Connect with us

Hukum & Kriminal

Relawan Covid-19 Diancam Clurit saat Bertugas

Diterbitkan

||

Memontum Situbondo – Sial menimpa Moh Rayan (26) warga Desa/Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo. Pemuda yang bertugas sebagai relawan Covid-19 itu, nyaris menjadi korban pembacokan acungan clurit pengguna jalan yang menolak untuk diperiksa. Meski hanya mengancam, atas kejadian itu Rayan memilih lapor polisi, lantaran pengguna jalan yang berinisil R mengaku tidak bersalah.

Informasi yang dihimpun wartawan Memontum.com dilapangan, saat itu Rayan dan beberapa relawan lainnya sedang menjaga pos 1 Covid-19, yang berada di Jalan Raya Mangaran batas Desa Mangaran dan Tenggir. Rayan kala itu bertugas memeriksa suhu badan semua pengguna jalan.

DILAPORKAN POLISI : Relawan Covid-19 Moh Rayan menunjukkan bukti laporan polisi. (im)

DILAPORKAN POLISI : Relawan Covid-19 Moh Rayan menunjukkan bukti laporan polisi. (im)

Saat itu R yang belakangan diketahui warga Desa Tanjung Glugur, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, yang berboncengan dengan istrinya sedang melintas. Kemudian Rayan pun menyetop laju motor R, bukannya berhenti. Namun R justru memaki-maki dan menolak diperiksa suhu badannya, dengan dalih sudah setiap hari melintas di pos itu.

Merasa ada pengguna jalan yang tidak tertib ini, Rayan akhirnya terpancing emosinya hingga terjadi debat mulut. Perdebatan mereka akhirnya dilerai oleh relawan lainnya. Selang beberapa menit ternyata R mendatangi Pos tersebut dan menantang Rayan berkelahi.

“Saya pikir setelah debat sudah selesai, gak tahunya dia kembali lagi dan menantang saya kelahi. Dia bilang kalau saya jagoan ayo kelahi di tempat sepi di utara, ya.. Saya menuruti saja. Ternyata dia bawa clurit tetapi gak sampai membacok hanya ditunjukkan saja, ya.. Saya gak takut wong saya benar,” beber Rayan, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (2/5/2020).

Masih menurut Rayan, saat cekcok kedua kalinya ini, Bayu relawan lainnya datang menghampiri hingga akhirnya pihak yang cekcok itu berusaha didamaikan di rumah Kepala Desa setempat. Namun mediasi menemui jalan buntu. Lantaran R dan istrinya, justru menuding Rayan tidak sopan ketika memberhentikan mereka.

“Saya mau laporan ke Polsek awalnya tapi ditolak, ya sudah saya akhirnya laporan ke Polres. Tetapi di surat tanda penerimaan laporan itu ada yang salah, karena pelaku R tidak ditulis dalam laporan saya, tetapi hanya ditulis lidik, ” tutupnya.

Paur Humas Polres Situbondo, Iptu H Nanang Priyambodo S Sos. (im)

Paur Humas Polres Situbondo, Iptu H Nanang Priyambodo S Sos. (im)

Sementara itu, Paur Humas Polres Situbondo, Iptu H Nanang Priyambodo S Sos tidak menampik adanya insiden itu. Menurutnya pelaku bisa dikenakan sanksi melanggar UU Darurat nomor 12 tahun 1951, dan pasl 335 KUHP.

“Kalau UU daruratnya ancaman hukumnnya itu diatas 5 tahun. Artinya kalau nantinya ada tersangka maka bisa dilakukan penahanan. Apa lagi ini kasusnya kan menimpa pelapor yang menjadi relawan covid, tidak seharusnya masyarakat arogan seperti itu,” ujar H Nanang kepada wartawan Memontum.com, ketika dihubungi.

Menurut H Nanang, hingga saat ini penyidik masih mendalami persoalan itu, termasuk sudah mengantongi identitas terlapor yang berinisial R.

“Kami mengimbau agar masyarakat bisa menghargai dan mematuhi apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah, terlebih kepada relawan covid-19 yang selama ini mau menjadi relawan tanpa menerima upah apapun, ” pungkasnya.(im/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Kapolres: Pelaku Kerusuhan di Situbondo Disinyalir Ada Oknum Anggota PSHT dari Luar Kabupaten

Diterbitkan

||

oleh

Salah satu korban pengrusakan rumah menunjukkan batu bata yang dilemparkan oknum anggota PSHT pada kaca rumahnya. (im)
Salah satu korban pengrusakan rumah menunjukkan batu bata yang dilemparkan oknum anggota PSHT pada kaca rumahnya. (im)

Memontum Situbondo – Pelaku kerusuhan yang terjadi di dua Desa yang dilakukan oleh sekelompok perguruan pencak silat hingga ratusan orang tersebut diduga oknum anggota PSHT dengan membabi buta melakukan penyerangan pada warga sekitar diperkirakan ada dari luar kota, seperti ada yang datang dari PSHT Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Bondowoso, Selasa (11/08/2020).

Hal tersebut dikatakan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Situbondo, AKBP Sugandi SIK M Hum, pelaku kerusuhan dan pengrusakan rumah, kios, lapak pedagang dan pemecahan kaca mobil milik warga Desa Sekarputih, Kecamatan Panji dan warga Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo bukan hanya dilakukan oleh oknum anggota PSHT dari Situbondo saja, namun ada yang datang dari anggota PSHT Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Bondowoso.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Situbondo AKBP Sugandi SIK M Hum saat diwawancarai wartawan Memo X. (im)

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Situbondo AKBP Sugandi SIK M Hum saat diwawancarai wartawan Memo X. (im)

“Dari hasil pemeriksaan saksi korban dan anggota PSHT, ada informasi pelaku pengrusakan tersebut juga datang dari luar Kabupaten Situbondo, yakni Kabupaten Jember, Banyuwangi dan Bondowoso. Mereka ikut bergabung melakukan penyerangan ke Desa Kayuputih dan Trebungan,” jelas Kapolres Sugandi saat diwawancarai puluhan wartawan.

Sambung Kapolres Situbondo, dari pemeriksaan 21 saksi anggota PSHT, ada 6 orang pelaku yang akan ditingkatkan menjadi tersangka.

“Mereka akan kita tahan dan di jerat dengan pasal 170, pasal 160 KUHP dan pasal-pasal lainnya. Semua pelaku murni tindakan kriminalitas,” ujarnya.

Lebih lanjut Ajun Komisaris Besar Polisi Sugandi SIK M Hum menerangkan, dengan adanya 6 orang oknum anggota PSHT akan dijadikan tersangka pada hari ini, maka pihak Kepolisian Resort Situbondo akan terus melakukan pengembangan hingga semua para pelaku kerusuhan tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum.

“Para pelaku pengrusakan yang terjadi pada Senin (10/08/2020) dini hari akan dilakukan tindakan tegas dan mungkin saja akan ada tersangka-tersangka baru. Karena saat terjadi kerusuhan jumlah orang oknum anggota PSHT sangat banyak sekali,” pungkasnya. (im/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Ditinggal Kerja, Rumah dan Kandang Sapi di Situbondo Ludes Dilalap Api

Diterbitkan

||

oleh

Rumah semi permanen milik Sugiyanto (60) tampak ludes terbakar. (her)
Rumah semi permanen milik Sugiyanto (60) tampak ludes terbakar. (her)

Memontum Situbondo – Ditinggal bekerja mencari pasir di sungai, rumah semi permanen milik Sugiyanto (60), warga Dusun Kotakan Tengah, Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo Kota, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur hangus dilalap si jago merah atau terbakar, Senin (10/8/2020) siang.

Selain itu, kandang sapi milik korban juga ikut hangus terbakar dilalap si jago merah. Rumah semi permanen dari papan kayu dan kandang sapinya, kondisinya rata dengan tanah. Selain itu, seluruh perabot rumah tangga milik korban juga menjadi arang.

Kerugian materi akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp.30 juta lebih. Tidak ada korban luka dalam peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Sebab, saat kejadian rumah dalam kondisi kosong, Sugiyanto selaku pemilik sedang bekerja mencari pasir di sungai, sedangkan istrinya sedang berjualan jihu didepan SMP Negeri 2 Situbondo.

Diperoleh keterangan, pertama kali, kebakaran rumah dan kandang sapi tersebut diketahui oleh tetangga dekatnya, bernama Maryanto. Begitu mengetahui rumah tetangganya terbakar, bapak satu anak ini berteriak histeris meminta tolong. Hanya dalam hitungan menit, puluhan warga mendatangi lokasi kejadian, mereka berupaya memadamkan kobaran api dengan menggunakan alat seadanya.

Namun, kobaran api yang membakar rumah dan kandang sapi milik korban berhasil dipadamkan, satu jam setelah kejadian. Itu pun setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemkab Situbondo datang ke lokasi kejadian.

“Begitu mengetahui rumah Pak Sugiyanto terbakar, saya dan puluhan warga memadamkan kobaran api menggunakan alat seadanya. Karena jika tidak segera dipadamkan, kebakaran itu akan merembet ke rumah yang lain,” kata Maryanto.

Puryono koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo membenarkan peristiwa kebakaran rumah dan kandang sapi milik korban Sugiyanto. Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti, penyebab kebakaran.

“Kerugian materi akibat kebakaran rumah dan kandang diperkirakan mencapai Rp 30 jutaan,” ujar Puryono. (her/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Ratusan Orang Diduga Anggota PSHT Kembali Serang Warga Desa Kayuputih

Diterbitkan

||

oleh

Rumah warga yang dirusak ratusan orang diduga dari anggota PSHT. (im)
Rumah warga yang dirusak ratusan orang diduga dari anggota PSHT. (im)

Memontum Situbondo – Pasca insiden bentrok antara gerombolan orang yang diduga dari perguruan pencak silat PSHT kontra warga Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang terjadi pada hari Minggu (09/08/2020) sore. Pada Senin (10/08/2020) sekitar pukul 03.00 pagi, ratusan orang diduga anggota PSHT kembali melakukan penyerangan terhadap warga Desa Kayuputih.

Dalam penyerangan kali kedua itu, ratusan orang yang diduga dari perguruan PSHT tersebut merusak sejumlah mobil dan memporak porandakan puluhan rumah dengan cara dilempari batu. Tidak hanya itu, ratusan orang itu yang menurut keterangan warga setempat membawa berbagai macam senjata tajam (sajam), juga membakar kios bensin dan merusak empat mobil yang sedang diparkir dihalaman rumah warga.

“Kejadiannya sekitar pukul 03.00 pagi. Ratusan orang yang datang kesini itu membabi buta dengan melempari rumah dan mobil saya hingga kacanya pecah. Mereka juga membawa sajam,” kata Subairi (50) warga Dusun/Desa Kayuputih RT 02 RW 02 Kecamatan Panji, Senin (10/8/2020) pagi.

Menurut Subairi, saat terjadi penyerangan dirinya bersama keluarga lebih memilih tetap tinggal di dalam rumah meskipun mobil dan rumahnya dilempari batu. Sebab, kalau nekat keluar rumah tidak menutup kemungkinan dirinya dan keluarganya akan menjadi korban.

“Terus terang, gerombolan orang yang membuat anarkis, membuat saya dan keluarga ketakutan dan memilih diam di dalam rumah. Setelah mereka pergi, saya lihat kaca rumah dan dua mobil sudah pecah berantakan. Saya berharap ada penjagaan yang ketat dari aparat TNI khususnya Kodim Situbondo, Polres dan pihak terkait agar tidak terulang kembali,” imbuhnya.

Baca : 5 Warga Kayuputih Terluka Bentrok dengan Konvoi PSHT

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Situbondo, AKBP Sugandi SIK M Hum yang turun langsung ke TKP mengatakan, dengan adanya insiden tersebut, aparat kepolisian dari Polres Situbondo sedang melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap ratusan orang diduga dari perguruan silat yang diduga melakukan tindak anarkis terhadap warga.

“Saat ini kita masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku dan mengumpulkan sejumlah barang buktinya. Sebab tidak dibenarkan, adanya perbuatan anarkis yang meresahkan warga dan akan diproses secara hukum,” pungkasnya. (im/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler