Connect with us

Kabar Desa

Penyaluran BLT-DD Tahap III Desa Landangan Berjalan Lancar dan Sukses

Diterbitkan

||

Penyaluran BLT-DD tahap III yang di laksanakan di Kantor Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo. (im)
Penyaluran BLT-DD tahap III yang di laksanakan di Kantor Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo. (im)

Memontum Situbondo – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) tahap III (tiga) Tahun anggaran 2020 yang disalurkan oleh Pemerintah Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin (6/7/2020) berjalan dengan lancar dan sukses kepada 161 KK.

Kegiatan pencairan BLT-DD tahap III ini kepada masyarakat akibat dampak virus Corona atau Covid-19 tersebut berlangsung di Balai Desa Landangan dan disaksikan langsung oleh Kepala Desa Landangan Kamilul Maarif, Camat Kapongan Ir Timbul Surjanto, Kapolsek, Danramil Kapongan dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas setempat.

Kepala Desa Landangan, Kamilul Maarif diapit Babinsa dan Babinkamtibmas saat memberikan sambutan pada penyaluran BLT-DD tahap III. (im)

Kepala Desa Landangan, Kamilul Maarif diapit Babinsa dan Babinkamtibmas saat memberikan sambutan pada penyaluran BLT-DD tahap III. (im)

Penyaluran BLT-DD tahap III yang di laksanakan di Kantor Desa Landangan, Kecamatan Kapongan ini masing-masing KK menerima uang tunai sebesar Rp 600.000 (enam ratus ribu rupiah).

Kepala Desa Landangan, Kamilul Maarif pada kesempatan tersebut, berharap dengan penyaluran BLT-DD tahap III (tiga) kali ini, semoga dapat membantu perekonomian warga akibat dampak pandemi virus Corona atau Covid-19.

Menurutnya, semoga virus Corona atau Covid-19 secepatnya lenyap dari bumi Indonesia khususnya di Kabupaten Situbondo.

” Sehingga masa pandemi virus Corona atau Covid-19 segera cepat berakhir agar kehidupan masyarakat khususnya di Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo kembali normal seperti sebelumnya, “pungkasnya.

Sementara itu, Samsul (35) warga Desa setempat sebagai penerima BLT-DD tahap ketiga mengaku sangat senang, bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa landangan atas disalurkannya BLT-DD tahap III.

“ Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Situbondo khususnya kepala Desa Landangan, yang telah membantu meringankan beban perekonomian kami, semoga bantuan ini bisa bermanfaat, ” ungkapnya. (im/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Desa

Sublok Diduga Pilih Kasih, Petani di Kecamatan Arjasa Situbondo Mengeluh

Diterbitkan

||

oleh

Sublok Diduga Pilih Kasih, Petani di Kecamatan Arjasa Situbondo Mengeluh

Memontum Situbondo – Warga petani Dusun timur Curah, Krajan Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mengeluh tidak mendapatkan aliran air sawah, Senin (10/08/2020).

Seperti yang disampaikan oleh Sujibno (56), salah satu petani di Dusun Krajan mengatakan, ia tidak mendapatkan air kurang lebih sebulan yang lalu, padahal hampir setiap waktu ia melaporkannya ke petugas Sublok, agar lahan yang ditanami jagung (jagung merpati) sudah waktunya untuk dialiri air sawah.

Lahan di Dusun timur Curah, Krajan Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo

Lahan di Dusun timur Curah, Krajan Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo

“Sempat satu petak dialiri air saat itu, itupun air sisa. Saya berharap keesokan harinya dilanjutkan, namun dibiarkan sampai sekarang, jagung saya mulai mengering tanahnya sudah pecah pecah, tapi kenapa lahan tebu yang baru saja ditebang dialiri air, ini sebagai perbandingan saja,” ungkap Sujibno.

Ini bukan dialami Sujibno, masih banyak keluhan petani yang lainnya, namun tidak berani mengatakan khawatir lahan pertaniannya tidak mendapatkan air kalau melapor. Dan petani termasuk Sujibno khawatir gagal panen, dari penghasilan sebelumnya sekitar 7 juta rupiah, akan merosot bahkan rugi akibat kekurangan air.

Pantauan wartawan, Senin pukul 08.20 WIB, di lokasi mendapati lahan jagung mulai mengering serta kondisi tanahnya mulai pecah-pecah dan mengering. Kebutuhan air pertanian di Desa Kedungdowo, khususnya di Dusun Krajan, dari 36 Ha lahan pertanian, membutuhkan air irigasi.

Sementara air untuk pertanian dimusim kemarau mulai berkurang untuk memenuhi permintaan petani. Hingga berita ini ditulis, belum bisa menemui Himpunan Petani Paemakai Air (HIPPA) serta Sublok dan Kepala Desa di Desa Kedungdowo, terkait dengan keluhan petani tersebut.

Ditemui di kantor Desa, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Sayadi membantah di Desanya sejauh ini belum ada petani gagal panen, selama ini belum ada laporan untuk itu.

“Untuk air, itu sudah ada tugasnya masing masing melalui Sublok, kebutuhan air untuk saat ini semua petani akan merasakan hal yang sama, karena dari 36 hektar lahan pertanian yang semuanya membutuhkan air, namun bisa dibayangkan, satu minggunya hanya bisa mengairi sebanyak 3 hektar lahan, untuk mencukupi itu secara tidak langsung harus bergantian, itupun sudah dibantu progam bantuan Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT),” pungkasnya. (tik/im/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

Pertemuan Rutin BPD Desa Paowan, Wahana Komunikasi dan Penyatuan Visi

Diterbitkan

||

oleh

Pertemuan rutin BPD Desa Paowan wadah silaturahmi antar anggota agar terjalin Komunikasi yang baik dan juga sebagai forum untuk membahas aspirasi masyarakat desa Paowan. (her)
Pertemuan rutin BPD Desa Paowan wadah silaturahmi antar anggota agar terjalin Komunikasi yang baik dan juga sebagai forum untuk membahas aspirasi masyarakat desa Paowan. (her)

Memontum Memontum – Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya di singkat (BPD) adalah lembaga Implementasi Demokrasi dalam pemerintahan Desa berdasarkan Fungsi, bisa disebut sebagai Lembaga kemasyarakatan.

Menurut Undang-Undang Desa No.06 Tahun 2014 Bagian Ketujuh Tentang BPD dan juga SK Bupati Situbondo No 188/307/P/004.2/ Tahun 2019 mengatakan bahwa Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau yang disebut nama lain adalah lembaga yang melakukan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis.

Badan permusyawaratan ini merupakan wahana untuk melaksanakan demokrasi berdasarkan Pancasila dan berkedudukan sejajar dengan Kepala Desa serta menjadi mitra dari pemerintah desa yang turut membahas dan menyepakati berbagai kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

Dalam upaya meningkatkan kinerja kelembagaan di tingkat desa, BPD memperkuat kebersamaan serta meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Desa dan atau BPD memfasilitasi penyelenggaraan musyawarah desa.

Sebagai mitra kerja pemerintah desa, di desa Paowan, Kecamatan Panarukan, BPD berjumlah 9 orang anggota (dua diantaranya adalah perempuan) selalu melaksanakan pertemuan rutin di setiap bulannya yaitu tiap tanggal muda yang tempatnya selalu bergantian dari rumah anggota yang satu ke rumah anggota yang lain (anjangsana) di tiap pertemuannya.

Ketua BPD Desa Paowan, Lutfi Zainullah SH mengatakan, pertemuan rutin ini adalah sebagai wadah silaturahmi antar anggota agar terjalin komunikasi yang baik dan juga sebagai forum untuk membahas aspirasi masyarakat desa Paowan.

“BPD dan Pemerintah Desa adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Keduanya saling mengisi dan saling melengkapi satu sama lain. Kunci sukses dan keberhasilan pemerintahan desa itu simpel yakni keduanya saling bersinergi dan bekerjasama. Saya yakin itu akan mudah, bisa dibuktikan,” jelasnya.

Sambung Lutfi Zainullah, tidak sedikit desa yang tidak harmonis dengan BPD sehingga timbul permasalahan yang seharusnya tidak terjadi hanya karena kurangnya komunikasi dan sinergitas antara keduanya.

“Komunikasi yang berjalan kurang baik antara PEMDES dan BPD seringkali akan menimbulkan masalah di desa yang ujung-ujungnya akan meresahkan masyarakat kita juga. Selain itu juga akan menghambat jalannya pembangunan di desa. Tetapi komunikasi itu tentunya juga harus berjalan proporsional dan profesional. BPD jangan terlalu dekat dengan Pemdes karena akan muncul rasa sungkan untuk mengingatkan apabila ada satu hal yang kurang pas. Begitu juga jangan terlalu jauh atau bahkan bermusuhan dengan Pemdes karena itu akan menyulitkan kita juga dalam menjalankan tugas-tugas kita,” terangnya.

Lutfi menjelaskan, BPD adalah lembaga yang menyetujui atau membuat aturan seperti Peraturan Desa (Perdes) dalam mendukung program kepala desa atau pemerintahan desa selama 6 tahun kedepan.

“Alhamdulillah untuk Desa Paowan sampai saat ini komunukasi kami berjalan sangat baik dan bisa bersinergi satu sama lain, terbukti dengan lancarnya jalannya pembangunan dan Insyaallah hasilnya juga sudah dirasakan masyarakat. Sinergi seperti ini akan terus kita tingkatkan tentunya sesuai dengan tupoksi masing-masing seperti apa yang telah diamanatkan peraturan perundang undangan yang berlaku,” pungkasnya. (her/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

Pemdes Seletreng, Sambut Kedatangan Mahasiswa UMM

Diterbitkan

||

oleh

Pemdes Seletreng, Sambut Kedatangan Mahasiswa UMM

Memontum Situbondo – Pemerintah Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyambut sejumlah Mahasiswa dari berbagai program study Universitas Muhammadiyah (UMM) Malang, di Aula Kantor Desa Seletreng, Senin (20/07/2020) pagi. Kehadiran para Mahasiswa ini dalam rangka Melaksanakan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang akan berlangsung selama kurang lebih 30 hari kedepan atau satu bulan.

Kegiatan KKN yang dilaksanakan mulai dari tanggal 20 Juli sampai selesai, dimana nantinya para Mahasiswa akan memberikan pelatihan yang erat kaitannya dengan Kesehatan dan Pendidikan serta sesuai dengan tema yang diusung “Pemberdayaan Masyarakat Desa Dalam Menjaga Kelangsungan Hidup Selama Pandemi Covid-19”.

Selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan diri satu persatu dari belasan orang yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Seletreng tersebut.

Sementara itu, penyambutan para Mahasiswa ini disambut hangat oleh Bapak Taufik Hidayat selaku Kepala Desa beserta jajaran Pemerintah Desa.

 Taufik Hidayat, Kepala Desa Seletreng saat foto bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah (UMM) Malang. (im)

Taufik Hidayat, Kepala Desa Seletreng saat foto bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah (UMM) Malang. (im)

“Selamat Datang di Desa Seletreng, kami mengapresiasi atas masih dipercayanya kegiatan KKN di Desa Seletreng dan Semoga bisa bersinergi dengan Pemdes, Karang Taruna dan masyarakat,”ucapnya.

Taufik Hidayat dalam sambutannya menambahkan, adik-adik Mahasiswa UMM yang melaksanakan KKN ini semoga memberikan hal yang baik khususnya di bidang kesehatan, ekonomi dan sebagainya. Sehingga terbentuklah sumber daya manusia yang lebih tangguh baik di bidang kesehatan dan perekonomian. Juga yang bagus diterapkan dan yang jelek jangan terapkan.

“Pemdes siap membantu dan mendukung apa yang diperlukan oleh adik-adik Mahasiswa-mahasiswa KKN kalau butuh apa-apa tinggal koordinasi sama Kasi Kesra Desa,” katanya. (im/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler