Juli kemarin, jadi BPPKAD bersama Dinkes kebut untuk mematangkan rencana tersebut termasuk sasarannya, ” ujarnya.

Kata H Haryadi, karena ada uang masuk dari pusat harus masuk ke Sirka APBD dahulu dan diproses Perbup penjabaran. Untuk mempercepat tim dari BPPKAD bersama Dinkes langsung meng input ke Sirka APBD.

“Sudah di input sekarang, besok nomor DPA dan setelah itu dijadikan Perbup dan hari Senin Dinkes sudah bisa mengajukan dan hari Selasa sudah bisa dicairkan, “ungkapnya.

Ditambahkan H Haryadi, bahwa Kementerian Keuangan berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan terkait usulan insentif bagi tenaga kesehatan yang telah diajukan oleh Kabupaten Situbondo pada bulan Juni 2020 telah menyalurkan dana dalam bentuk Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tambahan tahun 2020 melalui rekening Kas Daerah Pemerintah Kabupaten Situbondo.

“Dengan rincian tanggal 01 juli 2020 sebesar Rp. 398.542.525 (tigaratus sembilan puluh delapan juta lima ratus empat puluh dua ribu lima ratus dua puluh lima rupiah) dan tanggal 08 juli 2020 sebesar Rp.3.096.000.000 (tiga milyar sembilan puluh enam juta rupiah), “pungkasnya. (her/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Peringati HSN ke-75, Gubernur Jatim Gowes Bareng Forkopimda Situbondo

Diterbitkan

||

Suasana pelepasan Gowes bareng Gubernur Jatim. (her)
Suasana pelepasan Gowes bareng Gubernur Jatim. (her)

Memontum Situbondo – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-75, Gubernur Jawa Timur Dra Hj Khofifah Indar Parawansa M.Si. bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Situbondo melaksanakan Gowes Bareng, Minggu (25/10/2020) pagi.

Gowes Bareng Gubernur Jatim tersebut, mengambil start dan finis di depan Pendopo Kabupaten Situbondo Jalan Kartini Situbondo dan menempuh jarak kurang lebih 7 kilo meter. Sebelum kegiatan gowes dilaksanakan, terlebih dahulu melaksanakan senam bersama Gubernur Jatim.

Rute gowes yang di lalui Gubernur Jatim bersama Forkopimda Situbondo start di depan pendopo Jalan Kartini Situbondo, melewati Jl Kyai As’ad Syamsul Arifin, Jl A. Yani, Jl Basuki Rahmad, Jl Irian Jaya. Di Jalan Irian Jaya, tepatnya di depan Pasar Mimbaan Baru, Gubernur Jatim bertemu dengan masyarakat dengan membagi-bagikan sembako.

Usai menemui masyarakat di Pasar Mimbaan Baru, rombongan gowes Gubernur Jatim tersebut, melanjutkan rute gowesnya melewati Jl Diponegoro, Jl A Jakfar, Jl Sucipto, Jl Wijaya Kusuma lalu mampir ke pengrajin Batik Rodiyah.

Selesai mengunjungi Batik Rodiyah, kembali rombongan gowes Gubernur Jatim melanjutkan rute gowesnya ke Radio Bhasa FM di Jl Anggrek untuk melaksanakan siaran live. Dan setelah melakukan siaran live di Radio Bhasa FM, rombongan gowes Gubernur Jatim menuju garis finis melewati Jl Anggrek, JL WR Supratman, Jl PB Sudirman dan finis di pendopo Jl Kartini Situbondo.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Heru Tjahjono MM, ketika melepas rombongan Gowes Gubernur Jatim dan Forkopimda Situbondo mengatakan, Goes bersama Gubernur Jawa Timur ini dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-75 dan sosialisasi tentang penggunaan masker serta penanganan ekonomi.

“Dengan Tema, Santri Sehat Indonesia kuat, mudah-mudahan Santri Milenial di jaman sekarang, bukan hanya santri yang pintar mengaji saja, namun santri yang bisa berkreasi dan berinovasi untuk kemajuan bangsa Indonesia,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Heru Tjahjono MM saat memberikan sambutan pada pelepasan Gowes Bareng Gubernur Jatim. (her/im/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pemkab Deklarasi Tolak Kekerasan Anarkis dan Berita Hoax

Diterbitkan

||

Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH saat memberikan sambutan. (im)
Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH saat memberikan sambutan. (im)

Memontum Situbondo – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Situbondo, AKBP Achmad Imam Rifai SH SIK M PICT M ISS menghadiri Deklarasi dan pernyataan sikap menolak kekerasan anarkis dan berita hoax di Kabupaten Situbondo, Jum’at (16/10/2020).

Kegiatan Deklarasi yang digelar di pendopo Kabupaten Situbondo dihadiri oleh Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto SH, Dandim 0823, Letkol Inf Neggy Kuntagina SIP, Ketua PN Situbondo, I Ketut Suarta SH MH, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Situbondo, Bebry SH,

Ketua MUI KH Syaiful Muhyi, Ketua FKUB, H Yusron Sahrowi, Wakil Ketua SPSI, Kabid PPD HMI, Kasubid Lembaga Politik Bakesbangpol, Sekretaris FSPSI, Ketua ITI Disnaker, perwakilan sekolah SMA, SMK dan SMP serta Pramuka di Kabupaten Situbondo.

Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH dalam sambutannya mengatakan, deklarasi bersama menolak kekerasan anarkis dan berita hoax menyikapi situasi kamtibmas khususnya di Kabupaten Situbondo agar seluruh masyarakat mewaspadai berita atau informasi hoax yang dapat menimbulkan situasi tidak kondusif.

“Pemerintah tidak melarang penyampaian pendapat, namun hendaknya dilakukan sesuai prosedur dan tidak anarkis,” katanya.

Acara ditutup dengan penandatanganan deklarasi dan pernyataan sikap menolak kekerasan anarkis dan berita hoax oleh Forkopimda dan peserta yang hadir. (im/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

DPUPR Situbondo Belum Tentukan Realisasi Terkait Jembatan Ambrol Desa Seletreng

Diterbitkan

||

Jembatan akses jalan penghubung di Desa Sletreng Kecamatan Kapongan.
Jembatan akses jalan penghubung di Desa Sletreng Kecamatan Kapongan.

Situbondo Memontum – Setelah menunggu perbaikan selama kurang lebih dua bulanan belum ada perbaikan, akibat ambrolnya akses jalan penghubung di Desa Sletreng Kecamatan Kapongan. Diketahui jalan tersebut bukan kewenangan Desa, namun kewenangan Kabupaten Situbondo.

Upaya yang dilakukan Kepala Desa Seletreng, Taufik Hidayat menyampaikan kepada kepala Dinas PUPR sudah dilakukan dan sudah menemukan titik terang, Dinas PUPR Situbondo sudah melakukan survei lokasi, sekalipun realisasinya belum jelas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Situbondo Gatot Siswoyo mengatakan, sudah disurve pada hari Senin. “Yang jelas sudah diperhatikan, untuk realisasinya belum kami tentukan yang jelas kami upayakan segera,” kata Kadis PUPR Situbondo, Selasa (13/10/2020).

Belum diketahui pasti penyebab ambrolnya jalan penghubung tersebut, kerusakan atau jalan ambrol dibagian gorong-gorong jembatan. Sambil menunggu perbaikan agar para pengguna jalan lebih berhati hati. (tik/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler