Connect with us

Pendidikan

Penerimaan Peserta Didik Baru SMP di Situbondo Diperpanjang

Diterbitkan

||

Ratusan Orang Tua Murid Di Situbondo Antre Ambil Nomor Pin PPDB SMPN 4 Situbondo. (her)
Ratusan Orang Tua Murid Di Situbondo Antre Ambil Nomor Pin PPDB SMPN 4 Situbondo. (her)

Memontum Situbondo – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP di mulai pada tanggal 26 s/d 27 Juni 2020 dan diumumkan tanggal 3 Juli 2020 secara online. Namun ada kendala jaringan, maka kemudian Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Situbondo, Drs H Achmad Junaedy M Si mengambil kebijakan untuk memperpanjang sampai 4 juli dan pengumuman hasil seleksi pada tgl 6 juli 2020.

Itupun melihat situasi dan kondisi di lapangan, kalau tidak memungkinkan maka akan ditinjau ulang kebijakan tersebut, mengingat PPDB pada tahun ini adalah pertama kali dilakukan sesuai dengan Permendikbud nomor 44 tahun 2019 tentang jalur PPDB Yakni melalui :

1. Jalur Zonasi.
2. Jalur Afirmasi.
3. Jalur prestasi.
4. Jalur perpindahan orang tua.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, Drs H Achmad Junaedy M Si menyampaikan, bagi sekolah yang berada di zona hijau diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka bagi SMP tetapi masih akan di evaluasi lagi apabila situasi daerah masih masuk wilayah zona hijau maka 2 (dua) bulan berikutnya tingkat SD bisa melakukan pembelajaran tatap muka.

” Untuk 5 (lima) bulan berikutnya untuk TK dan Paud tetapi tetap megikuti anjuran Pemerintah yaitu mematuhi protokol kesehatan, ” jelasnya.

Sementara salah satu orang tua siswa, Sofie (35) yang putrinya ikut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB ) tahun 2020/2021 secara online di SMP Negeri 4 Situbondo melalui jalur zonasi karena dekat dengan rumahnya mengatakan, kami sangat mengapresiasi dan berharap untuk penjaringan PPDB Online lebih diperketat lagi mengingat situasi saat ini masih pandemi virus Corona atau Covid-19 dengan agar mengikuti aturan protokol kesehatan.

Lanjut dia, selain itu, sebelum memasuki ruang administrasi beliau dan putrinya di tes suhu dan diperkenankan cuci tangan pakai sabun dan diwajibkan untuk pakai masker.

” Ini sudah bagus mas, semua sudah mengikuti anjuran pemerintah dengan memperhatikan protokol kesehatan, “kata Sofie, saat mengantar putrinya untuk daftar ulang di SMP Negeri 4 Situbondo.

Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Situbondo, Drs H Agus Triono M Pd. (her)

Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Situbondo, Drs H Agus Triono M Pd. (her)

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Situbondo, Drs H Agus Triono M Pd kepada wartawan Memo X menjelaskan, bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020/2021 melalui 4 jalur dengan sistem online murni dengan quota 160 siswa baru yang menempati 5 kelas dengan jumlah siswa 32 siswa per kelas.

Sambung H Agus Triono, pada tahun ajaran baru ini SMP Negeri 4 Situbondo tetap mengikuti anjuran Pemerintah dengan menjalankan protokol kesehatan.

” Sedangkan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) nanti masuk pada tanggal 13 juli 2020 dengan membatasi jumlah siswa per kelasnya dengan 2 (dua) shif sehingga paling banyak perkelasnya diisi 16 siswa, “jelasnya.

H Agus Triono menegaskan, jadi pada tahap awal digunakan untuk pengenalan sekolah dan lingkungan sekolah dan pembelajaran melalui daring (online) apabila pandemi virus Corona atau Covid-19 masih berlangsung.

” Maka pembelajaran dengan sistem online dan untuk pembelajaran tatap muka menunggu kebijakan dari pemerintah daerah sebagai Satgas Covid-19 Kabupaten Situbondo, ” ujar H Agus Triono kepada wartawan Memontum.com.

Menurutnya, bagi siswa baru diharapkan memanfaatkan internet selama pembelajaran sistem daring yang sudah diperkenalkan kepada siswa saat mengikuti MPLS berlangsung selama 3 (tiga) hari pendaftaran ulang penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Kata dia, hal itu disampaikan untuk seluruh pendaftar yang dinyatakan diterima pada jalur prestasi, baik prestasi Nilai Rapor Sekolah (NRS) maupun perlombaan, dipersilahkan melakukan daftar ulang secara daring.

” Daftar ulang dapat dilakukan dengan mengakses laman atau aplikasi PPDB SMP, ” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Kepala Sekolah yang murah senyum itu, untuk seleksi jalur zonasi umum berdasarkan jarak antara sekolah dengan alamat tempat tinggal. Oleh karena itu, pastikan calon pendaftar untuk memilih sekolah-sekolah terdekat.

” Untuk lamanya pengumuman, karena kami masih berusaha memastikan bahwa hasil verifikasi berkas berkeadilan bagi pendaftar jalur prestasi perlombaan, ” pungkasnya. (her/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

MIN 1 Situbondo Sosialisasi Hidup Sehat, Siswa-siswi Cuci Tangan dan Minum Jamu Tradisiona

Diterbitkan

||

oleh

MIN 1 Situbondo Sosialisasi Hidup Sehat, Siswa-siswi Cuci Tangan dan Minum Jamu Tradisiona

Memontum Situbondo – Mewabahnya Covid-19 sungguh sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat, baik dari generasi muda hingga lansia, namun tidak dengan generasi muda dikalangan Sekolah MIN 1 Situbondo, Jawa Timur, yang mempraktekkan pola kehidupan sehat dengan mencuci tangan dan meminum jamu tradisional agar menguatkan sistem metabolisme tubuh, Rabu (11/3/2020)

Sementara, dalam mengajak generasi milenial hidup sehat sehari-hari dihadiri, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo Drs.Abu Bakar Abdi, Kepala Kemenag Kabupaten Situbondo, Drs Misbakhul Munir, Kepala Puskesmas Panji Bagus beserta tim kesehatan dari PKM Panji, juga ikut melakukan gerakan cuci tangan yang benar.

Plt kepala Dinas Kesehatan Kab Situbondo Drs H Abu Bakar Abdi Apt M Si mengatakan, maraknya virus Corona (Covid-19) untuk Kabupaten Situbondo tetap harus waspada dengan menjaga pola kesehatan dan jangan terlalu dibesar-besarkan, agar tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat.

“Masyarakat harus menjaga kesehatan, dengan berolahraga dan minum jamu-jamu tradisional sehingga untuk kekebalan tubuh akan kuat dari penyakit,” Ucap Plt Dinkes Abu Bakar

Abu Bakar Abdi menambahkan, untuk program minum jamu sudah ada, namun karena saat ini lagi marak virus Corona jadi program tersebut digalakkan kembali.

Kepala sekolah MIN 1 Situbondo menuturkan, anak didiknya selalu dihimbau untuk menjaga hidup sehat.

Kepala PKM Panji Bagus Sulaksono mengajak, untuk para siswa siswi minum jamu anti Corona (Jamanna) yang terbuat dari racikan tradisional yakni, kunyit, temulawak, gula aren dan lain-lain. (day/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Jempolan

Novelis Situbondo Jadi Mahasiswa Terbaik Bahasa Inggris di Inzah

Diterbitkan

||

oleh

Izzul Muttaqin pakai toga foto bersama keluarganya (Heru)
Izzul Muttaqin pakai toga foto bersama keluarganya (Heru)

Memontum Situbondo – Penulis tiga novel filsafat asal Desa Wringin Anom, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Izzul Muttaqin dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik pertama kompetensi bahasa Inggris di Institut Zainul Hasan, Kraksaan, Probolinggo, Jumat (16/11/2019).

Pria berusia belia yang menjabat sebagai direktur literasi kampungan dan wartawan Harian Jawa Pos Radar Situbondo ini mendapat piagam penghargaan dari rektor Inzah, Dr Abd Aziz M Ag saat perhelatan wisuda ke 26 di gedung Islamic Center, Probolinggo.

“Ketika mendengar nama saya disebut di hadapan ratusan mahasiswa lainnya. Saya sedikit tidak percaya dan merasa heran. Karena saya mahasiswa pindahan dari kampus Ibrahimy Sukorejo, Situbondo. Satu tahun kuliah di Inzah lalu wisuda dan menerima penghargaan bergengsi ini. Saya benar-benar terkejut,” terang Izzul, panggilan akrab Izzul Muttaqin.

Selanjutnya, pria muda yang ditinggal mati sang ayah sejak masih kecil ini mengaku bersyukur dan terharu dengan apa yang dia gapainya. Dia juga berharap, capaian-capaian dan prestasi yang didapatnya selama ini, bisa menjadi motivasi bagi dirinya maupun orang lain untuk terus maju dan berkembang dalam berbagai aspek.

“Saya tidak akan pernah merasa puas terhadap apa yang telah saya gapai. Dengan bertambahnya umur, maka saya juga harus selalu bergerak lebih maju. Hal itu yang menjadi prinsip saya sejak kecil. Saya ingin membuktikan pada dunia, bahwa anak desa yang dididik tanpa ayah bisa menjadi orang sukses di suatu saat nanti,” ujarnya berapi-api.

Selain itu, Izzul juga mengucapkan terimakasih kepada keluarga, saudara dan kawan-kawan di Situbondo maupun Probolinggo yang sudah banyak mendukungnya.

“Saya tidak akan menjadi apa-apa tanpa adanya dukungan dari mereka semua. Oleh karena itu, saya sangat bersyukur memiliki saudara yang cukup baik dan kawan-kawan yang selalu ada untuk saya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Izzul mengatakan bahwa, dirinya akan terus fokus terhadap dunia tulis menulis. Karena dunia tulis menulis baginya bukan hal yang sulit, tapi hal yang menantang untuk semakin maju dalam mengolah atau merangkai kata-kata yang bermakna.

“Saya tidak akan langsung melanjutkan S2. Tapi, saya ingin mengembangkan literasi kampungan. Sebab di komunitas itu, saya bisa belajar dan mengajar. Membuat program-program pelatihan untuk pemuda dan pemudi Situbondo agar terus berkarya,” tegasnya.

Sementara itu, Sibghatullah, warga Kraksaan, Probolinggo mengaku bangga mengenal sosok Izzul Muttaqin. Menurutnya, pemuda kreatif asal Desa Wringin Anom, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo itu, telah memberikan banyak motivasi kepadanya dan kawan-kawan lainnya.

“Dari Izzul, saya banyak belajar tentang makna berbagi. Walaupun, Izzul sehari-hari bekerja sebagai Wartawan dan direktur komunitas literasi, namun dia masih menyempatkan waktu untuk mengajar ke sekolah-sekolah. Setiap hari sabtu, dia mengajar bahasa Inggris di Pondok Pesantren Zainul Anwar Probolinggo. Semangatnya Izzul, membuat saya kagum,” pungkasnya. (her/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pendidikan

Sukses Antar Dua Sekolah Berbasis Smart School

Diterbitkan

||

oleh

DIGITALISASI: Proses belajar mengajar di SMPN 1 Situbondo menggunakan papan pintar. Pada tahun 2018, Dispendikbud sukses menerapkan penggunaan teknolgi di dunia pendidikan. (Her)

Memontum Situbondo – Kemajuan dalam bidang pendidikan di Kabupaten Situbondo di tahun 2018 lalu sangat tampak. Terutama dalam penggunaan teknologi. Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo berhasil mewujudkan proses belajar mengajar berbasis teknologi informasi.

Pada tahun itu, ada dua sekolah melaksanakan pengajaran berbasis smart school. Berdasarkan realisasi rencana kerja pemerintah daerah yang tertuang dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2018, kedua sekolah berbasis smart school itu adalah SMPN 1 Situbondo dan SMPN 1 Asembagus.

Proses belajar mengajar kedua lembaga pendidikan itu hampir seluruhnya berbasis digital. Misalnya, penggunaan papan pintar di ruang kelas. Penggunaan pembelajaran berbasis digital sudah dilaunching oleh Dirjen Dikdasmen Kemdikbud, Hamid Muhammad pada Bulan April 2019 lalu.

Bupati Situbondo, H.Dadang Wigiarto,SH menerangkan, Dispendikbud tidak hanya sukses menerapkan penggunaan digital di sekolah-sekolah. Tetapi, telah memiliki pangkalan data berupa Backbone Dapodik dan Data Center.

“Hal ini menunjukkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memiliki prestasi yang membanggakan,” katanya. Kamis (4/7/2019).

Ada 13 program dan 184 kegiatan urusan wajib pendidikan yang dilaksanakan Dispendikbud. Di antaranya, program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan, wajib belajar sembilan tahun, program pendidikan anak usia, penyelenggaraan pendidikan non formal, serta program lainnya.

Yang membanggakan, dari saejumlah program tersebut, capaiannya cukup tinggi. Bahkan, melebih seratus persen. Seperti persentase guru TK yang bersertifikat pendidik pada program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang mencapai 106 persen.

Fakta tersebut menggambarkan, bahwa hampir seluruh program yang dilaksanakan Dispendikbud Situbondo berhasil dengan capaian memuaskan. Data yang diperoleh wartawan Memontum.com, secara keseluruhan, pencapaian kinerja dalam bidang pendidikan mencapai 84,94 persen.

Kepala Dispendikbud Situbondo, Fathor Rakhman menambahkan, penerapan digitalisasi di dunia pendidikan merupakan implementasi dari visi-misi bupati tentang program smart society. Dia menegaskan, pemerintah daerah melalui Dispendikbud siap membantu kebutuhan sekolah untuk menunjang penggunaan digitalisasi dalam kegiatan belajar mengajar.

“Karena sistem digital bagian yang tidak terpisahkan dalam mewujudkan prestasi siswa,” ujarnya. (Her/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler