Connect with us

Pemerintahan

PNS hingga Warga yang Meninggal Terdata Jadi Calon Penerima BST di Situbondo

Diterbitkan

||

PNS hingga Warga yang Meninggal Terdata Jadi Calon Penerima BST di Situbondo

Memontum Situbondo – Penyaluran bantuan sosial tunai (BST) bagi warga terdampak pandemi virus Corona (COVID-19) di Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo ternyata masih banyak ditemukan yang tidak tepat sasaran. Di antaranya calon penerima BST diketahui ada yang berstatus PNS, warga yang sudah pindah domisili, hingga warga yang sudah meninggal tapi masih terdata sebagai penerima BST.

Salah satunya yakni Hanifah warga yang semula berdomisili di RT 004 RW 001, Dusun Bukkolan, Desa Paowan itu sudah pindah ke Desa Sumber Wringin Kecamatan, Kabupaten Bondowoso. Hanifah sebelumnya berdomisili di lingkungan RT 004 Bukkolan. Namun sejak suaminya meninggal dunia, akhirnya dia (Hanifah, red) yang mempunyai 2 orang anak itu pindah tempat tinggal ke Bondowoso, pada tahun 2014 dan sudah menikah lagi.

Warga Desa Paowan saat menerima BST, kemarin. (im)

Warga Desa Paowan saat menerima BST, kemarin. (im)

“Dulu suaminya Hanifah itu warga kami. Dan tahun 2015 sudah pindah Dukcapil ke Bondowoso tapi ternyata di data penerima bantuan masih tercantum namanya. Data dari Kemensos kemungkinan yang dipakai itu data tahun 2014/2015,” ujar Ketua RT 004 Dusun Bukkolan, Imam Riyanto saat ditemui wartawan Memo X di Desa Paowan, Rabu (13/5/2020).

Selain itu, ada juga salah satu warga di Jalan Raya Paowan Gg. Sakura RT 004 RW 001, Dusun Bukkolan, Desa Paowan yang sudah pindah ke luar Jawa. Namun, namanya masih tercantum dalam data penerima bantuan sosial.

“Warga tersebut sudah pindah ke Kabupaten Badung Denpasar, Bali. Tapi masih terdaftar penerima bantuan sosial tunai dari Kemensos yang alamatnya masih di RT 004 / RW 001, Dusun Bukkolan, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan,” ungkap Imam.

Lebih lanjut, Ketua RT yang juga berprofesi sebagai wartawan di salah satu media cetak di Jawa Timur itu menjelaskan, data penerima BST yang tidak tepat sasaran sungguh sangat keterlaluan dan terkesan asal-asalan serta amburadul. Sebab, ada seorang warga yang sudah meninggal dunia, tapi masih masuk dalam data penerima bantuan.

“Data penerima BST di Desa Paowan atas nama Joso Pribadi warga RT 004 RW 001, orangnya sudah meninggal tapi namanya termasuk penerima bantuan,” ujar Imam.

Terpisah, Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH mengatakan, bahwa penyaluran bantuan dari Presiden dan Kemensos (BST,red) itu berdasarkan pada data dari BPS (Badan Pusat Statistik). H Dadang mengaku tidak punya kewenangan untuk mengubah data penerima bantuan tersebut.

“Pemkab tidak punya kewenangan untuk merubah data dari BPS itu. Kita sadar penyalurannya banyak yang tidak tepat sasaran dan inilah yang sedang kita usulkan kepada Pemerintah Pusat agar bisa melakukan perbaikan data. Mohon maaf Pemkab Situbondo tidak punya kewenangan untuk mengubah,” ujar H Dadang Wigiarto.

Menurutnya, data penerima BST bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos RI. Nama-nama penerimanya dikirim dari pusat ke daerah.

“Pemerintah daerah hanya menyalurkan agar sampai kepada masyarakat yang berhak,” ujarnya.

Tetapi, kata Bupati yang sudah menjabat dua periode itu, ini menjadi pembelajaran penting. Kejadian salah sasaran tersebut, dijadikan evaluasi, agar Kemensos menyandingkan dengan Data Tunggal Daerah Analisis Kemiskinan Partisipatif (DTD-AKP) dalam pemberian bansos.

“DTD-AKP kita diperbaharui setiap tahun. Insya Allah sudah valid,” ujarnya. (im/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Petani “Dipaksa” Beli Pupuk Sistem Paket, Komisi II DPRD Situbondo Desak DTPHP Keluarkan SE

Diterbitkan

||

Para distributor pupuk saat dikumpulkan oleh Komisi II DPRD Situbondo. (her/im)
Para distributor pupuk saat dikumpulkan oleh Komisi II DPRD Situbondo. (her/im)

Memontum Situbondo – Para petani di Kabupaten Situbondo mengeluhkan penjualan pupuk dengan sistem paket di sejumlah kios. Saat mereka membeli pupuk bersubsidi, secara tidak langsung juga diwajibkan untuk membeli pupuk non subsidi.

Hal tersebut akhirnya para petani mengadu pada wakil rakyat di Kantor DPRD Situbondo. Saat mendapatkan laporan dari para petani, Anggota Komisi II DPRD Situbondo langsung mengumpulkan distributor pupuk di seluruh Kabupaten Situbondo.

“Banyak petani mengeluh dengan adanya kewajiban membeli paket pupuk (subsidi dan non subsidi) jika ingin memperoleh jatah pembelian pupuk bersubsidi. Jadi, kalau petani mau beli pupuk bersubsidi harus membeli pupuk paketan, ” ujar H Suprapto, Anggota Komisi II DPRD Situbondo, Kamis (2/7/2020).

Menurut politisi dari partai Gerindra itu, paket pupuk yang dijual dalam kemasan lima kilogram tersebut dijual Rp 10 ribu per kilogram. Bila petani tidak membeli pupuk dengan sistem paket, maka mereka tidak diberikan jatah membeli pupuk bersubsidi.

“Namun, setelah dilakukan klarifikasi ke sejumlah distributor di Kabupaten Situbondo, mereka justru membantah untuk mewajibkan pemilik kios untuk menjual pupuk dengan sistem paket kepada para petani,” bebernya.

Ditambahkan H Suprapto, karena para distributor membantah instruksi penjualan pupuk dengan sistem paket, Komisi II DPRD Situbondo mendesak dan bersepakat dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) untuk segera membuat surat edaran (SE) terkait tidak ada kewajiban mengenai pembelian pupuk bersubsidi dalam bentuk paket.

“Dinas TPHP berjanji kepada kami untuk segera mengeluarkan Surat Edaran (SE) ke seluruh agen atau kios-kios pupuk dan itu wajib dipampang di kios, bahwa kewajiban membeli pupuk sistem paket dengan non subsidi memang tidak ada, ” pungkasnya. Harga pupuk bersubsidi sesuai harga eceran tertinggi (HET) untuk Kabupaten Situbondo sudah ditetapkan, jenis Urea dijual Rp.180.000 per kuintal, ZA Rp.140.000 per kuintal dan Ponska Rp.220.000 per kuintal. (her/im/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Polisi Sahabat Anak, Si Bontas bersama Bhabinkamtibmas Peduli Pendidikan Hadir di Dusun Cobbuk Situbondo

Diterbitkan

||

Polisi Sahabat Anak, Si Bontas bersama Bhabinkamtibmas Peduli Pendidikan Hadir di Dusun Cobbuk Situbondo

Memontum Situbondo – Merayakan Hari Bhayangkara ke-74, kolaborasi Polisi Sahabat Anak, Si Bontas bersama Bhabinkamtibmas Peduli Pendidikan hadir di desa terpencil tepatnya di dusun Cobbuk Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (1/7/2020).

Dipimpin Kasat Lantas AKP Indah Citra Fitriani SIK bersama Kasat Binmas Iptu Djembadi SH bersama anggota Satlantas dan Bhabinkamtibmas mengunjungi anak-anak yang tinggal di dusun Cobbuk dalam rangka menyalurkan bantuan peralatan sekolah, masker dan buku bacaan.

Si Bontas bersama Bhabinkamtibmas Peduli Pendidikan hadir di desa terpencil tepatnya di dusun Cobbuk Desa Curah Tatal - Arjasa. (im)

Si Bontas bersama Bhabinkamtibmas Peduli Pendidikan hadir di desa terpencil tepatnya di dusun Cobbuk Desa Curah Tatal – Arjasa. (im)

Sesuai tema Hari Bhayangkara ke-74 “ Kamtibmas Kondusif Masyarakat Semakin Produktif “, kehadiran anggota Polri ditengah-tengah masyarakat untuk berbagi kebahagian dan menghibur anak-anak yang berada didaerah yang jauh dari hingar bingar perkotaan.

Sementara Kapolres Situbondo AKBP Sugandi SIK M Hum menyampaikan bahwa kegiatan ini bentuk kepedulian Polri terhadap Pendidikan anak di desa terpencil jauh dari perkotaan apalagi ditengah pandemi Covid-19 anak-anak harus tetap belajar mandiri dirumah.

“ Semoga bantuan peralatan sekolah, buku bacaan, Al-Qur’an terjemahan dan masker ini bisa bermanfaat bagi anak-anak di dusun Cobbuk, “ ucapnya.

Selain memberikan bantuan, anak-anak juga dihibur oleh Si Bontas (Boneka Lalu Lintas) bermain sambal belajar serta mengedukasi tentang protokol kesehatan cara pakai masker dan cuci tangan dengan sabun untuk mencegah Covid-19.

Sementara, Ustad Andre guru ngaji sekaligus penanggung jawab TPQ mengucapkan terima kasih atas kepedulian Polres Situbondo kepada anak-anak, bantuan itu sangat bermanfaat dan dapat menghibur dengan hadirnya Bontas.

“ Kami warga dusun Cobbuk mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-74, semoga Polri semakin dicintai masyarakat. Sekali lagi terima kasih Polres Situbondo, “ pungkasnya. (her/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Kapolres Situbondo dan Forkopimda Ikuti Upacara Virtual Hari Bhayangkara ke-74

Diterbitkan

||

Kapolres Situbondo dan Forkopimda Ikuti Upacara Virtual Hari Bhayangkara ke-74

Memontum Situbondo – Memperingati Hari Bhayangkara ke-74, Polres Situbondo mengikuti upacara secara virtual secara serentak yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, Rabu (1/7/2020). Prosesi upacara virtual yang disiarkan langsung dari Istana Negara dan Mabes Polri diikuti seluruh Polda dan Polres Jajaran seluruh Indonesia.

Di Polres Situbondo, upacara dihadiri oleh Kapolres Situbondo AKBP Sugandi SIK M Hum, Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH, Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Akhmad Juni Toa SE MI Pol, Kajari Situbondo Nur Slamet SH MH, Komandan Puslatpur Marinir 5 Baluran Letkol Mar Agus Wahyudi, Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran.

Jajaran Forkopimda Situbondo saat mengikuti upacara secara virtual. (im)

Jajaran Forkopimda Situbondo saat mengikuti upacara secara virtual. (im)

Dalam amanatnya, Presiden RI menekankan kepada seluruh anggota Polri dimanapun bertugas agar memegang teguh nilai-nilai luhur Tribrata dan catur Prasetya, melakukan reformasi total, memantapkan soliditas internal dan sinergitas bersama TNI dan instansi terkait lainnya.

Presiden Jokowi juga meminta anggota Polri melakukan langkah persuasif dalam penegakan hukum, salah satunya di tengah pandemi Covid-19. Peran Polri, kata presiden sangat dibutuhkan khususnya untuk mengajak masyarakat disiplin protokol kesehatan.

Usai upacara, Kapolres Situbondo AKBP Sugandi SIK M Hum mengatakan, bahwa upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-74 tahun ini virtual dan sederhana. Setiap rangkaian kegiatan mulai upacara hingga tasyakuran juga mengacu pada protokol kesehatan.

“ Alhamdulillah semua berjalan lancar, mengingat peringatan Hari Bhayangkara kali ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19, semua kegiatan menyesuaikan pada protokol kesehatan, “ pungkasnya. (im/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler