Connect with us

Kabar Desa

PPS Desa Kotakan Gelar Bimbingan Teknis bagi Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP)

Diterbitkan

||

PPS Desa Kotakan Gelar Bimbingan Teknis bagi Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP)

Memontum Situbondo – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Kotakan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Desa Kotakan.

Sebelum memasuki tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih, sebanyak 11 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Desa Kotakan mengikuti Bimbingan Teknis yang dilaksanakan, Minggu (12/7/2020) malam.

Kegiatan Bimtek bagi petugas PPDP desa Kotakan. (her)

Kegiatan Bimtek bagi petugas PPDP desa Kotakan. (her)

Bimtek PPDP desa Kotakan berlangsung di Balai Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo Kota, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Untuk memastikan Bimtek PPDP berjalan dengan baik, Ketua PPS Desa Kotakan Anas Wijaya memberikan pemahaman dan arahan terkait petunjuk teknis (Juknis) pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih desa Kotakan pada ajang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Situbondo Tahun 2020.

Dalam sambutan dan arahannya pada Bimtek PPDP di Desa Kotakan Kecamatan Situbondo, Ketua PPS desa Kotakan Anas Wijaya menyampaikan, PPDP merupakan ujung tombak dan kontak langsung dengan para calon pemilih Pilkada di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19, harus mengikuti protokol kesehatan dan agar tidak ada yang kesulitan dalam pelaksanaan coklit.

Sambung Anas Wijaya, hanya dengan pemahaman teknis nya saja, pasti sudah paham mengenai tata caranya. Sehingga, diharapkan PPDP bisa bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas ini. PPDP harus berkoordinasi dengan ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, untuk menanyakan keadaan wargannya.

“PPDP harus turun door to door ke rumah warga dan benar benar memastikan keadaan calon pemilih, ” katanya.

Anas Wijaya menyampaikan, bahwa data hasil kegiatan coklit ini, selain akan dipakai pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Tahun 2020 yang akan dilaksanakan pada tgl 09 Desember mendatang, juga akan dipakai sebagai acuan acara Pemilihan umum lainnya. Anas juga menghimbau supaya data yang dicoklit benar benar valid, hingga tak ada Mutarlih ulang.

“Saya tidak bisa membayangkan bila kegiatan coklit ini nantinya tidak tuntas, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) nanti juga pasti akan bermasalah, ” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kata Anas, datangnya petugas coklit PPDP dari rumah ke rumah, harus mengikuti protokol kesehatan pada situasi pandemi covid saat ini.

“Jadi sebelum PPDP diturunkan ke lapangan untuk mendata, sudah lebih awal menjalani rapid test yang di selenggarakan oleh KPU untuk memastikan seluruh petugas penyelenggara Pemilu itu Sehat dan tidak terpapar Covid-19, ” kata Anas.

Ditegaskan Anas Wijaya, tidak hanya itu. PPDP diwajibkan mengikuti anjuran Pemerintah untuk menerapkan protokoler kesehatan saat bertugas mencoklit.

“Dengan wajib memakai Alat Pelindung Diri (APD) seperti memakai masker atau Faceshild, pakai sarung tangan dan pakai handsanitzer dalam melaksanakan kegiatan tugas Negara, tetapi juga harus diniati sebagai ajang silaturahmi, ” tambahnya.

Anas menghimbau kepada masyarakat desa kotakan untuk tidak takut apabila ada petugas PPDP datang ke rumahnya untuk mendata dan mencoklit.

“Petugas PPDP sudah menjalani rapid test yang diselenggarakan KPU dan hasil rapid test sehat semua, “imbuhnya.

Ditambahkan Anas Wijaya, daftar PPDP sudah dibuatkan identitas dan SK oleh KPU, dan dianggap sah apabila sudah terlampir di SK.

“Apabila nanti dalam pelaksanaannya ada masalah pemilih yang akan dicoklit, “pungkasnya.

Sementara itu dari pihak PPDP, seperti yang diutarakan oleh salah satu petugas PPDP Desa Kotakan, Nur Rizkiyah (34) menanyakan mengenai tugas mencoklit data pemilih di 4 (empat) dusun desa kotakan yakni Dusun Kotakan Utara, Dusun Kotakan Tengah, Dusun Kotakan Selatan dan Dusun Kotakan Cangkreng yang akan didapatkan kendala-kendala petugas Coklit.

“Cukuplah berat kerja kita, harus mendatangi dari rumah ke rumah, polemik hari ini di masa pandemi virus Corona atau covid-19, ” ungkapnya.

Sekedar diketahui, kegiatan pendataan ini penting, karena akan menjadi acuan KPU dalam memberi fasilitas di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Situbondo mendatang. Begitupun dengan data-data lain seperti calon pemilih yang ada di Rumah sakit, Rutan dan bagi warga yang merantau, belum memiliki E KTP dan lainnya. (her/tim)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Desa

Sublok Diduga Pilih Kasih, Petani di Kecamatan Arjasa Situbondo Mengeluh

Diterbitkan

||

oleh

Sublok Diduga Pilih Kasih, Petani di Kecamatan Arjasa Situbondo Mengeluh

Memontum Situbondo – Warga petani Dusun timur Curah, Krajan Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mengeluh tidak mendapatkan aliran air sawah, Senin (10/08/2020).

Seperti yang disampaikan oleh Sujibno (56), salah satu petani di Dusun Krajan mengatakan, ia tidak mendapatkan air kurang lebih sebulan yang lalu, padahal hampir setiap waktu ia melaporkannya ke petugas Sublok, agar lahan yang ditanami jagung (jagung merpati) sudah waktunya untuk dialiri air sawah.

Lahan di Dusun timur Curah, Krajan Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo

Lahan di Dusun timur Curah, Krajan Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo

“Sempat satu petak dialiri air saat itu, itupun air sisa. Saya berharap keesokan harinya dilanjutkan, namun dibiarkan sampai sekarang, jagung saya mulai mengering tanahnya sudah pecah pecah, tapi kenapa lahan tebu yang baru saja ditebang dialiri air, ini sebagai perbandingan saja,” ungkap Sujibno.

Ini bukan dialami Sujibno, masih banyak keluhan petani yang lainnya, namun tidak berani mengatakan khawatir lahan pertaniannya tidak mendapatkan air kalau melapor. Dan petani termasuk Sujibno khawatir gagal panen, dari penghasilan sebelumnya sekitar 7 juta rupiah, akan merosot bahkan rugi akibat kekurangan air.

Pantauan wartawan, Senin pukul 08.20 WIB, di lokasi mendapati lahan jagung mulai mengering serta kondisi tanahnya mulai pecah-pecah dan mengering. Kebutuhan air pertanian di Desa Kedungdowo, khususnya di Dusun Krajan, dari 36 Ha lahan pertanian, membutuhkan air irigasi.

Sementara air untuk pertanian dimusim kemarau mulai berkurang untuk memenuhi permintaan petani. Hingga berita ini ditulis, belum bisa menemui Himpunan Petani Paemakai Air (HIPPA) serta Sublok dan Kepala Desa di Desa Kedungdowo, terkait dengan keluhan petani tersebut.

Ditemui di kantor Desa, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Sayadi membantah di Desanya sejauh ini belum ada petani gagal panen, selama ini belum ada laporan untuk itu.

“Untuk air, itu sudah ada tugasnya masing masing melalui Sublok, kebutuhan air untuk saat ini semua petani akan merasakan hal yang sama, karena dari 36 hektar lahan pertanian yang semuanya membutuhkan air, namun bisa dibayangkan, satu minggunya hanya bisa mengairi sebanyak 3 hektar lahan, untuk mencukupi itu secara tidak langsung harus bergantian, itupun sudah dibantu progam bantuan Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT),” pungkasnya. (tik/im/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

Pertemuan Rutin BPD Desa Paowan, Wahana Komunikasi dan Penyatuan Visi

Diterbitkan

||

oleh

Pertemuan rutin BPD Desa Paowan wadah silaturahmi antar anggota agar terjalin Komunikasi yang baik dan juga sebagai forum untuk membahas aspirasi masyarakat desa Paowan. (her)
Pertemuan rutin BPD Desa Paowan wadah silaturahmi antar anggota agar terjalin Komunikasi yang baik dan juga sebagai forum untuk membahas aspirasi masyarakat desa Paowan. (her)

Memontum Memontum – Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya di singkat (BPD) adalah lembaga Implementasi Demokrasi dalam pemerintahan Desa berdasarkan Fungsi, bisa disebut sebagai Lembaga kemasyarakatan.

Menurut Undang-Undang Desa No.06 Tahun 2014 Bagian Ketujuh Tentang BPD dan juga SK Bupati Situbondo No 188/307/P/004.2/ Tahun 2019 mengatakan bahwa Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau yang disebut nama lain adalah lembaga yang melakukan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis.

Badan permusyawaratan ini merupakan wahana untuk melaksanakan demokrasi berdasarkan Pancasila dan berkedudukan sejajar dengan Kepala Desa serta menjadi mitra dari pemerintah desa yang turut membahas dan menyepakati berbagai kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

Dalam upaya meningkatkan kinerja kelembagaan di tingkat desa, BPD memperkuat kebersamaan serta meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Desa dan atau BPD memfasilitasi penyelenggaraan musyawarah desa.

Sebagai mitra kerja pemerintah desa, di desa Paowan, Kecamatan Panarukan, BPD berjumlah 9 orang anggota (dua diantaranya adalah perempuan) selalu melaksanakan pertemuan rutin di setiap bulannya yaitu tiap tanggal muda yang tempatnya selalu bergantian dari rumah anggota yang satu ke rumah anggota yang lain (anjangsana) di tiap pertemuannya.

Ketua BPD Desa Paowan, Lutfi Zainullah SH mengatakan, pertemuan rutin ini adalah sebagai wadah silaturahmi antar anggota agar terjalin komunikasi yang baik dan juga sebagai forum untuk membahas aspirasi masyarakat desa Paowan.

“BPD dan Pemerintah Desa adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Keduanya saling mengisi dan saling melengkapi satu sama lain. Kunci sukses dan keberhasilan pemerintahan desa itu simpel yakni keduanya saling bersinergi dan bekerjasama. Saya yakin itu akan mudah, bisa dibuktikan,” jelasnya.

Sambung Lutfi Zainullah, tidak sedikit desa yang tidak harmonis dengan BPD sehingga timbul permasalahan yang seharusnya tidak terjadi hanya karena kurangnya komunikasi dan sinergitas antara keduanya.

“Komunikasi yang berjalan kurang baik antara PEMDES dan BPD seringkali akan menimbulkan masalah di desa yang ujung-ujungnya akan meresahkan masyarakat kita juga. Selain itu juga akan menghambat jalannya pembangunan di desa. Tetapi komunikasi itu tentunya juga harus berjalan proporsional dan profesional. BPD jangan terlalu dekat dengan Pemdes karena akan muncul rasa sungkan untuk mengingatkan apabila ada satu hal yang kurang pas. Begitu juga jangan terlalu jauh atau bahkan bermusuhan dengan Pemdes karena itu akan menyulitkan kita juga dalam menjalankan tugas-tugas kita,” terangnya.

Lutfi menjelaskan, BPD adalah lembaga yang menyetujui atau membuat aturan seperti Peraturan Desa (Perdes) dalam mendukung program kepala desa atau pemerintahan desa selama 6 tahun kedepan.

“Alhamdulillah untuk Desa Paowan sampai saat ini komunukasi kami berjalan sangat baik dan bisa bersinergi satu sama lain, terbukti dengan lancarnya jalannya pembangunan dan Insyaallah hasilnya juga sudah dirasakan masyarakat. Sinergi seperti ini akan terus kita tingkatkan tentunya sesuai dengan tupoksi masing-masing seperti apa yang telah diamanatkan peraturan perundang undangan yang berlaku,” pungkasnya. (her/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

Pemdes Seletreng, Sambut Kedatangan Mahasiswa UMM

Diterbitkan

||

oleh

Pemdes Seletreng, Sambut Kedatangan Mahasiswa UMM

Memontum Situbondo – Pemerintah Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyambut sejumlah Mahasiswa dari berbagai program study Universitas Muhammadiyah (UMM) Malang, di Aula Kantor Desa Seletreng, Senin (20/07/2020) pagi. Kehadiran para Mahasiswa ini dalam rangka Melaksanakan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang akan berlangsung selama kurang lebih 30 hari kedepan atau satu bulan.

Kegiatan KKN yang dilaksanakan mulai dari tanggal 20 Juli sampai selesai, dimana nantinya para Mahasiswa akan memberikan pelatihan yang erat kaitannya dengan Kesehatan dan Pendidikan serta sesuai dengan tema yang diusung “Pemberdayaan Masyarakat Desa Dalam Menjaga Kelangsungan Hidup Selama Pandemi Covid-19”.

Selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan diri satu persatu dari belasan orang yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Seletreng tersebut.

Sementara itu, penyambutan para Mahasiswa ini disambut hangat oleh Bapak Taufik Hidayat selaku Kepala Desa beserta jajaran Pemerintah Desa.

 Taufik Hidayat, Kepala Desa Seletreng saat foto bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah (UMM) Malang. (im)

Taufik Hidayat, Kepala Desa Seletreng saat foto bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah (UMM) Malang. (im)

“Selamat Datang di Desa Seletreng, kami mengapresiasi atas masih dipercayanya kegiatan KKN di Desa Seletreng dan Semoga bisa bersinergi dengan Pemdes, Karang Taruna dan masyarakat,”ucapnya.

Taufik Hidayat dalam sambutannya menambahkan, adik-adik Mahasiswa UMM yang melaksanakan KKN ini semoga memberikan hal yang baik khususnya di bidang kesehatan, ekonomi dan sebagainya. Sehingga terbentuklah sumber daya manusia yang lebih tangguh baik di bidang kesehatan dan perekonomian. Juga yang bagus diterapkan dan yang jelek jangan terapkan.

“Pemdes siap membantu dan mendukung apa yang diperlukan oleh adik-adik Mahasiswa-mahasiswa KKN kalau butuh apa-apa tinggal koordinasi sama Kasi Kesra Desa,” katanya. (im/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler