Connect with us

Hukum & Kriminal

Cinta Ditolak, Linggis Bertindak

Diterbitkan

||

PEMBUNUHAN : Suasana Konferensi Pers pembunuhan berencana (im)
PEMBUNUHAN : Suasana Konferensi Pers pembunuhan berencana (im)

Memontum Situbondo – Tim Resmob Polres Situbondo berhasil mengungkap pelaku peristiwa pembunuhan sadis yang menimpa Sutini (40) warga Dusun Watu Kethu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur yang dilakukan oleh tersangka Syaiful alias ipoel (42) warga Desa Bletok, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, diduga bermotif asmara yang di tolak dan akhirnya linggis yang bertindak.

“Pelaku dengan korban sudah memiliki jalinan asmara. Sedangkan, korban masih berstatus istri sah yang suaminya masih bekerja sebagai TKI. Karena sakit hati terhadap korban yang tidak pernah mau mengangkat teleponnya dan jalinan asmaranya tidak ditanggapi serius, maka pelaku nekat menghabisi nyawa korban dengan linggis,” kata Kapolres Situbondo AKBP Sugandi SIK M Hum dalam konferensi persnya dihadapan sejumlah wartawan, kemarin (15/5/2020)

Pemicu terjadinya pembunuhan tersebut, sambung Kapolres Situbondo, yakni pelaku menelpon hingga puluhan kali untuk menagih hutang ke korban Rp 1.250.000, namun tidak diangkat-angkat oleh korban. Selanjutnya, pelaku mendatangi korban sambil mempersiapkan linggis.

“Korban dan pelaku sempat bertemu. Kemudian, pelaku langsung menagih hutangnya ke korban. Namun, korban menjelaskan ke pelaku belum mampu untuk membayar hutangnya. Pelaku tidak percaya jika korban tidak punya uang. Karena pelaku mendengar jika korban habis menerima kiriman uang dari suaminya yang bekerja sebagai TKI,” beber AKPB Sugandi.

Lebih lanjut, Kapolres Situbondo menjelaskan bahwa, pelaku sudah sering kali datang ke rumah korban.

“Pelaku memarkir sepeda motornya di areal persawahan dan masuk ke dalam rumah korban dari pintu belakang, sehingga tidak ada masyarakat yang mengetahui pelaku masuk ke dalam rumah korban,” tuturnya.

Tersangka atau pelaku, imbuh AKBP Sugandi, akan di jerat dengan pasal 340 KUHP subsider 338 subsider 365, dengan ancaman hukuman pasal 340 yaitu pidana mati, pidana seumur hidup dan atau pidana penjara selama 20 tahun.

“Terungkapnya kasus pembunuhan ini dari keterangan saksi-saksi dan dari barang bukti saat olah TKP di analisa kemudian mengarah ke tersangka yang kita tangkap di tempat persembunyiannya di wilayah Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember,” pungkasnya. (im/yan)

 

Hukum & Kriminal

Tiga Motor Tabrakan Maut di Baluran Situbondo, Seorang Tewas

Diterbitkan

||

KORBAN TEWAS: Akibat tabrakan beruntun yang melibatkan 3 (tiga) pemotor yang terjadi di Kilometer 232,7 arah Surabaya. (tik/im)
KORBAN TEWAS: Akibat tabrakan beruntun yang melibatkan 3 (tiga) pemotor yang terjadi di Kilometer 232,7 arah Surabaya. (tik/im)

Memontum Situbondo – Kecelakaan beruntun yang diduga melibatkan tiga pemotor kembali terjadi di Kabupaten Situbondo, Rabu (01/7/2020) pagi. Kali ini kejadiannya terjadi di jalan raya Baluran – Situbondo, sekitar KM 232,7 arah menuju Surabaya.

Insiden kecelakaan beruntun di jalur pantura di area hutan Baluran Situbondo tersebut, mengakibatkan satu orang asal kota Denpasar Bali tewas. Laka Lantas yang terjadi pada pukul 06.45 WIB. Tepatnya di kawasan jalan raya hutan Baluran Situbondo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Masing – masing kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun itu. Antara sepeda motor nomor Polisi AE 4714 NB, dikemudikan (korban meninggal dunia) diketahui identitasnya Alex Kristiya VingQi (22) asal Jl.Trengguli No.32 GG.V kota Denpasar-Bali. Terlibat kecelakaan dengan kendaraan sepeda motor dengan Nomor Polisi DK 2081 DY yang dikemudikan oleh Marjan (32), asal Dusun Pakel, RT 08, RW 04, Desa Plaosa, Kabupaten Magetan. Dan sepeda motor Nomor Polisi. AE 5514 FA yang dikemudikan Ahmad Da’im (32) asal Dusun Sedoro, Tanjung Rejo, Kabupaten Magetan.

Dari kejadian itu satu orang meninggal dunia, atas nama Alex Kristiya VingQi (22) asal jalan Trengguli No.32 GG V kota Denpasar- Bali, diduga akibat terjadi benturan keras. Sehingga korban mengalami luka serius pada bagian kepalanya, membuat nyawa korban tidak bisa tertolong saat petugas Lantas 90.5 Baluran berupaya bersama warga membawanya ke RSUD Asembagus-Situbondo.

Kejadian tersebut berawal dari ketiga pemotor melintasi jalur pantura Baluran melaju dari arah yang sama dari arah Banyuwangi menuju arah Surabaya, dengan kecepatan sedang. Hingga di lokasi kejadian, sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) pada KM 232.7 arah Surabaya, kendaraan sepeda motor bernopol DK 2081 DY hendak mendahului Truck didepannya.

Kemudian diikuti oleh sepeda motor bernomor Polisi AE 4714 NB, pada saat bersamaan ternyata kendaraan truck yang tidak diketahui identitasnya juga mendahului kendaraan lain didepannya dan jarak keduanya sangat dekat sekali akhirnya terjadi kontra dari arah belakang yakni arah yang sama.

Kanit Lantas 90.5 Baluran Banyuputih Polres Situbondo Aipda Erfan Kristanto saat dikonfirmasi wartawan membenarkan, telah terjadi insiden kecelakaan beruntun di jalur pantura tepatnya di kawasan hutan Baluran Situbondo.

” Korban meninggal dunia dan yang luka-luka ringan sudah kami evakuasi ke RSUD Asembagus dengan menggunakan mobil Ambulance milik Puskesmas Banyuputih, saat ini masih kami tangani, ” tegas Kanit Lantas 90.5. (tik/im/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Patroli Polres Situbondo Gerebek Sabung Ayam, 8 Motor Ditinggal Kabur

Diterbitkan

||

Polisi obrak-abrik arena sabung ayam di Kecamatan Kendit. (im)
Polisi obrak-abrik arena sabung ayam di Kecamatan Kendit. (im)

Memontum Situbondo – Regu patroli Sabhara Polres Situbondo menindak lanjuti laporan masyarakat terkait adanya aktifitas pejudian sabung ayam di dusun desa Alas Sumur Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu (21/6/2020) siang.

Sekitar pukul 12.30 wib, regu Patroli Sabhara yang dipimpin oleh Aipda Mohammad Dewarzen melakukan penggerebekan dilokasi sabung ayam yang diduga ada unsur perjudian, 2 regu patroli yang dikerahkan mendapati tempat tersebut sudah sepi. Namun dilokasi masih ada sisa aktifitas alat – alat untuk perjudian sabung ayam.

Barang bukti yang diamankan petugas berupa 15 buah kurungan ayam, kain galangan tempat aduan ayam dan 8 unit sepeda motor yang ditinggal pemiliknya. Semua barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Situbondo.

Kasat Sabhara Polres Situbondo AKP H Mohammad Hasanudin SH menerangkan anggota Patroli Sabhara menerima laporan dari masyarakat yang resah dengan adanya sabung ayam sekaligus untuk ajang perjudian.

“Ada laporan dari warga langsung ditindak lanjuti namun saat tiba dilokasi sudah sepi, petugas hanya mengamankan barang bukti, ” terangnya.  (im/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Buntut Cuitan di Facebook, Kuasa Hukum ‘Tekos Sosial’ Siapkan Mediasi

Diterbitkan

||

Direktur Marlena Law Office & Partners, Hendriansyah.(im)
Direktur Marlena Law Office & Partners, Hendriansyah.(im)

Memontum Situbondo – Upaya mediasi akan menjadi langkah awal untuk menyelesaikan seteru antara akun anonim facebook ‘Tekos Sosial’ dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Demikian seperti disampaikan Hendriansyah, selaku kuasa hukum akun anonim ‘Tekos Sosial’. Akan tetapi, hingga kini belum melakukan langkah apapun, karena memang belum mendapatkan surat panggilan dari pihak kepolisian.

” Iya menunjuk kami sebagai kuasa hukum, tetapi kami juga belum melakukan upaya apapun. Karena memang belum dapat panggilan (dari kepolisian). Upaya awal yang akan kami tempuh ya.. mediasi terlebih dahulu, ” jelas Hendriansyah saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (16/0l6/2020).

Masih menurut Hendri, kendati upaya mediasi itu gagal, pihaknya tetap siap untuk melakukan pembelaan terhadap ‘Tekos Sosial’ ketika persoalan itu harus bergulir hingga ke ranah hukum.

“Kami akan lakukan pendampingan hukum hingga tuntas. Karena jujur kami bergerak juga atas dasar kemanusiaan dan keberadaan kami murni untuk membantu tidak untuk memperoleh materi apapun, ” tutup Direktur Marlena Law Office & Partners ini.

Sementara itu, Kepala BPBD Priyo Handoko, membenarkan jika pihaknya sudah secara resmi meminta LBPH NU Situbondo, untuk menjadi pendamping hukum. Pihaknya mengaku, langkah itu dilakukan lantaran BPBD juga memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan.

“Bahasa kami bukan menunjuk LPBH NU ya, tetapi meminta untuk mendampingi kami terkait persoalan ini. Karena kalau kami sendiri yang mengurusi, kami khawatir urusan lain yang sedang kami emban di BPBD justru akan terbengkalai, ” jelas Priyo.

Diketahui, akun anonim ‘Tekos Sosial’ harus berurusan dengan aparat penegak hukum, lantaran unggahannya di media sosial facebook diadukan ke Polres Situbondo. Meski kemudian, unggahan yang dinilai berisi ujaran kebencian itu sudah dihapus oleh pemilik akun tersebut. (im/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler